
" sayang, jangan marahi fahmi, dia hanya ingin memberitahuku saja. Sejujurnya, aku juga merasa sombong, aku nggak sadar diri, jika kamu kemungkinan ada yang menyukai. Dan ternyata benar kan ?" ucap ken masih lemah.
Myra terdiam dan tetap menunggu serta mendengarkan apa yang ken ucapkan. Mungkin memang mereka berdua butuh untuk bicara.
" kemarin melihat kamu pulang dan berada di hadapan ku, rasa nya sudah seperti mimpi. Lalu dengan mudah nya aku menarik mu kembali ke sisi aku, dengan enak nya aku memintamu untuk kembali kepada ku, menjadi tunangan ku, padahal jika di ingat - ingat, dulu aku yang kekeh menyuruhmu untuk membatalkan semua dan menyakitimu, baik fisik maupun batin, " lanjut ken sambil melepaskan pelukan nya dan menatap myra dnegan raut wajah sendu nya.
Myra juga hanya terdiam dengan mata yang nampak berkaca - kaca. Myra melihat ken yang tersenyum getir, ken meraba wajah myra menggunakan jari nya.. Menyusuri setiap lekukan wajah ayu itu.
" aku yanag menggores luka di hati mu, tetapi aku juga yang tersiksa dengan penyesalan ku pada mu. Sekarang, aku ingin bertanya kepada mu. Kamu harus jawab serius dan jangan memandangku karena kasihan, " ucap ken. Myra mengangguk mantap dan mulai menunggu apa yang akan ken tanyakan keada nya.
Ken terlihat sedang menyiapkan kata - kata yang tepat untuk myra, ia terlhat sedang menekan semua kegundahan dan seperti menyiapkan hati nya untuk jawaban myra. Apapun itu.
" .. Masih kah ada aku di sini ? Masih kah nama ku yang ada di posisi pertama setelah mami dan papi ? Masih kah ada kesempatan untuk ku ? Pantaskah aku .. ?" tanya ken di satu tarikan nafs nya.tangan nya menggenggam erat tangan myra. Menyalurkan rasa kepanikan, ketakutan di hati nya.
Ken mulai menutup mata nya untuk menunggu jawaban apa yang akan di berikan oleh myra untuk nya pertanyaan nya tadi.
" ken, " panggil myra. Ken membuka mata nya dan tersenyum tips ke arah myra dan mengangguk. Mempersilahkan myra untuk menjawab nya.
" apa menurut mu aku adalah wanita yang mudah berpaling ? Dari umur 6 tahun aku menyukai mu, selama 8 tahun menahan semua rasa setahun mengungkapkan nya secara terang - terangan kepada mu meski harus menelan kenyataan yang pahit, " jawab myra sambil tersenyum getir. Membuat ken merasa sakit dan sedikit merasa malu.
" tapi.. Apa kamu pernah melihatku menyerah selain saat kamu mendorongku jauh sehingga aku tidak bisa mengambil cara lain sehingga akhir nya aku memutuskan untuk pergi ?" tanya myra. Ken menggelengkan kepala nya dnegan berat.
Air mata sudah mulai menetes di kedua pasang mata itu. Kedua nya sling meresapi, merasakan emosi yang tercipta di ruangan itu.
" ken, dengar kan aku.. " ucap myra dengan memasang wajah serius nya. Ken juga tidak ingin menganggap remeh apa yang di ucapkan myra, sehingga ia dengan serius mendengarkan apa yang akan myra kata kan.
" . Nggak akan ada yang nama nya pantas atau nggak di antara kita. Selama ini memang hanya kamu yang ada di hati k. Akku nggak tahu kenapa, memang jika di pikirkan, kamu selalu nyakitin aku di masa lalu, "
Ken memejamkan mata nya saat mendengar ucapan myra yang terakhir. Apa arti nya myra juga sempat goyah saat itu dan lebih memilih menyerah ?lalu kenapa ia mau kembali kepada nya saat ini?.
" .. Tapi, selama aku pergi dengan niat mengubur semua rasa, aku selalu saja terbayang. Aku nggak mau sombong, kamu bisa tanya kepada gery, di sana selama aku SMA sampai kuliah S2, bukan hanya michael yang berusaha mendekati ku. Ada banyak. Dari yang lebih kaya, lebih tampan dari kamu ... " ucap myra sambil mengusap wajah ken. Ken hanya cemberut saat myra bilang ada yang lebih tampan dari nya.
" mana ada yang lebih tampan dari aku ? Jelas aku yang paling ganteng lah, " cibir ken. Myra tertawa kecil melihat ken yang cemburu.
" .. Iya, kamu yang paling ganteng," sahut myra menenangkan hati kn. Ken hanya tertawa malu mendengar myra yang setuju dnegan nya.
" selama pergi dari sini, entah bagaimana aku selalu ingat kamu, tapi aku nggak berani untuk menghubungi mu. Fahmi, kamu tahu dia kan ? Aku menyuruhnya untuk melindungi mu dari jauh. tapi aku sama sekali tidak berani menanyakan bagaimana keadaan mu, hanya karena aku tiak ingin goyah dan nanti nya membuat aku nekat untuk pulang dan mengganggu mu lagi. Lalu membuat kamu risih seperti yang kamu ucap dulu, " kata myra sambil tersenyum.
Ken meraih jari myra dan mencium nya.
" padahal aku setengah gila nyariin kamu di sini, " gumam ken pelan. Membuat myra tersenyum.
Ken menangis,
Bagaimana mungkin aku mendorong mu pergi .. Lagi ?
Sementara aku dulu mencari mu seperti orang yang hampir gila.
Bagaimana aku mampu untuk menyakitimu lag ?
Sementara begit kamu tersakiti, kamu lebih memilih untuk peri membawa separuh hati ku yang tidak pernah aku sadari jika hati ku juga kamu curi dan bawa pergi.
Maka cukup sekali saja aku bertindak bodoh dan menyakitimu hingga kamu pergi. Sekarang kamu sudah kembali dan nggak akan pernah aku biarkan kamu pergi lagi.
Ken mendekap tubuh myra dengan sisa - sisa kekuatan nya. begitu juga dengan myra. Hari ini, ia akhirnya mengucapkan cinta nya kepada ken setelah ia ragu apakah ia akan berani mengungkapkan rasa nya lagi.
" jangan pernah berpikir untuk pergi dari ak lagi, hm ?" bisik ken.
" hmm. Aku nggak akan pergi lagi, " balas myra.
TOK TOK TOK
Kedua nya saling melepaskan pelukan mereka dan tersenyum.
" mungkin fahmi, dokter will udah datang, kamu harus di periksa dulu, ya " ucap myra dengan lembut.
"hmmm, menurut dengan mu saja lah, " ucap ken degan pasrah. Baru ia sadari jika ia ternyata memang masih lemas,
" masuk, ami" teriak myra. Fahmi kemudian masuk dengan membawa seorang pria paruh baya yang menenteng tas medis nya. Dokter will.
Bahkan dokter will masih menggunakan jas snelli nya, seperti nya baru kembali dari rumah sakit.
" selamat malam, nona muda .. " sapa dokter will tersenyum hangat
" malam dok, terima kasih sudah menyempatkan waktu ke sini, " jawab myra tak kalah hangat.
" mari, saya akan periksa tuan muda terlebih dahulu, " ucap dokter will sambil bersiap menggunakan stetoskop untuk memeriksa ken.
Myra dan fahmi langsung mempersilahkan dokter will untuk memeriksa ken.
" awas kamu ya dek, kakak akan memberi mu pelajaran !"