LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 51



" oh iya, pak frederick menelpon saya semalam, kamu mau punya rencana pindah dan mengikuti kelas akselerasi? " tanya pak samuel kemudian. Rupa nya ini yang menjadi alasan beliau memanggil myra ke ruangannya.


DEG


' apa paman frederick sudah mengatakan alasan nya ? ' batin myra. Ia meremas tangan nya gugup. Karena bagaimana pun ini baru rencana mentah yang myra miliki. Ia juga masih belum yakin dengan keputusan yang ia pilih.


pak samuel melihat kegugupan myra, ia terkekeh pela. Rupa nya nona muda kondou inc yang terkenal misterius itu bisa menampilkan ekspresi gugup seperti ini.


" tenang saja nak myra, baru bapak yang mengetahui nya, " kata pak samuel lagi. Myra menghembuskan nafas lega. ia tentu saja takut jika rencana nya tersebar, apalagi jika sampai ke telinga ken. Ya sebenarnya sih tidak apa - apa. Tapi menurut myra, sebelum dia yakin dengan rencana nya, ia lebih memilih menyembunyikannya dulu.


" saya sebenarnya amat menyayangkan jika harus kehilangan murid berbakat seperti nak myra, tetapi jika kepindahan nak myra memiliki sebuah alasan yang kuat, saya akan mendukung penuh. Sekolah akan menyiapkan keperluan yang menjadi syarat di tempat yang baru. Dan lagi, bapak merasa sayang juga jika nak myra tidak mengikuti kelas akselerasi, mengingat kejeniusan nak myra, akan sangat mudah bagi nak myra untuk langsung lompat ke kelas 3, " jelas samuel.


Myra hanya mengangguk - angguk mendengar pendapat samuel. Memang benar, jika ia mau ia bahkan sudah bisa lulus tahun ini. Tapi kembali lagi ke alasan myra untuk tidak ikut kelas akselerasi, semua karena KEN. Ia masih ingin berjuang. Entah pada akhirnya ia yang akan semakin terluka,


" myra juga masih bingung pak, karena myra masih belum yakin. Masih ada sesuatu yang harus myra pastikan, " jawab myra dengan ambigu. Wajahnya terlihat sendu.


" nak, bapak akan bicara sebagai seorang orang tua yang berbicara kepada anak nya,"


" jika hal tersebut sudah mulai menyakiti batin mu, maka lepaskan. Melepaskan bukan berarti kalah. Justru dengan melepaskan, kita akan merasa damai. Dan kita juga bisa melihat, apakah kita memiliki nilai untuk seseorang tersebut, " kata samuel dengan penuh arti. Myra mendongak menatap samuel dengan intens. Apa pak samuel tahu sesuatu ? Begitu batin nya.


Pak samuel hanya terkekeh, ia menjadi yakin dengan tebakan nya. Ada seseorang yang sedang bertengger di hati gadis muda ini.


" bapak juga pernah muda jika nak myra lupa, " kata samuel. Myra tersenyum lebar mendengar guyonan yang di lontarkan kepala sekolah nya ini. Ia merasa hangat dengan nasehat kepala sekolahnya ini. Seperti saat berbicara dengan mami dan papi nya. Ah myra jadi rindu dengan mami dan papi nya. Ia harus berkunjung nanti.


" myra akan pikirkan sekali lagi pak, jikapun myra jadi pindah, myra pasti akan menyelesaikan perlombaan itu dulu, " janji myra.


" sekali lagi bapak ucapkan terima kasih kepada nak myra, " kata pak samuel.


Setelah mengobrol beberapa hal lain, myra segera berpamitan dan keluar dari rung kepala sekolah.


Di luar sudah sangat sepi karena memang sudah menunjukkan pukul 4 sore. Myra memutuskan untuk mampir ke mushola sekolah untuk melakukan kewajiban nya karena sempat tertunda tadi.


💨💨💨


Myra sudah menyelesaikan kewajiban nya. Kini ia sedang memakai sepatu nya sembari memikirkan hal yang membuatnya pusing sekarang.


' bagaiman aku pulang, ' batin nya.


Ingin ia menghubungi gery, tapi ia tidak ingin menganggu gery yang mungkin saja masih sibuk di kantor atau malah sudah pulan dan sedang beristirahat.


' hhhh, ribet banget deh, apa aku minta orang kantor untuk mengirimiku motor aja ke sini, ' monolog hati myra.


📞: assalamualaikum, halo "


📞: " ...... "


📞: " iya pak syarif, saya mau minta tolong, buat kirimkan motor matic saya yang di gedung apartemen,"


📞: "...... "


📞: " iya yang biru saja, yang enteng, "


📞: " ..... "


📞: " baik pak syarif, terima kasih ya pak, myra tunggu di depan sekolah, "


📞: " .... "


' nah gini kan enak, myra jadi bisa jalan - jalan naik motor lagi, yuhuuuu ' sorak myra dalam hati.


