LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 44



" jadi, kak myra akan membahas apa dengan ku ?" tanya fahmi. Seketika ruangan menjadi hening. Myra hanya terkekeh kecil saat mengetahui jika fahmi peka dengan maksud kedatangannya.


" kenapa kamu ngomong begitu, seolah - olah kakak hanya berkunjung jika ada perlu saja, " kata myra cemberut. Ia sengaja menggoda fahmi.


" heleh, orang emang bener kok, " gumam fahmi pelan, tapi masih bisa di dengar oleh semua nya.


" ha ha ha, memang ya, aku nggak bisa berbohong jika di depan mu, " kekeh myra sambil mengacak pelan rambut fahmi.


Myra membenarkan posisi duduknya dan berdeham pelan.


" ehm, jadi begini. Kakak datang kesini yang pertama karena rindu kamu, " kata myra yang langsung di cibir oleh fahmi.


" lalu kakak ingin melihat perkembangan latihan mu, kakak dengar saat kenaikan kelas nanti kamu juga akan mewakili sekolah di perlombaan persahabatan antar propinsi ?" tanya myra kepada fahmi yang di angguki olehnya. fahmi masih menyimak ucapan myra karena ia tahu masih akan ada kelanjutannya.


" lalu yang terakhir, kakak ingin mengenalkan mu kepada kak melvin secara pribadi," kata myra sambil melirik ke arah Melvin dan fahmi secara bergantian.


Fahmi diam, ia masih terlihat mengamati situasi sat ini. Lalu dia menoleh ke arah melvin. Keakraban tadi saat makan bersama adalah bentuk dari kesopanan saja dan bukan karena ia suda akrab dengan melvin.


Fahmi nampak memindai penampilan melvin dari atas hingga bawah. Menatap tajam bola mata melvin, mencoba mendalami karakter orang yang ada di hadapannya.


Bagaimana pun juga ia adalah calon ketua tim pasukan khusus yang merangkap sebagai bodyguard myra di masa yang akan datang.


Melvin yang di tatap sedemikian rupa tidak bisa untuk tidak gugup. Sungguh intimidasi fahmi sangat kerasa. Melvin seperti tengah di intai oleh hewan buas yang tengah bersiap menerkam mangsa empuk. Sungguh aura fahmi sudah terlihat walau ia masih dikatakan sebagai anak bau kencur yang baru saja menjalani pelatihan sebagai calon pengawal myra.


Myra terkekeh pelan melihat fahmi yang nampak sedang meneliti melvin. Ia cukup puas dengan reaksi fahmi yang tidak langsung percaya kepada sembarang orang.


" anda tidak memiliki maksud lain untuk mendekati nona muda kami kan, " suara bariton yang masih belum matang fahmi keluarkan. Melvi cukup kaget dengan perubahan sikap yang fahmi lakukan. kemana pergi nya bocah kelas 3 smp yang tadi nampak sangat ceria saat mengenalkan berbagai macam makanan ?.


" ten .. Tentu saja tidak, " jawab melvin dengan gugup. Ia tak pernah menyangka, ia akan mendapat pertanyaan dengan nada super dingin dan parah nya di keluarkan oleh anak seperti fahmi.


Gery dan rose hanya terkekeh di belakang sana. Mereka membiarkan melvin mendapatkan shock Terapy dari calon ketua pengawal khusus myra itu. Mereka malah asyik meneruskan mengerjakan file dan berkas yang di bawa dari kantor.


myra juga hanya terkekeh geli melihat fahmi yang menampilkan wajah garang nya yang tidak sesuai dengan umurnya. Sedangkan ia cukup menikmati raut muka melvin yang nampak tertekan dengan pertanyaan dari fahmi.


" sudah - sudah, dek sudah jangan mengeluarkan aura sangar kayak gitu, teman kakak jadi takut kan, " ujar myra menengahi keadaan yang sudah mulai tidak kondusif.


