LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 24



" cepat selesaikan makan kalian dan segera periksa pekerjaan kalian berdua !, jangan malah bergosip " sebelum gery menyelesaikan ucapannya, terdengar myra yang menyela gery. Gery menelan saliva nya kelat mendengar nada bicara myra yang terdengar dingin.


" ba.. Baik bos, " jawab gery dan rose reflek. Myra nampak berdiri dan bersiap meninggalkan mereka berdua.


" kenapa dengan myra,? " tanya rose saat punggung myra sudah tidak terlihat.


" haaah, seperti nya anak baru itu mau mendekati ken, dan lagi ken seperti nya tertarik juga dengan cewek itu, " kata gery menjelaskan situasi nya keada rose. Rose terkejut hingga menutup mulutnya dengan tangannya.


" bukannya kamu bilang jika ken dan myra di jodohkan ? Lagian sebelum libur ini hubungan dan komunikasi mereka juga membaik kan, ?" tanya rose.


" walau di jodohkan, tetapi ken meminta myra untuk membatalkannya dulu." jawab gery. Rose kembali terkejut.


" jahat sekali si ken, " gerutu rose, tangan nya mengepal erat.


" sudah lah, kita jangan ikut campur kecuali myra yang minta bantuan, " putus gery. Ia mengajak rose untuk turun karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.


Di perjalanan menuju kelas mereka, rose dan gery melihat ken sedang berjalan beriringan dengan seorang gadis seumuran mereka. Rose yang langsung tanggap sudah mengira jika gadis itu adalah murid pindahan itu.


" dia cakep banget, " celetuk rose. Gery hanya menatap sekilas kepada pasangan itu. Ia kembali mengajak rose jalan lagi.


" awas kamu ya beb, kalau berpaling apalagi sampai tergoda, " peringat rose. Gery terkekeh dan mengacak pelan rambut rose.


" sudah ku bilang, cuma kamu di hati ku, " jawab gery. Rose tersipu.


Mereka berpisah ke kelas masing - masing. Gery memasuki kelas nya berbarengan dengan gerald yang baru datang juga.


" dari mana kalian ? Gue cari di kantin nggak ada, " tanya gerald. Pasal nya ia tadi ke kantin untuk menyusul rombongan myra tetapi malah tidak menemukan keberadaan mereka bertiga.


" atap " jawab singkat gery. gerald mengangguk.


" rald, gue ganti tempat duduk nya ya, lo duduk sama jhonson, " todong ken saat gerald sampai di meja nya. Keningnya berkerut begitu pula dengan gery.


" heem, oke deh, " kata gerald sambil berpindah kursi. Bukan ia mendekati kursi di samping jhonson tapi malah kursi di seberang gery. Ken tidak memperdulikan nya. Ia sudah duduk dengan lusi. Sesekali mereka bercanda.


Gery menggelengkan kepala. Ia menunggu myra yang ternyata belum masuk ke kelas setelah tadi turun terlebih dahulu.


Tak lama kemudian, bel masuk sudah berbunyi. Myra juga baru masuk. Ia kaget dengan ken yang duduk sebangku dengan lusi. Tak lama. Ia tersenyum kecut dan mulai meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.


" myra kemana saja, " tanya lusi ramah. Myra tersenyum.


" ah, tadi aku makan bekal kok, lalu pergi ke perpustakaan, " jawab myra tak sepenuh nya berbohong. Ia memang makan bekalnya dengan gery dan rose. Tapi saat turun tadi ia di telepon frederick.


FLASHBACK ON


Myra berjalan turun dari rooftop sendiri. Hati nya tak nyaman dengan kedekatan ken dan lusi sedari tadi. Memang ia masih sangat mencintai ken. Tapi bukankah ken meminta nya untuk membatalkan perjodohan di antara mereka ? .


TUT TUT TUT


📞 " assalamualaikum, nona muda.."


📞 " waalaikumsalam, myra om, "


📞 " he he he, iya myra maksudnya.. "


📞 " ada apa om, apa ada masalah di perusahaan ?"


📞 " bukan bukan, om sedang di kantor kepala sekolah mu, bisakah myra ke sini ?"


' ada apa ya, kenapa kepala sekolah tidak langsung menghubungi ku saja, ' batin myra. Ia bergegas menuju kantor kepala sekolah. Pikiran nya sedikit teralihkan dengan ada nya panggilan dari frederick tadi.


