
Sementara itu, myra sudah berada di makam ke dua orang tua nya. ia nampak mengenakan kacamata hitam dan masker wajah yang menutupi mulut dan sebagian hidung nya.
" assalamualaikum, mi, pi. Myra datang lagi, padahal baru dua bulan yang lalu myra ke sini. tapi rasa nya myra kangen banget sama kalian, " ucap myra begitu ia tiba di tengah - tengah makam mendiang papi dan mami nya.
makam kedua orang tua myra tidak di tempatkan di tempat khusus, tapi entah di sadari atau tidak tempat mereka beristirahat sejajar dengan deretan makam kakek dan nenek myra.
" mi, pi, myra akhir nya memutuskan kembali ke negara ini. bukan hanya untuk mengunjungi papi dan mami setahun dua kali lagi, " cerita myra sambil terkekeh, tetapi air mata nya tak ayal mulai menetes juga.
" melainkan mungkin myra akan kembali tinggal di sini lagi " lanjut myra sambil menghela nafas kasar.
myra nampak menerawang jauh ke depan, mengingat setiap kata yang di ceritakan oleh fahmi dan keyakinan gery untuk memberikan ken kesempatan.
tak dapat di pungkiri, myra memang masih memendam perasaan cinta untuk ken. 6 tahun tak membuat hati myra goyah rupa nya. meskipun berbagai cara myra lakukan. mulai dari sibuk belajar, sibuk bekerja bahkan mecoba membuka hati untuk pria lain yang sengaja mendekati nya.
myra tetap tidak bisa move on dari ken. benar kata gery, ia memang seringkali menangis di kegelapan malam. di tiap - tiap ia selesai berkabar dengan bryan, berkabar dengan mommy dan daddy ken.
myra hanya takut, takut jika nyata nya ken sudah melupakan nya, takut jika ia malah sudah memiliki pengganti lusi dan itu bukan diri nya.
bahkan ia memang sengaja menutup hati nya, menahan nya dari godaan untuk sekedar bertanya kabar tentang ken kepada fahmi.
dan orang - orang di sekitar myra seolah - olah tahu jika myra memang sedang tidak ingin membahas ken.
bahkan rose yang sering kali berkunjung ke negara S pun hanya datang begitu saja, sama sekali tidak menyinggung mengenai ken sekecil apa pun itu.
seolah - olah semua orang sedang mendukung myra memberi hukuman dan memberi myra kesempatan untuk menenangkan hati nya.
" mi, pi. myra menyerah tentang janji myra untuk bisa melepaskan ken saat ken terbukti tidak mencintai ken, "
" nyatanya myra sama sekali tidak bisa melupakan ken sedikitpun, "
" dan apakah mami dan papi tahu ? fahmi bilang jika ken sedang mencari myra, "
" apakah sekarang myra boleh berharap untuk mendapatkan cinta ken ? apakah myra boleh bahagia dengan ken sesuai dengan yang myra harapkan sedari kecil ?"
" semoga saja kali ini myra tidak akan di kecewakan oleh ken, mami dan papi doakan myra ya, " myra menutup curhatan nya di depan makam ke dua orang tua nya.
" bye bye mi, pi. myra pasti akan datang lagi. myra sayang mami dan papi, " ucap myra sambil mengusap air mata nya.
setelah menaburkan bunga di atas makam ke dua orang tua nya dan berdoa sejenak, myra beranjak pergi menyusul gery dan yang lain nya ke rumah melvin.
💨💨💨
Di rumah melvin.
Kedatangan gery dan rose dan juga fahmi tentu saja di sambut hangat oleh ayah dan ibu melvin.
" duh,clon manten ibu yang ganteng banget. Akhirnya pulang juga, " ucap ibu melvin memeluk gery. Tapi mata sang ibu nampak nya masih saja menoleh ke arah belakang, menembus fahmi yang berjalan belakangan. Seolah - olah sedang mencari keberadaan lain nya.
