LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 38



" ken, aku janji, aku nggak akan kemana - mana lagi " ucap myra dengan sendu. Ia meraih tangan ken dan menggenggam nya. Myra terkesiap lagi, ia dapat merasakan ken tengah gemetaran. Ini tidak bohong, ken benar - benar merasa takut sekarang.


Myra melirik ke arah yang lain, mereka paham. Mereka segera beranjak meninggalkan ruangan myra, memberikan waktu dan tempat untuk myra membujuk ken.


" kamu kembali dulu ke perusahaan, bukan nya akan ada banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan ?" tanya myra dnegan lembut.


Ken beringsut dan memeluk myra. Ia takut, takut jika myra pergi lagi dari pandangan nya. Butuh waktu sampai 6 tahun sampai akhirnya mereka bisa bertemu lagi. trauma ini sungguh menyiksa !.


" hei, dengarkan aku, aku nanti akan pulang. Kalo perlu aku akan ke perusahaan mu, bagaimana ?" bujuk myra dengan sabar. Ia nampak menepuk - nepuk punggung lebar ken. Hei, nyaman juga ternyata berada di pelukan ken xixixi.


" sungguh? Kamu janji nggak akan pergi lagi ?" ucap ken terdengar sayu.


" hmm, aku janji, jadi sana kembali ke perusahaan, kasihan kak bryan kan, " ucap myra.


" apa kita menikah hari ini saja ? Biar kamu nggak akan tinggalin aku lagi ?" ucap ken frontal. Myra melongo !.


...----------------...


Setelah beberapa saat membujuk ken, akhirnya myra berhasil menyuruh ken untuk kembali ke perusahaan bersama dengan bryan. Meski harus dengan sejumlah syarat dari ken yang menurut myra lucu.


Myra harus membalas setiap pesan ken, ia juga harus menunggu ken untuk menjemputnya nanti.


Pada akhirnya myra hanya bisa pasrah menuruti ken. Rencana nya ia akan pulang ke rumah komplek. Myra harus segera menyiapkan mental nya untuk kembali pulang ke tempat ia di besarkan. Belum lagi ia juga harus bertemu dengan viona dan juga frans. Bukan kah ini akan menjadi pertemuan mereka meski selama 6 tahun ini myra tidak pernah absen untuk berkabar kepada pasangan paruh baya itu ?


TOK TOK TOK


" MASUK "


Di tengah pekerjaan nya, myra mendongakkan kepala nya saat ia mendengar ada yang mengetuk pintu ruangan nya.


CEKLEK


Myra melihat ternyata gery dan rose yang masuk. Myra menghentikan kegiatan memeriksa dokumen nya.


" ada apa ? Tumben kalian mauk barengan ?" ejek myra bercanda kepada kedua orang kepercayaan nya ini.


gery hanya mendengus mendengar ledekan yang di lontarkan oleh myra.


" kami akan mengajukan cuti, myr " kata rose mengatakan tujuan nya dan gery menemui myra.


Myra menatap kedua nya bergantian dan akhirnya tersenyum. Ia merasa bahagia karena hari bahagia mereka akan segera di laksanakan.


Sempat ia merasa bersalah, karena hanya karena gery harus menemani nya ke negara S, rose dan gery harus menunda pernikahan mereka dan harus menjalani hubungan LDR.


Myra sempat menyuruh gery untuk kembali k negara I dan melamar rose, tapi saat itu rose malah memarahi nya. Gery pun juga setuju dengan rose yang memarahi myra kala itu. Kedua nya memang sudah sepakat untuk menunda pernikahan mereka. Setidak nya sampai gery lulus S2 dan memastikan myra bisa memegang cabang KONDOU Inc di negara S.


" tentu, kalian akan mulai kapan ? Bukan nya tanggal 15 hari lagi ?" tanya myra.


" kami akan mulai ambil cuti minggu depan," jawab gery. Ia dan rose duduk di sofa dengan tenang.


