
" .... Hanya heran saja kenapa baru sekarang dia ikut akselerasi, " kata gerald dengan antusias.
" yaa,, semua berkat seseorang kan, hingga myra harus menahan bakat nya itu," ucap gery dengan penuh arti. Dan menatap ken yang juga tengah menatap datar ke arah nya.
" apa maksudnya ?" tanya gerald dengan tampang bodoh. Otak nya masih mencerna ucapan gery, tetapi langsung connect saat melihat arah pandangan gery ke arah ken
" ha ha ha, hanya bercanda, nggak usah di pikirkan begitu rald, " kata gery tertawa hambar.
" sudah sana balik ke meja kalian, bentar lagi masuk, ' usir gery. Gerald hanya mendengus dan mulai beranjak pergi menuju bangku nya di ikuti oleh ken. Ken sedari tadi hanya diam dari awal hingga akhir merek mendatangi meja gery.
" gue harap, lo nggak akan menyesal dengan perbuatan lo, ken. " ucap gery saat ken mulai beranjak dan gerald sudah berjalan agak menjauh dari keduanya.
Ken membalikkan badan nya dan menatap gery intens. Gery balik menatap tajam ken.
" apa maksu ..... "
" kali ini kami akan masuk dan ikut campur, lo udah berani melewati batas dan menyakiti bos kami, ingat itu " peringat gery sambil sedikit menabrak bahu ken. Gery melangkah keluar kelas menghindar dari ken. Membiarkan ken yang berdiri merasa kebingungan dengan ucapan gery.
💨💨💨
waktu pulang sekolah...
" kak, ..."
" kakak sayang, "
" KAK KEN, !"
" eh .. Ap.. Apa ? Maaf yank, " ken tergagap. Lusi cemberut mendapati ken yang melamun.
' brengs**, mikirin apa pula cowok polos ini ! Jangan bilang lagi mikirin myra yang absen hari ini' batin lusi kesal.
" kakak mikirin apa sih, sampai - sampai lui panggilin dari tadi nggak nyaut - nyaut, " kata lusi yang mulai ngambek manja.
Ken terkekeh dan menarik gemas pipi chubby lusi. Ia memang sedang melamun tadi. Tepat nya, ia masih memikirkan ucapan gery tadi. Apa sebenarnya maksud dari perkataan nya itu.
" nggak kok yank, kakak nggak mikir apa - apa, jelas ken menangkup wajah lusi lembut.
Lusi tersenyum manis. Saat melihat ken yang menangkup wajah nya, reflek ia menutup mata. Berharap ken akan menyentuh bibir a.ka mencium nya. Mungkin sudah kebiasaan saat dengan jhonson yang tidak akan melewatkan mel*mat bibir lusi.
Tapi ayolah lus, yang di hadapan mu ini adalah pria polos yang sangat lurus. Meskipun sikapnya yang sedikit arogan dan juga egois, tapi prinsip ken ialah ia tidak akan menyentuh pasangan nya melebihi pegang tangan dan memegang wajah serta memeluk sesaat. Karena daddy frans mengajarkan untuk menjaga harkat seorang wanita.
Ken hanya menatap bingung lusi yang memejamkan mata nya. Ia paham maksud lusi saat melihat bibir lusi yang tampak menggoda.
" maaf sayang, tapi kakak hanya ingin menjaga mu hingga kamu halal untuk ku sentuh, " kata ken sambil menekan bibir lusi dengan jari telunjuk nya.
Lusi nampak memerah. Entah emosi atau apa. Yang jelas ia malu !.
' sial, untung aja lo cakep dan dompet lo lumayan ' batin lusi lagi.
tapi lusi segera memasang ekspresi wajah sendu dan teraniaya.
" apa kakak j**ik dengan lusi ?" tanya lusi sedih. Ken gelagapan.
" ng.. Nggak sayang, bukan begitu. Kamu terlalu berpikir jauh. "
" dengerin kakak, kakak nggak mau merusak kamu, karena gadis sebaik dan sepolos kamu pantas untuk di jaga , " kata ken. Hweeek ken, beneran deh buntib pen munt*ah🥴.
Lusi sempat tertegun mendengar penjelasan ken. Terlintas di pikiran nya mantan pertama nya yang baj**gan yang malah merusak nya. Bahkan hingga ia hamil dan malah di tinggalkan hingga lusi memilih jalan yang salah sebagai pelampiasan.