TOK TOK TOK


" masuk "


CEKLEK


Myra memasuki ruangan itu. Di dalamnya sudah duduk frederick dengan pak kepala sekolah.


" selamat siang pak, " sapa myra sopan.


" siang nak myra, silahkan duduk, " jawab kepala sekolah ramah. Myra duduk di samping frederick.


" ada apa ya om, ?" tanya myra kepada frederick. Frederick tersenyum ia menatap kepala sekolah.


" begini nak myra, maaf sebelumnya menganggu jam istirahat mu, "


" nggak apa - apa pak, kebetulan saya sudah beristirahat dan berniat untuk kembali ke kelas saat tadi om fred menelepon saya, " jawab myra.


" saya memang meminta tuan frederick untuk mengatakan kepada nak myra, karena nak myra kan sedang dalam masa menyembunyikan identitas, saya ingin nak myra mewakili sekolah untuk lomba pembuatan robot skala internasional yang akan di adakan setengah tahun lagi, " jelas kepala sekolah menyampaikan maksud dan tujuan nya memanggil myra.


" karena tuan Frederick berlaku sebagai wali dari nak myra, maka tadi saya putuskan untuk meminta ijin sekaligus memanggil nak myra ke sini, " sambung kepala sekolah lagi. Myra mengangguk - angguk paham.


" memang waktu pasti nya kapan ya pak ?" tanya myra. Ia tentu harus menyesuaikan jadwalnya sekarang. Karena ia juga tengah di kejar deadline proyeknya.


" kemungkinan setelah kenaikan kelas nanti, nanti akan ada siswa kelas 2 yang akan ikut serta juga, tapi ia hanya sebagai peserta materi, sedangkan nak myra peserta yang mengemban tugas praktek " jelas kepala sekolah, pak samuel. Myra sedikit terdiam untuk berpikir.


" kalau boleh saya tahu, robot jenis apa yang akan di lombakan pak ?" tanya myra lagi.


" seperti nya robot sederhana untuk pekerjaan rumah tangga, seperti robot untuk membantu membersihkan debu, menyapu, dll. Bisa memilih salah satu jenis pekerjaannya, " jawab pak samuel.


Myra bersorak dalam hati. Ia sudah menguasai robot yang akan di lombakan, jadi bukan hal sulit bagi nya. Ia menoleh ke arah frederick untuk meminta izin. Walau bagaimana pun, sekarang frederick adalah wali untuk almyra. Frederick mengangguk memberikan izin kepada myra. Meskipun nona muda nya di kejar deadline dengan proyek flying dragonfly, tapi saat mendengar jenis robot yang akan dipertandingkan ia yakin jika myra pasti mampu.


" baiklah pak, saya bersedia, " kata myra mantap. Pak Samuel mengangguk puas dengan jawaban myra.


" baik, terima kasih nak myra, nak myra bisa meminta pihak sekolah untuk perihal bahan - bahn yang di gunakan sebagai latihan nanti, " usul pak samuel. Myra menggelengkan kepala.


" tidak perlu pak, maaf sebelumnya jika terkesan tidak sopan karena menolak bantuan bapak dan pihak sekolah, tetapi insya allah saya sudah ada bahan, " tolak halus myra. Pak Samuel mengangguk paham.


" baiklah, tetapi jika nanti ada hal yang di perlukan dan kami bisa membantu menyediakannya, jangan sungkan untuk meminta nya. Lalu temui juga senior yang akan bertanding dengan mu nanti, " pesan pak samuel. Myra mengangguk. Setelah apa yang sudah di bicarakan selesai, myra dan frederick undur diri.


" no.. Eh maksud saya myra, anda tetap harus menjaga kesehatan, karena saat ini anda memiliki tambahan tanggung jawab, " peringat frederick saat mereka sudah berada di luar ruangan kepala sekolah.


" om fred tenang saja, " jawab myra tersenyum.


" bagaimana mengenai tawaran saya untuk kelas akselerasi ?" tanya frederick. Ia memang menawarkan myra untuk mengikuti program lompat kelas itu dengan anaknya juga.


" nanti saja om, myra masih pengen sekolah kayak anak - anak biasa, " dan jawaban myra masih sama, menolak. Frederick hanya mengangguk. Ia sedikit membungkuk saat berpamitan untuk kembali ke kantor nya.


FLASHBACK OFF


" myr, hei, myra, "