Myra mengernyitkan kening nya heran. Bukan kah mereka terlalu santai untuk kuran calon pengantin ? Padahal jika mereka ingin mengambil cuti sekarang pun myra akan mengijinkan nya.


" kenapa nggak mulai besok aja ? Kalian akan menikah loh ini tuh, " sela myra. Ia ikut duduk di sofa, dokumen nya ia tinggalkan dn berpikir kan membawa nya pulang untuk di periksa di rumah.


" nggak apa, gue sama rose akan bantu lo buat nyiapin bahan buat proyek bareng ALEXANDER " alasan gery. Myra tertawa terbahak.


" masih lama sekali itu tuh, mereka aja belom bangun rumah nya, kita mau nanem sistem nya di mana coba !?" ucap myra. Rose pun ikut tertawa bersama myra.


" lo nggak apa - apa, myr ?" tanya ery setelah ketiga nya selesai tertawa. Myra terdiam dan menatap gery.


" aku ... Kenapa ?" tanya myra dengan senyum myra sambil tersenyum masam.


Gery hanya mencibir myra yang masih pura - pura tenang. Rose juga semakin serius menatap myra, mereka berdua bersiap menanti jawaban myra. Myra tidak bisa menutupi kegugupan nya dari kedua nya, ia menghela nafas kasar.


" ketahuan banget ya ?" tanya myra tersenyum masam.


" hmmm, lo kayak lagi nahan beban berat " jawab gery mengangguk.


" gue ... Gugup banget " jawab myra lemas. Tidak bisa di pungkiri, pertemuan dengan ken terlalu menguras emosi nya. Myra senang, senang karena akhirnya ia bisa menatap ken dari dekat, senang karena ken bahkan sangat mengharapkan ia kembali.


Tapi, di sisi lain myra juga merasa takut. Apakah mereka bisa bersatu ? Tapi, segera pikiran tersebut ia enyahkan, saat mengingat ken yang ngebet mengajak nya menikah hari ini juga.


" tadi ken ngajakin ke KUA hari ini juga, " curhat myra. Pipi nya mulai merona.


Gery dan rose saling berpandangan dan tertawa.


" dia sangat ketakutan saat di suruh pulang ke perusahaan, " lanjut myra sendu saat mengingat ekspresi tertekan ken tadi.


" dia sudah berubah, myr " tanggap rose.


" hmm, sangat terlihat jika ia masih trauma, wajar jika langsung ngajakin lo nikah, " tambah gery.


" tapi. Aku takut kalo mommy dan daddy nya malah udah nggak mau punya menantu kayak aku, " ucap myra sedih.


Rose menyenggol lengan calon suami nya. Gery hanya meringis melihat wajah putus asa myra. Sebenarnya apa yang berada di otak gadis jenius ini ?


" lo nggak nyadar ya, selama lo berkomunikasi sama mereka, nggak sekalipun kan mereka bahas ken, mereka hanya nggak mau lo ngerasa jika mereka berpihak kepada ken, mereka ngejaga perasaan lo, " kata gery,


myra tertegun mendengar ucapan gery. Benar juga, jika myra ingat \= ingat lagi, tidak pernah sekalipun baik orang tua ataupun bryan yang mengatakan hal tentang ken. Seolah mereka tengah menjaga perasaan myra.


" jika mereka berpihak kepada ken, mereka pasti akan memberi tahu keadaan ken dan akan berusaha membujuk lo buat maafin ken. Tapi nyata nya ? Mereka tetap bungkam kan. Itu tanda nya mereka tahu jika ken yang bersalah," lanjut gery.


Myra masih terdiam dan mencoba meresapi perkataan gery.


" mereka asti akan terima lo, myr " sambung rose, rose mendekat ke tempat myra dan memeluk bos nya ini.


" ya, semoga aja, " jawab myra lirih. Fakta nya memang ia sangat berharap seperti itu.


💨💨💨