LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 87



" HEI, JA**NG , apa kabar !" kata ken dengan suara yang begitu dingin. Bibirnya nampak menyeringai. Tidak ada lagi sapaan hangat .


Fahmi yang sudah berada di sana dan merasakan kehadiran gery juga ken saja kaget saat mendengar nada ken yang nampak jauh berbeda dari saat ia berteriak tadi.


Sedangkan lusi yang mendengar suara yang familiar di telinga nya, segera menoleh. Mata nya nampak berbinar setelah melihat siapa yang datang. Ternyata ia masih tidak sadar atau malah lupa jika ken sudah tahu dengan sifat busuk dan niat buruknya.


Sedangkan jhonson hanya menyeringai sinis di tengah - tengah situasi pelik yang akan menimpa mereka. Dia merasa di atas angin saat melihat ken yang murka. Pertanda jika ia berhasil membuat myra terluka. Ada kepuasan tersendiri saat melihat ken yang frustasi. Karena tidak bisa di pungkiri jika sebenarnya ia juga iri melihat ken yang selalu di puja oleh semua siswi di sekolah meski pun ken tidak menghiraukan mereka selain lusi.


" kak ken, kakak datang untung menyelamatkan lusi dan juga kak jhonson kan, " racau lusi.


Seolah - olah ia masih menyandang status sebagai kekasih ken sehingga ia malah bersikap manja seperti biasa. gery dan fahmi menampilkan ekspresi mau muntah melihat tengah lusi yang tidak tahu malu.


Sedangkan ken, rahangnya mengeras, gigi nya gemeletukan menahan emosi. Kenapa ia dulu begitu bodoh saat dengan mudahnya terbujuk oleh nada manja lusi seperti ini.


" kak, tolong bebaskan lusi dari sini, merea kasar ke lusi dan kak jhonson, " lanjut lusi. Saat ia melongok ke arah belakang ken, ia terperanjat melihat ada gery yang tengah menyeringai.


Seketika lusi tersadar sesuatu, bukan kah ia dan jhonson sudah sepakat membuka penyamaran mereka. Bukan nya ia memang mereka merencanakan penabrakan terhadap ken.


Ia kembali menatap ke arah gery yang berjalan ke samping fahmi dan merangkul kan tangan nya pada bahu pria kecil itu dengan tatapan yang masih menatap ke arah nya.


Lusi mengalihkan pandangan nya kepda ken. Ken sedang menatap tajam nya. Seketika ia meneguk ludah kasar.


" ka.. Kak, " panggil lusi takut -takut.


" JANGAN PANGGIL GUE KAK, JA**NG SIALAN !! " raung ken murka. Lusi membeliak kaget. Ia tidak pernah tahu jika ken memiliki sifat seperti ini. Jhonson pun sempat kaget meskipun ia langsung menormalkan ekspresi nya.


' wow, si brengs*k ini lumayan gaang juga jika sedang emosi,' batin fahmi.


' kenapa lo baru keluarin sifat tegas lo ini setelah myra terbaring ken ?' batin gery.


" SETELAH APA YANG LO LAKUIN KE GUE, JANGAN PERNAH BERMIMPI LO BAKAL LEPAS DARI GUE, "


" LO DAN JUGA KEKASIH BI**DAPMU AKAN BERHADAPAN DENGAN KELUARGA ALEXANDER !" teriak ken.


DEG


' al.. Alexander ? Perusahaan real estate yang terkenal bahkan sampai di mancanegara itu ? Apa jangan - jangan .... ' batin jhonson yang terkejut dengan apa yang ia dengar.


Tidak cukup ia mendengar jika mya ternyata adalah nona muda kondou inc, sedangkan ia juga di hadapkan jika pria yang selama ini ia anggap sebagai pria bodoh yang mudah terpengaruh dengan kecantikan lusi malah seorang pewaris dari grup raksasa yang bahkan terkenal hingga mancanegara.


' ap .. apa ? Keluarga Alexander ? Jangan bilang jika ken adalah bagian ari keluarga raksasa itu ? Atau malah ia adalah sang putra mahkota?' batin lusi.


Bukan hanya lusi dan jhonson yang kaget mendengar teriakan ken. Gery dan fahmi pun juga terkejut. Bukan perihal ken yang adalah putra mahkota alexander group, tetapi karena perkataan ken yang menyebutkan jika alexander group akan ikut campur mengenai masalah ini.


