
" ke .. Kenapa ?"
" KONDOU Inc ? Ja .. Jadi, kamu pemilik perusahaan ini ?" ken pun sedikit ragu dengan pertanyaan nya sendiri.
Hei bung, bukan nya ini sudah cukup jelas ? Lo udah di sini sedari pagi, right?
Myra tersipu malu. Ia menunduk dan mengangguk malu - malu.
Ken menghembuskan nafas kasar saat mendengar pengakuan nya.
Pantas saja,
Gantungan kunci, robot
mini proyektor,
Bahkan sistem rania yang berada di rumah komplek myra.
Semua menampilkan loGo KONDOU !!
Bahkan ingatan ken terlempar pada kenangan masa lalu. Di mana ia dan myra serta gery, rose dan gerald memainkan game KINGDOM OF KONDOU !!!
Ken kembali memandang myra dengan gemas. Ia meraih wajah myra dan mencubit hidung nya gemas.
" nakal, " ucap ken. Myra mengernyit tidak paham dengan maksud ucapan ken.
" kenapa ? Apa yang nakal ?" tanya myra bingung.
Ken tidak menjawab, ia malah menatap wajah ayu myra. Ia telusuri wajah myra menggunakan jari nya. Mengagumi kecantikan wajah myra yang hari ini sedikit di beri polesan tipis make up.
" cantik, cantik sekali, " gumam ken lirih. Membuat myra tersipu.
Buru - buru myra hendak menundukkan wajahnya, tetapi ken segera menahan nya.
" kamu mau janji sama aku ?" tanya ken dengan lirih. Myra membalas tatapan ken mengisyaratkan jika ia bertanya ia harus berjanji apa.
" berjanji lah, jangan pernah pergi lagi dari hidupku , berjanji lah kamu nggak akan menghukum ku dengan pergi jauh lagi, " ucap ken secara lugas.
Myra terdiam, ia mencerna apa yang di ucapkan oleh ken kepada nya. Lalu myra mendongak menatap mata ken yang masih saja memandang nya.
" apa sebegitu penting nya aku di kehidupan mu, ken ?" tanya myra.
Ken langsung mengangguk tanpa menunggu apa - apa lagi.
" ya, sangat berarti. Bagi ku, kamu segala nya. Tidak kah kamu tahu, sejak kepergian mu kala itu, rasa ya aku tidak ingin hidup lagi, aku bahkan pindah ke apartemen. Setiap kali aku menatap arah jendela kamar mu, bayanganmu seolah sedang mengejek ku dari sana, "
" semua itu sangat berat buatku, myr. Jauh lebih menyakitkan daripada saat melihat lusi berselingkuh dan membohongiku. Jauh lebih sakit saat melihat mu berlumuran darah dan aku tidak bisa menemui mu, " jelas ken sambil memeluk myr lagi.
" ta .. Tapi ken, kita hanya lah ... Tetangga, " bantah myra.
Ken langsung melepaskan pelukan nya dan menatap myra tajam. Oke, sekarang myra sedikit bergidik melihat ken yang seperti ini.
" kata siapa ? Kita adalah tunangan !" sanggah ken cepat.
Myra melongo mendengar sanggahan ken yang tidak tahu malu itu.
" tapi kan aku sudah membata ... "
" NO. NO . NO. Nggak ada batal batal. Selama nya kamu hanya milikku, myra hanya milik ken ! " potong ken sebelum myra menyelesaikan ucapan nya.
Myra hanya bisa melongo dan pasrah saja mendengar ucapan ken. Apakah ia bisa menolak ? Walaupun bisa, tapi apakah ia akan menolak ? Tidak munafik, bukan kah memang ini keinginan nya selama ini ? Bisa hdup bersama ken, saling mencintai ?
