LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
bab 71



Gery pov


Kami tiba di belakang sebuah kafe yang ku yakini jika tempat ini adalah tempat pertemuan antara ken dan juga jhonson. Aku meraih tab dan mencoba melacak titik myra dan ken. Dan benar saja. Mereka berada di sini. Bahkan myra juga nampak sudah tiba terlebih dahulu.


Loh, ada Apa ini ? Kenapa titik myra dan ken bergerak ? Kenapa myra seperti mengejar ken ? Sebenarnya apa yang akan terjadi ? Aku segera bergegas ikut berlari ke arah myra dan ken tanpa menghiraukan rose dan juga si bocah Fahmi yang terus bertanya di mana keberadaan myra, tapi mereka tak urung mengikuti ku yang mengejar myra.


Aku sudah melihat myra, ia nampak panik saat mengejar ken. Segera ku arahkan mataku ke arah ken. Ia akan mengejar jhonson yang sedang menyebrang jalan.


" shiiittt ada mobil yang mengarah ke ken, " teriakku panik. Tak urung teriakkan ku menambah kepanikan rose dan juga fahmi. Aku lalu menajamkan mataku ke arah mobil. Mencoba menelisik siapa yang berada di balik kemudi. Aku segera mengambil kacamata khusus dari dalam tas ku, rancangan mendiang tuan besar dan segera mengenakan di mataku. Aku menekan tombol di pinggiran untuk mengaktifkan fitur yang memungkinkan ku untuk menembus kaca mobil.


Mataku melotot kaget saat sadar siapa yang berada di balik kemudi mobil yang melaju. LUSI !! Dengan tergesa aku mengarahkan jam tanganku dan berteriak.


" awasi mobil dengan plat X 1234 NDG, jangan sampai dia lolos " teriak ku panik.


Terlambat, myra sudah menarik kerah ken dan malah menjadikan diri nya n nya tumbal pengganti tubuh ken.


" kak myraaa.... "


" bos ... "


" no.. noo myraaaaaaa ... "


CKIIIIIIIIIIITTTTT


BRAAAAAAKKKKKK


teriakanku bercampur dengan teriakan rose dan juga Fahmi yang ternyata sadar dengan apa yang di lakukan oleh myra.


jantungku bagaikan tersayat melihat nona mudaku, junjungan ku sekaligus bosku tertabrak mobil di depan mata kepala ku. Luruh, kaki ku sempat meluruh, jika saja tidak di topang oleh rose aku akan terus melantai di lantai kafe.


" BA**NGAN, SEGERA TANGKAP PRIA BERNAMA JHONSON YANG SEDANG BERSEMBUNYI DI UJUNG JALAN SANA DAN JUGA AMAN KAN MOBIL BESERTA PENGEMUDI NYA !!! BAWA MEREKA BERDUA KE MARKAS. BERI KEAMANAN KETAT TINGKAT S. JANGAN BIARKAN MEREKA LOLOS SEBELUM AKU TIBA, LALU SEGERA STERILKAN TKP !!!" teriakku kalap ke arah jam tangan khusus ku yang langsung terarah kepada pasukan khusus yang sudah tiba dan mengamankan lokasi. Bahkan rose sampai terjengit kaget mendengar teriakkan emosi ku. Tapi ia paham dan segera mengelus punggungku untuk menenangkan ku. Ia juga sudah berurai air mata melihat keadaan myra di depan sana.


Bagaimana aku tidak kalap ? Myra bukan hanya sekedar nona muda dan junjunganku. Dia bahkan sudah ku anggap sebagai adikku semenjak mendiang tuan besar dan nyonya besar memperlihatkan foto nya saat masih kecil dulu. Mereka menitipkan penjagaan myra terhadapku. ia juga bahkan mengajariku berbagai hal. Membantuku menemukan rose sebagai pasangan untukku.


Tak jauh berbeda dengan fahmi. Pria kecil bawaan myra itu bahkan sudah berteriak histeris dan menangis saat melihat kakak kesayangannya dalam kondisi yang entah bagaimana.


Kami segera melanjutkan lari kami menuju tepat myra tergeletak.


Ku lihat ken yang berjalan tertatih menuju tubuh myra dengan pandangan kosong. Mulut nya tampak komat kamit entah menggumamkan apa, tapi aku yakin jika ia tengah shock saat ini.


' aku bersumpah ken, aku sendiri yang akan membawa myra jauh dari lo, ' batinku dalam hati.


