LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 35



" camkan itu baik - baik, tuan muda KENNEDY LOU ALEXANDER, " bisik gery di telinga ken.


DEG


Kemudian gery beranjak meninggalkan ken yang tengah termenung dan terkejut saat gery mengetahui identitas nya.


'dari mana ia mengetahui nama lengkap ku, '


' arrrgh pasti dari myra, ternyata myra ember juga,' gerutu ken yang semakin salah paham. Dia tidak tahu saja jika di sekeliling myra banyak orang - orang yang hebat dan peduli dengan myra.


Karena selain gery, frederick juga membentuk tim khusus yang bertujuan untuk melindungi myra dari jauh. Pasukan bayangan yang bergerak secara diam - diam.


Gerald masih memperhatikan ken. Ia juga sama kaget nya dengan ger saat ken malah menghina myra. Karena yang ia tahu, myra adalah sahabat sekaligus tetangga nya sejak ia masih SD. Gerald bahkan tahu jika ken sangat peduli dan perhatian kepada myra.


" lo kenapa ken, lo aneh semenjak dekat dengan lusi, " keluh gerald. Sebagai sahabat dekat selain myra, tentu gerald tidak ingin jika ken sampai berubah.


" apa ? Lo juga ikut - ikut an bela tuh cewek nggk benar ? " sewot ken.


" lo pikir sendiri deh rald, apa nama nya cewek yang masukin cowok ke rumah nya sampai malam - malam. Sedangkan kita tahu jika orang tua nya sudah meninggal.. Gue melihat nya rald, saat gue pengen minta maaf karena kemarin ngebentak dia, tapi gue malah melihat hal yang nggak pantas " cerocos ken panjang lebar.


" lo salah liat kali, mungkin jga ada orang selain mereka berdua, " gerald masih nampak membela myra. Bagaimana pun gerald juga tahu betapa myra menyukai bahkan mencintai sahabat nya ini.


" ah sudahlah, " tangkis ken. Ken memilih berjalan menuju perpustakaan. Keinginan makan nya sudah menguap setelah berdebat dengan gery dan di tambah gerald.


Gerald masih mengekori ken yang masih mengomel panjang pendek. Mirip sekali dengan anak gadis.


💨💨💨


Sementara itu lusi dan jhonson


terdengar suara - suara ambigu di salah satu ruangan kosong yang berada di sebuah gedung osong belakang sekolah.


" percepat sayang, " ucap si wanita yang meminta lebih.


" as your wish, my baby " bak gayung bersambut, si pria mengiyakan permintaan wanita yang berada dalam kungkungan nya itu.


" uuuuuuugggghhhhhh ... " desah panjang kedua nya saat mereka mencapai puncak kejayaan bersamaan. Nampak peluh yang bercucuran di pelipis kedua nya.


Seragam yang sudah acak - acakan karena ulah kekasihnya yang tidak sabar tadi, membuat lusi setengah t*l*n j**g. Deru nafas kedua nya memburu.


Jhonson nampak meraih tisu basah untuk menyeka sisa - sisa jejak perbuatan nya. Ia melihat ke arah lusi yang masih nampak terengah - engah setelah pertempuran mereka.


Johnson Menyeringai mesum saat melihat aset atas lusi yang nampak mengilat.


" udah dong yank, nanti lagi saat pulang, " manja lusi yang paham dengan seringai an jhonson,


" lagian kenapa tiba - tiba pengen sih, " sambung lusi manja sambil meraih lengan jhonson dan bergelayut.


" dasar, untung saja kita bisa dapat tempat, " gerutu lusi melepaskan lengan jhonson dan mulai berbenah. Ia nampak memperbaiki seragam dan mulai touch up make up serta tak lupa menyemprotkan minyak wangi agar aroma yang ambigu yang tercampur dengan peluh tidak tercium dari sekujur tubuh nya.


ya, sepasang pria dan wanita yang tengah masyuk itu adalah jhonson dan lusi. mereka tengah berada di dalam gedung kosong di belakang sekolah tempat mereka menaruh mobil. Jadi sangat tidak memungkinkan jika lusi harus mandi. Lagi pula mereka tidak akan memiliki waktu yang cukup. Karena saat ini masih dalam waktu sekolah. Tepat nya jam istirahat yang singkat.


" maaf beb, lagi pula kamu juga menikmati nya kan, " kata jhonson mesum sambil menaikturunkan alis nya.


" sangat, nanti malam lagi ya, " jawab lusi mengedipkan mata nya genit.


Seperti itulah hubungan di antara mereka. Mereka sudah lama melakukan hubungan suami istri bahkan sejak masih di aussie. Selain suka menjerat tuan muda di negara nya, kedua nya juga merupakan pengedar obat - obat an terlarang.


Mereka bahkan menjadi buronan negara nya sehingga mereka melarikan diri ke negara ini.


Terlahir sebagai anak broken home yang keluarganya hancur, menjadikan lusi anak yang tidak mendapat perhatian serta kasih sayang . Tidak ada didikan yang membimbingnya bahkan orang tua nya memilih meninggalkan diri nya di rumah sendiri setelah masing - masing menikah lagi.


Saat itu lah ia kenal dengan jhonson, pemuda preman dan berandal. Makin jadilah pengaruh buruk yang jhonson bawa. Lusi yang pada dasar nya haus akan kasih sayang dan pengakuan.


.


...****************...


" kita harus segera masuk beb, " kata jhonson sambil mengecup bibir lusi.


" heem, iya yank, " jawab lusi sambil menikmati cumbuan jhonson.


" kapan kamu mulai menjerat ken ?" tanya jhonson yang mulai merapikan seragam nya juga. Ia dan lusi mulai beranjak dari tempat duduk nya. Memutuskan untuk memberi beberapa camilan di warung luar sekolah untuk di jadikan alibi karena tadi lusi beralasan pergi ke kantin.


" dia sudah mulai terjerat yank, tapi seperti nya myra memliki rasa kepada ken, sebelum memisahkan ken dan myra, kita akan sulit untuk menjerat ken" jawab lusi.


" lalu kamu akan kalah dengan gadis biasa seperti myra ?" alis Jhonson naik sebelah. Lusi mencebik.


" heh, tidak akan ada yang bisa menghindar dari tampang polos dan imut ku, sayang. " jawab lusi jumawa.


" ya ya ya , aku percaya. Teruskan usaha mu beb, kita keruk habis ken. Kalau bisa tawarkan barang kita juga. Sepertinya dia anak berada, " dukung jhonson. Ia masih saja sempat memagut bibir tipis lusi.


" tenang saja yank, tapi terlebih dahulu aku menyingkirkan myra, " mata lusi memancarkan tatapan tajam penuh rencana.


' iya, lakukan segera, lalu ketika myra terpuruk, aku akan masuk di kehidupan nya dan menikmati tubuhnya. Aku yakin, gadis yang terlihat biasa itu pasti menyembunyikan tubuh yang berharga, ' batin jhonson sambil menjilat bibir nya. Nampak sekali jika jhonson lebih licik daripada lusi.


Mereka berdua sudah memasuki kawan sekolah. Lusi dengan cepat melepaskan tautan jari nya dengan jhonson dan mulai memasang tampang imut dan polos nya. Seolah menjadi gadis yang polos dan tidak mengetahui kehidupan liar di luar.


Lusi dan jhonson sampai di depan kelas pas sekali dengan bel tanda masuk yang berbunyi. Lusi segera berlari menuju bangku nya. Di sana ken sudah menunggu nya, duduk manis di kursinya.


" dasar pasangan gila, gue akan tetap mengawasi kalian meskipun bos bilang untuk tidak ikut campur "