LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 60



" ami, ngomong - ngomong kenapa kak myra dan bang ken belum datang ya ?" darren mulai menanyakan tentang myra. Michael nampak menajamkan telinga nya untuk mendengarkan jawaban dari fahmi.


" mac......"


" ASSALAMUALAIKUM.. SPADAAAA "


Sebelum fahmi menjawab pertanyaan darren, pintu apartemen sudah terbuka dan suara melengking khas myra sudah terdengar.


Di depan sana, nampak terlihat myra dan juga ken berjalan beriringan. Myra dengan senyum cerahnya nampak begitu menawan. Sementara ken seperti biasa, stelan nya yang datar dan hanya meleleh jika bersama myra saja.


" tuh, lo kan tadi nanyain si es kutub. Tuh udah datang " cibir gerald kepada darren.


Darren yang mendengar cibiran gerald hanya bisa cengengesan. Tapi ia tak urung segera maju untuk menyapa ken dan myra menggantikan sang tuan pemilik pesta yang hilang entah kemana karena sedari awal belum terlihat.


" kak myra, kak ken. Akhirnya datang juga." ucap darren. Tangan nya sudah memasang pose salim kepada ken dan myra.


" eh kamu darr, kalau kamu udah dateng, berarti bang mel udah datang ?" tanya myra. Darren mengangguk mengiyakan.


" itu arti nya nasi tiwul ku udah datang juga ?" tanya myra lagi dengan mata yang berbinar.


Harus menangis atau tertawa lah si darren ini. Kakak nya yang satu ini memang maniak tiwul !.


' hmmm, sudah kak. Tadi darren juga suah cek ke dalam, semua sudah siap, " jawab darren memberi informasi.


Myra mengangguk antusias. Ia bahkan lupa dengan ken yang berada di sebelah nya yang sedang memperhatikan wajah berbinar myra hanya karena makanan. Dengan gemas ken mencubit hidung myra gemas, membuat myra 'sadar' akan kehadiran ken.


" he he he, maaf maaf. Ya udah kamu ikutan kumpul gerald aja, aku mau cek rose dulu, " ucap myra sambil nyengir. Ken hanya menggelengkan kepala nya.


" ya udah, aku ke gerald dulu kalau begitu, " ucap ken. Ia kemudian beranjak menghampiri gerald yang sedang berkumpul dengan bob, michael dan juga fahmi.


Setelah melihat ken udah perg, perhatian myra kembali kepada darren, setengah myra berbisik ke pada darren.


" bang me kemana ?" tanya myra. Setelah ia menoleh ke kanan dan ke kri, ia sadar jika tidak ada melvin dan mikayla di radar penglihatan nya. Ia langsung bisa simpulkan, jika melvin sudah bertemu dengan mikayla.


" itu .. Itu di sana kak, sama wanita. Tapi darren nggak tahu itu siapa " jawab darren sambil menunjukkan posisi melvin dan mikayla berada.


Myra segera melongokkan kepala nya, ia melihat jika melvin tengah berbincang dengan serius pada wanita yang myra tahu itu mikayla.


Myra tersenyum dan menepuk pelan pundak darren lalu ia berkata kepada darren.


" nggak usah khawatir, abang nggak akan macam - macam. Malah seperti nya kita harus berdoa, siapa tahu kita akan mendapat kakak ipar " ucap myra sambil menaik turunkan alis nya dan tersenyum kepada darren.


Mata darren sempat membola sejenak namun ketika ia sudah mencerna ucapan myra, mata nya berubah berbinar - binar. Sungguh ia juga merasa kasihan kepada sang kakak ketika ibu mereka terus mendesak untuk mengenalkan seorang calon istri untuk di bawa pulang ke rumah.


" jadi, itu wanita yang bisa gaet hati abang kita ?" tanya darren penasaran.