Ia teringat terakhir kali ia naik motor adalah saat papi dan mami nya asih hidup. Itu saja ia harus mendengarkan ceramah tujuh menit dari sang mami yang saat itu khawatir meskipun myra menaiki motor hanya untuk keliling komplek saja.


Myra merasa sedih saat mengingat hal itu lagi. Teringat saat masa - masa ke dua orang tua nya masih ada. Myra yang melihat ceramah sang mami, perhatian dan pendidikan dari sang papi. Saat sedang menangis karena gagal membuat robot pertama dan papi nya menghibur nya dengan mengajari nya ilmu hacker. Saat sang mami mengajari nya memasak hingga ia bisa menurunkan resep nya kepada rania di rumah. Saat ia tengah bersantai dengan kedua orang tua nya.


Semua kilasan balik tentang orang tua nya mendadak hadir di pikiran nya. Fix ia mantap untuk mengunjungi makam ke dua orang tua nya saat ini juga. Rindu ini sudah sangat penuh.


Setelah hampir 15 menit menunggu di depan gerbang tinggi sekolah, akhirnya orang pak syarif datang dengan sebuah mobil pick up yang membawa sepeda motor myra. Myra melongo hingga akhirnya terkekeh saat melihat mobilnya di atas mobil pick up.


' dasar pak syarif, masih aja sungkan. Padahal nggak apa - apa jika motornya di pake boncengan, ' batin myra. Sedari dahulu memang bawahan papi nya yang bertugas menjaga penthouse miliknya ii begitu sungkan dengan kebaikan keluarga myra.


" makasih pak, " kata myra ramah saat orang - orang syarif menurunkan motor nya.


" tentu nona, kami permisi, " pamit mereka.


Myra segera mengendarai motor nya menuju pemakaman umum setelah menggunakan helm dan masker.


Makam kedua orang tua myra memang berada di pemakaman umum, namun terletak di blok yang khusus. Mereka dahulu memang sudah membeli lahan di area pemakaman tersebut.


" hai mi, pi, myra datang lagi, " sapa myra di atas gundukan tanah makam orang tua nya. Myra meletakkan buket bunga yang tadi sempat ia beli di jalan.


" mi, myr kangen mami, kangen di omelin mami. He he he, eh iya, mami tahu nggak, myra pake motor loh. Hi hi hi "


" maafin myra jika myra bandel nekat pakai motor, abisan enakan pakai motor mi, "


" pi, apa kabar ? Myra kangen nge hacker bareng papi, papi tahu nggak, alhamdulillah myra sudah menyelesaikan projek itu. Yaah tetap di bantu sama om ahmad dan tim sih, he he he, "


" myra pengen ambil kelas akselerasi pi, boleh kan pi ? Kan dulu papi yang selalu maksa myra buat ikut kelas akselerasi, sayang bakat myra kata nya, "


" myra juga punya banyak teman selain gery pi, sekarang tambah kak Melvin. Myra bahagia kok pi, mi. "


" myra bahagia, meski ken sudah dengan yang lain, " isak tangis myra tak tertahankan lagi. Setiap kata yang terucap, setetes air mata menetes.


" apa myra harus menyerah mi,pi ? Seperti yang mami kata kan saat itu ? "


" ijinkan myra berjuang satu kali lagi mi, satu kali saja. Agar myra punya alasan untuk membunuh rasa di hati myra, myra janji, sekali lagi myra tersakiti, myra akan ikut kata papi untuk sekolah di luar negeri dan fokus dengan kondou inc, " janji sudah terucap. Dan myra sudah bertekad.


Setelah berkeluh kesah cukup lama, myra beranjak dari makan ke dua orang tua nya. Waktu sudah menunjukkan hampir ja 6 sore. Myra tidak takut ? Jawaban nya tentu tidak. Ia memang sudah terbiasa datang dan pulang sekitar jam segitu. Dan juga ada banyak penjaga makam yang sering kali berkeliling.


' apa aku pulang saja ke penthouse ya, udah lama banget nggak ke penthouse, lagi pula jarak nya lebih dekat dari pada balik ke komplek. Trus juga nanti akan ada fahmi dan juga gery di lantai bawah, ' monolog myra.


Myra memutuskan untuk pulang ke penthouse. Karena memang jarak nya lebih dekat dengan area pemakaman umum. Myra memang jarang menginap di penthouse, karena alasan nya tidak ada rania di sana. Memang apartemen kondou belum menerapkan hunian sistem robot.


Myra berkendara menuju apartemen dengan hanya menghabiskan waktu 15 menit saja. Sedikit ngebut karena ia mengejar waktu magrib.


Di depan lobby ia sudah melihat beberapa satpam yang akan bergantian shift.


" sore nona muda, " sapa mereka. Myra memang sudah menghapus make up cupu nya, tetapi ia memakai masker khas nona muda kondou inc sehingga mereka semua mengenalnya.


Myra berhenti dan mengangguk. Ia tersenyum ramah dan membalas sapaan mereka sebelum ia berjalan ke arah lift khusus.


" tunggu dulu, bukan nya itu lusi ?"