" kak melvin adalah partner kakak dalam perlombaan yang akan di gelar sekitar 4 bulan lagi, ia di ilih oleh kepala sekolah kakak, "


" lalu kakak melihat potensi yang berada di dalam diri nya, dan kakak memutuskan untuk merekrutnya menjadi calon ketua tim produksi junior sama seperti mu kelak, "


Perkataannya itu membuat ger dan rose seketika berdiri dan menghampiri meja keluarga. Kedua nya merasa tidak nyaman dengan apa yang di ucapkan oleh myra.


" apa maksudmu myr, ?" tanya rose sengit. Nampak skali ia merasa khawatir dan kesal sekaligus.


" kenapa ? Kamu tidak rela jika nanti nya gery akan banyak menghabiskan waktu dengan ku ?" tanya myra balik. Mata nya msih belum beralih dari menatap langit - langit apartemen.


" bukan seperti itu, aku sangat sadar jika gery adalah tangan kanan mu, asisten pribadi mu kelak. Bukan masalah jika ia berada di sampingmu karena memang itulah pekerjaannya. Tapi kenapa kamu berbicara seolah -olah kamu akan pergi jauh dari kami dan seolah -olah memasrahkan perusahaan kepada kami bertiga ?" tanya rose tidak sabar. Gery sampai harus mengelus lembut pundak sang kekasih karena emosi. Tpi gery setuju dengan pertanyaan dari rose untuk myra.


" entah lah, kan ini hanya semisal saja rose, " myra tertawa. Ia pun juga tidak tahu kenapa ia berkata seperti ini.


" ayolah kak, jangan berbicara yang tidak - tidak, itu sama sekali tidak lucu, " kata fahmi sambil cemberut dan sekilas bernada manja.


Melvin hanya bisa melongo melihat perubahan fahmi yang terlihat sangat manja kepada myra.


" ha ha ha, sudah - sudah. Inti nya fahmi. Kakak ingin kamu bisa bekerja sama dengan kak melvin di masa depan, karena bagaimana pun kalian berempat adalah orang inti yang akan sangat aku butuhkan dan aku percaya untuk membantuku mengelola perusahaan jika sudah aku handle sendiri, " pungkas myra.


" apa kamu bisa, fahmi ?" tanya myra.


" tentu saja bisa, serahkan saja padaku, " jawab fahmi cepat. Bagaimanapun perintah myra adalah hal mutlak untuk nya.


" maaf ya kak melvin, anggap saja tadi adalah pelatihan jantung dari ku untukmu, tapi aku tidak bercanda jika kakak berani macam - macam kepada nona muda kami, " ucap fahmi dengan senyum ceria dan setengah berbisik di telinga melvin pada kalimat terakhirnya.


' GULP '


Melvin mengangguk gugup sambil menelan saiva nya kelat.


" rose, kamu juga harus bersiap, dan aku minta maaf jika nanti nya waktu gery akan lebih banyak tersita untuk berada di sampingku, " pinta myra. Rose tersenyum lalu mengangguk.


" tenang saja, hidup kami di dedikasi kan untuk terus menemani mu selama nya, " jawab rose dengan tulus. Gery juga mengangguk dan tersenyum ke arah myra.


Myra tersenyum lega. Ia memejamkan mata nya dan menghembuskan nafasnya lega. Seolah -olah ia sedang menghilangkan beban yang entah apa di hati nya.


Melvin dan fahmi sedang berbicara santai sambil memainkan game di ruang tengah saat ini. Sedangkan myra tengah berkumpul dengan gery dan rose yang masih melanjutkan pekerjaan mereka. Frederick tampak tidak keluar dari kamar nya. Mungkin sedang tertidur.


Myra menguap pelan. Ia menyenderkan wajahnya di lipatan tangan nya. Menunggu rose dan gery mengecek beberapa berkas dan kemudian nanti ia tanda tangani.


" myr, bagaimana dengan ken ? "