Saat aku dan yang lain tiba di TKP, ku lihat myra nampak sadar dan sedang memberikan sebuah kata - kata untuk ken, ia juga nampak melepaskan jam tangan nya kemudian di berikan kepada ken. Bahkan ia masih sempat - sempat nya tersenyum manis ke arah ken ! Cih, sungguh aku terkadang muak melihat senyum manisnya meskipun hati nya tengah terluka.


Kerumunan orang - orang yang tadi melihat, sudah nampak steril karena anggota pasukan khusus sudah menangani nya.


" myr, myraaa,, tidak.. tidaakkkk.. bangun myr,,, " ku dengar ken berteriak histeris. Atensi ku langsung berpindah ke arah ke dan myra. Ku lihat myra yang kembali terkulai lemas.


Ku lihat fahmi menabrak bahuku dan langsung menuju ke arah ken dan myra. Sial, myr kurasa adik mu ini pasti akan lepas kendali.


Benar saja, ku lihat ia merebut paksa tubuh myra dari ken. Tidak tanggung - tanggung, bahkan ia masih sempat mendorong kasar tubuh ken hingga terjengkang.


" pergi kau dasar pria baji**an, " teriak fahmi dengan air mata yang mengalir deras di mata nya. Ayolah myr, jika tidak ingat akan pesan mu untuk menjaga ken, fahmi pasti akan membunuh ken saat itu juga. Lihat lah, mata nya bahkan sudah mulai memerah karena sejak tadi ia menangis.


Kulihat fahmi menggendong tubuh myra ala bridal style dengan sebelah tangan yang di pegang oleh rose. Oh myr, lo udah bikin gadis ku menangis seperti itu. Eh tidak hanya gadisku dan fahmi ding, sebenarnya aku juga ingin menangis, meraung - raung tetapi aku malu daan masih ada tugas yang harus ku selesaikan.


Lihatlah myr, ken nampak ingin mengikuti fahmi yang tengah menggendong mu menuju kondou hospital.


" STOPP, JANGAN IKUT ! HENTIKAN LANGKAHMU DASAR PRIA BRENGS*K !! " teriak fahmi pilu. Terdengar lagi fahmi membentak ken, bahkan kini rose juga ikut campur untuk menahan ken. Myr, gue harus bagaimana ?.


Sungguh bukan gue myra yang mengajari adik kecil mu itu berkata kasar. Kemungkinan ia hanya refleks mengeluarkan omongan hina itu. Ia hanya sedang terpuruk sekarang. Pasti di pikiran nya masih merekam bayang - bayang kematian ibu nya. Dan kini ia melihat dengan mata nya sendiri tubuh mu yang tertabrak mobil. See, bisa kau bayangkan bagaimana mental pria kecil itu kan ?. Jadi kumohon myr, ku mohon bertahan lah. Bukankah selama aku mengikuti mu, aku tidak pernah memohon kepada mu ? Jadi, ku mohon kabulkan lah permintaan ku kali ini saja.


Ku lihat ken masih saja ingin mengejar rose dan fahmi yang membawa mu, aku langsung mencekal tangan nya. Ia melayangkan tatapan protes dan nampak mengiba tapi aku tidak akan luluh. Percayalah myr, saat ini aku sangat ingin sekali menghantam tubuhnya. Ingin aku melampiaskan rasa sakit mu selama ini. Tapi aku kembali waras dan segera meredakan emosi ku.


" pergilah, fahmi nggak akan ngasih ijin lo buat ikut ke rumah sakit, dan gue harap setelah ini lo nggak akan cari myra lagi. Cukup kami diam karena perintah myra, " kataku datar, sambil ku serahkan flashdisk dan robot mini proyektor yang jauh - jauh hari kau siapkan untuknya. entahlah myr, kenapa tadi pagi aku merasa feeling untuk membawa ke dua benda tersebut di dalam tas ku? apa memang ini sudah pertanda?.


Sangat berat myr, saat aku harus mengontrol dan mempertahankan nada bicara ku terhadap nya. Aku jelas melihat mata ken yang nampak memancarkan rasa penyesalan. Tapi, bukan kah ini sudah sangat terlambat ? Kami tidak akan lagi membiarkan mu di sakiti.


Tanpa ku tunggu respon nya, aku segera meninggalkan nya dan segera menyusul fahmi dan juga rose.


" yah, maaf, maafkan gery, nona muda terluka dan kini tengah ku bawa ke kondou hospital " ku menelepon ayahku myr, aku belum cukup kuat untuk menyimpan ini sendiri. Aku juga sedang butuh sandaran. Bahkan setetes air mata yang sedari tadi ku tahan akhirnya lolos juga bersamaan dengan panggilan ku kepada ayah.


' ya allah, ku mohon, jaga adikku ' doa ku ku langitkan myr.


GERY POV END