" APA MAKSUDMU BRENGS*K !! JANGAN SOK HANYA KARENA LO KELUARGA ALEXANDER !! KAMI TIDAK KAN MENYERAHKAN MEREKA ! KARENA INI SUDAH MENJADI WEWENANG KO...."


" FAHMI !" sahut gery dingin sambil menatap tajam gery penuh dengan peringatan. Fahmi nampak melipat bibir nya karena hampir saja keceplosan dengan akan menyebut nama KONDOU INC.


" sorry ken, tapi untuk mereka, gue rasa kami yang lebih berha ... "


" maaf ger, gue mohon. Biarkan gue yang akan memberikan mereka pelajaran " ken memelas. Gery bingung. Di satu sisi mereka juga memiliki dendam keada kedua orang ini karena menyebabkan myra kecelakaan. Tapi di sisi lain memang ken lah yang paling di rugikan.


" nanti gue diskusi dengan atasan kami, " putus gery. Ken tersenyum puas.


" tu .. Tunggu kak ken, kamu bilang kamu dari keluarga alexander ?" kata lusi.


Pandangan ken segera beralih ke arah lusi begitu wanita itu mengeluarkan suara. Ken berdecih.


" kenapa hah ? Lo nyesel ? Lo nggak nyangka jika pria yang lo anggap bodoh dan naif ini adalah anak konglomerat ?"


" harus gue akui, kalian berhasil karena kalian sudah membohongi gue, memeras uang gue meski itu hanya dalam jumlah seujung kuku , "


Fahmi berdecih mendengar nada sombong yang di keluarkan ken. Tapi ia hanya diam menyimak ken yang tengah mengeluarkan unek - unek nya.


" kalian bahkan berhasil mengadu domba antara gue dan myra hingga .. " ken menarik nafasnya yang sesak dan menahan air mta nya yang ingin menetes saat ia mengingat myra.


" hingga gue benci ke myra sampai kalian akhirnya menabraknya,"


Terlihat Fahmi yang semakin mengepalkan tangan nya emosi, bahkan gigi gery saja sudah bergemeletukan menahan amarah di hati nya.


" dan gue akan pastikan, kalina berdua akan mendapatkan balasan yang bahkan lebih parah dari myra sebelum kami serahkan ke polisi interpol ! " kata ken tajam


Seketika lusi dan jhonson menengadahkan wajah nya saat mendengar jika mereka akan di serahkan ke polisi interpol.


' sial, ken adalah alexander ? Jika tah dia adalah generasi keua orang terkaya di negara ini, gue nggak akan melepasnya, ' batin lusi sambil menatap ken peuh damba.


sedangkan jhonson nampak menggigit bibirnya saat perasaan gelisah itu datang lagi. Dia melirik lusi yang sseperti nya sama keadaannya dengan nya.


' sial, kenapa kami sial sekali ! Sialan, gue butuh amunisi itu, ' batin jhonson.


Badan lusi dan jhonson nampak bergetar aneh. Ken dan yang lain nampak memperhatikan mereka ketika mereka tiba - tiba berhenti bicara terutama lusi.


Semakin aneh lagi ketika kedua nya mulai nampak kesakitan dan mencengkeram rambut mereka kencang.


" ketua, maaf, sudah sejak sebelum kalian datang, mereka berdua sudah nampak gelisah. Terkadang mereka marah - marah daan mengeluh lapar, " lapor alpha 1 di telinga fahmi dan masih bisa di dengar oleh ken dan gery yang memang berada d dekat Fahmi.


Ken, fahmi, dan gery terkejut. Seketika mereka teringat jika mereka berdua adalah pecandu. Dan kemungkinan sejak di tangkap kemarin mereka pasti tidak mendapat asupan benda haram itu.


" apa jangan - jangan mereka sedang sak** bang ?" gumam Fahmi kepada gery.


" mungkin, " jawab gery. Sedangkan ken hanya menatap nanar ke arah lusi yang semakin terlihat kesakitan. Dia merasa menyesal karena pernah memuja lusi hingga mengabaikan myra.


" kak, ken, ku mohon selamatkan lusi, kakak cinta sama lusi kan kak, "