Krn kembali memeluk erat tubuh mungil myra. Dan myra nampak menikmati momen ini. Ia kangen dengan ken. Sangat. Sudah tidak bisa di bohongi lagi, jika selama 6 tahun ini ia juga cukup, bukan cukup saja, sangat tersiksa karena berjauhan dengan ken. Lebih tepat nya ia yang menjauh dari ken.
Hampir setengah jam ken memeluk myra. Ken sama sekali tidak berniat untuk melepaskan pelukan nya ke myra.. Seolah ia takut jika myra bisa saja tiba - tiba pergi lagi dari hadapan nya.
" ke .. Ken, lepas " cicit myra sambil mencoba untuk mendorong dada ken yang menempel kepada nya.
" nggak, aku nggak mau lepasin kamu, nanti kamu bakal pergi lagi, " ucap ken trauma. Seperti nya ken benar - benar ketakutan sekarang. Takut jika ini semua hanya lah mimpi indah untuk nya. Diam - diam ken bahkan berdoa.
' ya allah, jika aku sedang bermimpi, aku mohon jangan bangun kan aku ~' batin ken.
" ta .. Tapi ger .. Gerah ken, " cicit myra lagi.
Ken melepaskan pelukan nya dan menatap heran serta bingung ke arah myra.
" gerah ? AC di ruangan meeting jauh lebih dingin dari pada di loby depan ruang loh, " ucap ken kebingungan.
' iya badan aku yang gerah, kepanasan karena kamu peluk - peluk aku ken, ' jerit myra dalam hati.
Melihat myra yang tidak menjawab dan malah tersenyum malu - malu, membuat ken tahu apa yang ada di pikiran myra. Ken kembali meraih myra ke dalam pelukan nya.
" gemes banget sih tunangan aku, " ucap ken tanpa tahu malu.
" tapi kita sudah membatalkan pertunangan kita, ken" kekeh myra.
Benar kata myra kan ? Myra memang sudah bilang keada orang tua ken jika ia membatalkan perjodohan antara mereka.
Meski nyata nya baik mommy atau daddy ken tidak pernah setuju dan masih menganggap myra sebagai jodoh anak nya. Tapi myra tentu saja tidak tahu. Karena saat itu, myra benar - benar tidak bertemu dengan ke dua nya dan hanya saling mengubungi via ponsel. Itupun myra nampak membatasi waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua ken ataupun dengan bryan.
Saat itu dalam pikiran myra, myra hanya takut jika sampai ken tahu ia masih berhubungan dengan keluarga nya dan menuduh ia masih berharap kepada nya. Makanya ia selalu menutup akses komunikasi mereka, dan hanya mengubungi mereka 2-3 kali dalam seminggu.
Ken menatap lekat dan tajam ke arah myra. Myra menggigit bawah bibir nya karena merasa gugup dengan tatapan laser milik ken.
" maaf, maafin aku, ya ?" kata ken sendu. Myra mendongakkan wajah nya dan menatap bingung ke arah ken.
" apa kamu masih nggak mau maafin aku? Sampai kamu anggap pertunangan kita batal ? Kamu masih belum puas untuk hukum aku ?" tanya ken sendu.
" tapi, aku memang sudah bilang sama mommy dan daddy kalau aku milih mundur ken, sebelum aku samperin kamu saat di kafe itu." jelas myra dengan menunduk.
" saat itu aku memang sedang berada di mansion untuk membatalkan pertunangan kita dan untuk berpamitan kepada mommy dan daddy. Aku milih buat mundur dn biarin kamu bahagia dengan pilihan kamu, "
Sungguh, hati ken saat ini terasa tercabik mendengar ucapan myra yang seperti nya juga menahan tangis nya.
" saat itu, setelah aku tahu jika kamu ternyata sedang bertemu dengan jhonson, aku langsung bilang ke mommy dan daddy buat batalin pertunangan yang di minta sama mami dan papi. Lalu aku langsung nyusul kamu ke kafe, karena aku tahu, jika jhonson dan lusi pasti akan menjalankan rencana mereka buat habisin kamu saat itu ... "
DEG