" hmmm, makanya kita harus berdoa. Saat ini, hubungan mereka terlalu rumit. Semoga dengan mereka bertemu, masalah antara mereka segera selesa dan berakhir bahagia, " ucap myra dengan tulus. Darren hanya mengangguk dan menatap kakak nya dari kejauhan. Doa yang baik segera meluncur dari bibir nya.


" tadi sih kata nya jemput kak rose ke atas, " jawab darren sambil mengangkat ke dua bahu nya.


" wahh, nggak bener nih bocah !.


Myra diam - diam menggerutu di hati nya. Si gery bukan nya segera pulang, malah pacaran dulu.


" kakak akan susul mereka, tak boleh jadi nih, " ucap myra sambil berlalu menuju penthouse nya.


Memang selama menjelang hari pernikahan, rose akan tinggal di penthouse myra. Terkadang myra juga tidur di penthouse nya untuk menemani sahabat nya ini


Rose tentu memiliki unit sendiri di lantai 30. Sama dengan melvin, darren, dan juga fahmi. Myra secara khusus memang memberi mereka satu persatu unit di lantai 30 apartemen KONDOU.


...----------------...


sementara myra menyusul pasangan somplak yang seenak nya meninggalkan acara yang susah payah myra buat, ken dan michael kembali bertukar pandangan yang tajam,


" bisakah kita bicara ??" ucap ken datar dan dingin kepada michael. Michael nampak mengangkat alisnya heran. Ada apa pula tuan muda ALEXANDER ini ?


" ya, tentu saja, " ucap michael langsung menyetujui nya.


Sementara fahmi, gerald dan bob hanya menonton dari samping. Diam - diam, fahmi menyelinapkan flying dragonfly untuk mengikuti ken dan michael.


Ia sempat melirik ke arah myra yang nampak keluar dari apartemen. Dan fahmi tahu, kakak nya itu pasti akan menyusul abang nya dan alon kakak ipar nya.


Bob dan gerald merasa sangat cemas sekarang. Bob, alih - alih merasa cemas karena bos nya itu nampak sekali selalu mencari waktu untuk memantik kemarahan dari kekasih myra. Bob hanya tidak ingin bos nya kenapa - napa.


Sementara gerald, ia hanya takut jika ken tidak bisa mengontrol emosi nya.


Selama ini,gerald lah yang tahu dengan pasti bagaimana kondisi mental ken. Terutama setelah di tinggal myra 6 tahun yang lalu.


Ken sangat sensitif jika ada orang yang menyinggung kesalahan nya kepada myra, masih ada sisa - sisa ketakutan di hati ken. dan gerald sangat sadar, jika pria bernama michael ini nampak nya masih enggan untuk menyerah untuk mengejar myra. Sedari adi di kafe, meski ia tengah mengobrol dengan myra, sudut mata gerald tetap melirik ke arh ken dan michael yang tengah bersitegang. Pria itu masih gencar menyudutkan ken. Salah - salah, takut nya nanti pria itu malah menumbuhkan trauma ken lagi. Hanya dalam beberapa jam kemarin, gerald dapat menyimpulkan, jika emosi ken masih belum stabil. Hanya saja, ada keberadaan myra yang bisa menekan emosi ken. Gerald hanya berharap, jika michael tidak keterlaluan memancing emosi ken nanti nya.


" nggak usah khawatir begitu, bang gerl " ucap fahmi.


" lo nggak tahu, bocil. Ken masih belum stabil, " ucap gerald sambil terus melirik ke arah ken dan michael pergi tadi. Bob hanya terdiam sambil memperhatikan percakapan kedua nya.


" ken masih menderita FEAR OF ABANDONMENT" bisik gerald misterius.


Meski tidak mengerti, fahmi dan juga bob nampak sangat penasaran dengan ucapan gerald.


...----------------...


" jadi, ada keperluan apa tuan muda ALEXANDER meminta untuk berbicara secara 'INTIM' .... "