LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 66



" myra.. "


" myra .. Maafin aku .. "


Bahu myra sudah basah karena air mata dan keringat ken. MYra masih tetap mengelus sayang punggung kokoh itu dengan sayang.


" he, aku sudah pulang,, "


" aku di sini. Aku di dekat mu dan nggak akan tinggalin kamu .. " bisik myra samil berusaha menahan isakan nya. Air mata nya sudah terburai sedari tadi tapi ia menahan isakan nya.


Gerald sempat ingin mencarikan obat penenang, tapi myra menolak nya keras. Ia tidak ingin ken mnejadi ketergantungan nanti nya. Myra hanya yakin, ken akan pulih jika ada diri nya.


Ken sedikit mendongak, menatap mata bening myra. Ia mulai meraba wajah myra perlahan. Merasai nya. Mencoba mengingatkan otak nya jika ini bukan hanya mimpi.


Perlahan, kesadaran ken kembali. Nafas nya sudah lebih tenang dan meski ia masih merasakan rasa sakit di kepala nya. Ia masih setia menyandarkan kepala nya di bahu kecil wanita nya.


" apa kamu menyesal pulang ? Apa kamu menyesal memaafkan aku ?" tanya ken random, myra sedikit mengernyit. Ken menanyakan hal ini setelah beberapa minggu setelah kepulangan nya bukan nya sedikit terlambat ?.


Tidak mendapati jawaban dari myra yang ternyata sedang berusaha mencerna maksud pertanyaan ken, membuat ken berwajah muram lagi.


" apa .. Apa aku masih pantas menjadi suami mu setelah semua kesalahan ku di masa lalu ?" tanya nya lagi. Myra melepaskan pelukan nya saat ini dan mulai menatap tajam ke arah ken yang nampak takut - takut dalam melihat nya. Imut sekali ~


" kenapa ? Ada apa hmm ? kenapa tiba - tiba menanyakan sesuatu yang sudah pasti jawaban nya?" myra malah bertanya balik kepada ken.


"myra, aku sangat mencintai mu. Tahukah kamu ?" bisik ken yang kembali memeluk nya.


" aku tahu, " jawab myra sambil tersenyum. Ia menyeka air mata di pipi nya. Hati nya sedikit lega melihat ken yang sudah mereda trauma nya. Tapi ia masih berpikiran untuk bertanya kepada dokter will untuk membawa ken ke dokter psikolog nanti nya.


" aku bisa benar - benar gila jika kamu kembali pergi dari hidupku, " bisik ken lagi. Ken mengangguk dan mulai memapah ken untuk duduk di sofa.


Baru setelah melihat ken yang sudah tenang, semua mendekat. Begitu juga dnegan michael, mikayla dan bob. Meski pun michael terlihat menunduk.


" lo, nggak apa - apa , ken ?gue perlu telpon bang bryan ?" tanya gerald begitu perhatian. Jika Bukan karena hal yang sedang darurat seperti, ken pasti sudah menendangnya karena wajah panik gerald begitu menggelikan.


" nggak usah, gerald. Kasihan bang bryan. Seperti nya ia baru tiba karena ia baru pulang dari luar kota menggantikan ken yang sudah kabur terlebih dulu tadi, " jawab myra setengah menyindir ken. Ken nampak tidak perduli dan hanya mengusak ke dalam bahu myra.


Fahmi yang melihat pemandangan itu, ingin sekali menendang bo*kong ken, tetapi belum sempat beraksi, ia sudah mendapat pelototan maut dan ejekan dari darren sehingga ia hanya menyusut kepala nya.


Melvin nampak maju dan nampak ingin berbicara, mikayla dan bob membiarkan saja aksi michael itu.


" ehm, myra. Aku minta maaf, semua ini kare .. "


" nggak apa, mike. Nggak ada yang salah, ken juga sudah tenang " ucap myra memotong ucapan michael sambil tetap tersenyum hangat kepada michael. Membuat michael sedikit tertegun.


' bahkan saat tahu jika ini adalah kesalahan orang lain, lo terus saja bisa tersenyum, myr. Sungguh sangat di sayangkan, kita bertemu terlambat,' batin melvin.


Melvin mengangguk dan juga tersenyum. Ia undur diri dan duduk dengan tenang di antara bob dan juga kakak nya.


" hmmm, iya kak, gimana menurut lo ?" rose juga ikut berbisik. Gery yang berada di sisi lain rose hanya menggelengkan kepala. Bisa - bisa nya mereka berdua bergosip di depan wajah korban !.


" mayan lah, nggak kalah juga dari si ken. Orkay juga ?" tanya melvin masih sambil berbisik.


" hmmm, keluarga nya memegang bisnis peralatan farmasi di negara S, kayak nya temen SMA sampai kuliah si bos deh, " rose menanggapi pergosipan nya dengan melvin.


Melvin mengangguk - angguk paham. Padahal di otak nya kini sedang memikirkan tentang hubungan antara michael dan mikayla. Jika kedua nya adalah kakak adik, itu berarti mikayla adalah nona muda yang kaya. Ada sedikit rasa rendah hati di pikiran melvin saat memikirkan ini.


' haaah , baru juga ketemu, langsung di hadapkan dengan kenyataan yang berat ' batin melvin menghela nafas kasar.


" jadi, mau bagaimana ? Hubungi dokter Will ?" tanya gery memecahkan keheningan sekaligus memutus acara gosip antara melvin dan rose. Pandangan semua nya beralih kembali kepada myra dan ken.


Wajah ken nampak pucat, kepala nya juga masih sedikit berdenyut hebat.


" hmm, iya. Panggilan saja, juga ada yang ingin gue taya kepada beliau nanti " perintah myra.


Gery langsung bertindak cepat. Memutar formasi jam tangan nya dan berucap.


" direct this command, call dr will "


Gerald sedikit tertegun dnegan cara gery. Begitu juga ken yang masih sedikit melirik ke arah gery. Ia memang merasa lemas saat ini.


Gerald dan ken masih saja di buat takjub dengan teknologi milik jam tangan gery.


Nampak gery sedang berbincang engan seseorang di balik jam tangan nya. Lalu apa guna nya ponsel bagi gery sekarang jika jam tangan nya sudah begitu canggih ?


📞: " baik dok, kami akan menunggu. Langsung saja ke unit saya, "


Gery terlihat sudah menutup telpon nya dan menatap ke arah myra.


" bos. Dokter will akan segera datang, " ucap gery. Myra hanya mengangguk dan kembali fokus ke ken lagi.


" kalian makan saja duluan, sayang banget itu makanan nya udah di pesan loh, " ucap myra. Ia segera mengkode gery sang punya hajat untuk mengajak yang lain keluar.


Gery dan rose yang aham juga langsung mengajak mereka keluar dan melanjutkan acara makan - makan bersama nya.


Kini hanya tinggal fahmi, ken dan myra yang masih tinggal di ruang kerja frederick.


" apa yang mau kamu jelaskan, BOCIL !" myra menekankan kata bocil kepada fahmi yang masih menunduk merasa bersalah sekaligus takut dengan tampang myra yang sungguh menakutkan jika sedang marah.


" jangan pikir kakak nggak tahu jika kamu menghubungi ken dan bilang mengenai michael, " lanjut myra semakin mengintimidasi fahmi.


" maaf kak, " jawab fahmi lesu. Myra hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ia jelas tidak bisa marah kepada fahmi, karena fahmi melakukan ini hanya untuk menguji ken. Myra kemudian menyuruh fahmi untuk pergi ke luar dan meminta nya mengabari jika nanti dokter will sudah sampai.


" sayang, jangan marahi fahmi, "