" makasih kak, " kata lusi tersenyum manis.
' cih, cowok sama aja, kalau udah ngerasain sekali juga pasti minta lagi, ' cibir lusi dalam hati.
" sama - sama sayang, ya udah yuk kakak antar, kakak harus segera pulang karena mom, eh mama kakak minta di antar ke pasar, " kata ken yang hampir kelepasan menyebut mommy.
" iya kak, yuk, " ajak lusi sambil mengaitkan pegangan tangan nya ke lengan ken. Ken tersenyum melihat itu semua.
" padahal nggak usah kak, biar kak jhonson nanti pinjem ke ... "
" no no no, nggak boleh, jagan biarin bang jhonson pinjem ke orang lain, kakak akan kasih ke kamu. Ikhlas lahir batin. Tapi tunggu kakak beberapa hari lagi ya, " potong ken sebelum lusi menyelesaikan perkataan nya.
" ta.. Tapi kak, nanti kami merepo .... "
" sssstttt, nggak. Nggak ada yang ngerepotin siapa - siapa, kakak ikhlas, " potong ken lagi.
" ma.. Makasih kak, " jawab lusi sambil menunduk.
" hei, lihat kakak, " ujar ken sambi mendongakkan wajah lusi yang menunduk. Di lihat nya mata lusi sudah mulai berkaca - kaca.
" ssstt jangan menangis, dengerin kakak, kakak nggak akan anggap ini merepotkan. Kamu pacar kakak, dan bang jhonson adalah calon kakak ipar kakak, insya allah. Jadi jangan merasa kamu ngerepotin kakak, inget itu ya, " kata ken tegas. Lusi hanya bisa mengangguk lesu.
' ha ha ha, ini nih yang gue tunggu - tunggu. Kalimat ini akhirnya muncul juga.
" ya udah ayo kita pulang, hari semakin sore, " ajak ken.
Mereka pulang berdua. Ken mengantarkan lusi hingga depan gang dekat kondou apartemen. Dia selalu menurunkan lusi di depan gang tersebut karena lusi selalu menolak untuk di antar hingga depan kontrakan dengan alasan merasa tidak enak dengan tetangga di sekitar nya.
Terang saja lusi tidak pernah mau di antar hingga ke depan kontrakan. Karena kenyataan nya lusi dan Johnson memang tidak memiliki kontrakan. Fakta nya kan jhonson dan lusi bahkan bisa menyewa satu unit apartemen mewah di kondou apartemen meskipun hanya di lantai 3. Bahkan mereka juga memiliki satu unit mobil toyo** alphard meskipun seri lama karena mereka hanya memiliki perijinan untuk membeli jenis mobil tersebut.
( sumber gambar : google, (toyota.astra.co.id) )
setelah menurunkan lusi di depan gang. Ken langsung pamit dan melajukan motor sport nya menjauhi kawasan kondou apartemen. Lusi segera menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada yang mengikuti ya. Ia melenggang masuk ke gedung kondou apartemen.
Ken yang memang suah melajukan motornya tiba - tiba ia membelokkan motornya ke sebuah taman di pinggir kota. Ia memarkirkan motor nya dan mulai turun menuju sebuah bangku.
Ken nampak menghela nafas kasar. Ia bahkan mengacak pelan rambutnya hingga makin berantakan. Rupa nya otak nya asih memikirkan ucapan gery.
'yaa,, semua berkat seseorang kan, hingga myra harus menahan bakat nya itu,'
' gue harap, lo nggak akan menyesal dengan perbuatan lo, ken. '
' kali ini kami akan masuk dan ikut campur, lo udah berani melewati batas dan menyakiti bos kami, ingat itu '
" AAARRGGGGHHH siaaalll, sebenar nya apa yang di maksud sama gery " pekik ken frustasi.
" gue harus selidiki, "
" ya, gue harus minta bantuan bang brian, "
.
Yaelah ken, telat deh telat lo selidiki nya. Keburu nyesel !
Hai hai..
Gimana gimana ? Penasaran nggak ?
oh iya, rencana nya novel ini akan berakhir pas puncak konfliknya berakhir, aku mau nanya dong, menurut reader yang baik hati dan tidak sombong,
Baiknya di terusin jadi season 2 ato buka judul baru ?
Minta pendapat nya yaaa....
Jangan lupa buat dukung buntib dengan
Like
Comment ...
Terima kasih ❤️❤️