Gery dan rose tentu saja tahu siapa yang sedang di cari oleh ibu melvin hanya bisa terkekeh saja.
" myra sedang mampir ke makam mendiang tuan dan nyonya besar, bu " ucap gery sambil tersenyum.
Wanita paruh baya itu nampak tersipu karena terpergok sedang mengharap seseorang lain yang datang.
" apakah... Apakah putri ibu itu sehat, nak gery ?" akhirnya pertanyaan yang bahkan tidak ia tanyakan kepada melvin dan darren pun terucap di depan gery.
Gery nampak tertegun sejenak, lalu ia tersenyum dan langsung mengangguk.
" tentu saja ia sehat, tumbuh semakin dewasa, dan tentu nya semakin cantik, " ucap gery membuat ibu melvin nampak sangat lega dan tersenyum cerah.
" alhamdulillah. Syukurlah ya allah, " balas ibu melvin dengan mata berkaca - kaca.
" tentu dong bu, siapa dulu yang jagain, " gurau gery hendak mencairkan suasana hati ibu melvin yang sudah nampak akan menangis itu.
Dan gurauan gery memang berhasil, wanita paruh baya itu tergelak.
" nah, rose. Ibu sudah meninjau tempat resepsi kalian, ibu puas lah dengan pilihan kamu, " ucap ibu melvin mengalihkan perhatian ke arah rose yang juga berdiri di samping gery.
" terima kasih bu, maafin rose yang ngrepotin ibu, " ucap rose dengan masih sedikit sungkan.
" hush, ngomong apa sih kamu. Buat putri ke dua ibu mah nggak ada kata repot atuh neng. Apalagi kakak kalian belum mau ngenalin calon kakak ipar kalian kepada ibu, " jawab ibu melvin dengan setengah berbisik di kalimat terakhir. Membuat gery dan juga rose tidak bisa menahan tawa nya karena paham siapa yang di maksud dengan kakak oleh ibu melvin.
" melvin dengar ya bu !" sebuah suara langsung menyahut dari belakang, rupa nya melvin sedari tadi mendengar percakapan antara ibu nya dengan adik - adik kelas nya.
" yaahh, ternyata sedari tadi ia menguping pembicaraan kita, " gerutu ibu melvi setengah bergurau. Makin pecah lah tawa gery dan rose. Apalagi melihat wajah melvin yang sudah nampak muram.
" bu, nyari spek yang kayak myra tuh susah banget tahu, jadi jangan paksa melvin. Biarkan saja rose yang lebih dulu memberi cucu kepada ibu, " lanjut melvin setengah menggoda rose. Benar saja, pipi rose nampak memerah dan gery langsung membenamkan wajah rose ke dada nya. Ia tentu saja tahu jika calon istri nya ini akan merasa malu dengan candaan vulgar yang di lontar kan oleh melvin.
" a ha ha ha, lihat lah bu. Calon pengantin kita malah nampak malu - mau kucing, " melvin semakin menjadi dalam meledek rose dan gery.
Ibu melvin hanya menggelengkan kepala saja melihat anak - anak nya nampak sedang saling menggoda. Ia kembali menolehkan kepala nya ke arah jalanan sana. Berharap satu mobil atau orang yang sedang ia nanti muncul dari sana.
Nampak nya allah langsung meng -ijabah doa sang ibu melvin, dari kejauhan sana, ibu melvin melihat siluet yang tengah mengendarai motor sport nya menuju ke arah pekarangan rumah nya.
Tak ayal, air mata nya turun berbarengan degan ia yang melangkah kan kaki nya menuju sosok tersebut.
Myra yang selesai melepaskan helm yang melindungi kepala nya, nampak tersenyum lembut kepada satu sosok yang sedang berjalan menuju ke arah nya dengan lelehan air mata di mata nya.
" ibu, myra pulang, "