
" ha ha ha, kamu tenang saja sayang, uang yang akan aku berikan kepadamu nggak akan meminta dari ke dua orang tua ku kok, jadi kamu nggak usah khawatir bakal di marahin orang tua ku, " kta ken sambil mengusap rambut lusi.
Lusi nampak terbengong mendengar ucapan ken. Otak nya masih me - load sebuah fakta baru yang ia dengar. Seketika batin nya menyeringai kejam.
' wah wah apa ini ? Sasaran empuk kah? ' batin lusi.
" mak.. Maksud kak ken gimana ?lalu jika bukan dari orang tua kakak, dari mana kakak dapat uang ?" tanya lusi.
" ha ha ha, tampang kamu nggak usah begitu dong sayang, " lusi cemberut manja karena ken malah meledek nya. Ia masih sabar menunggu ken akan menjawab apa.
" heemmm, baik lah baiklah, jangan cemberut gitu, aku bakal jelasin." kata ken saat melihat raut wajah lusi yang cemberut.
' meskipun aku tetap akan merahasiakan siapa aku sebenarnya. Karena aku sudah berjanji kepada mommy dan daddy untuk tetap menjadi orang biasa hingga waktu nya tiba, ' batin ken. Ternyata ia masih cukup waras untuk tidak memberitahu jika seorang alexander.
" ya udah iya cepetan kakak jelasin, " kata lusi manja.
" sebenar nya sejak masih smp, aku sudah memiliki usaha kecil - kecil an. Ya cukup lah buat jajan meskipun tanpa uang dari kedua orang tua ku, " jelas ken singkat. Bagaimanapun juga ia tidak bisa memberi tahu jika ia adalah seorang yout**ber gaming karena ia sendiri memang berniat menyembunyikan dari public. Bahkan kedua orang tua nya hanya tahu jika ia suka main - main di kanal tersebut tanpa tahu usaha apa yang di jalan kan.
Ya meskipun sang daddy tetap saja bisa tahu dengan semua rahasia ken. Jangan lupakan siapa tuan frans lou alexander. Pengusaha di bidang real estate terbesar di negara I. Tentu ia memiliki pasukan khusus yang bergerak di bawahnya.
Dan jangan lupakan myra yang memiliki gery untuk mengetahui semu tentang ken. Padahal ia sendiri pun juga bisa mengetahui jika ken seorang yout**ber gaming.
" waaahh, kakak hebat. Kakak berarti sudah mandiri sedari smp ? Hebat sekali, " sorak lusi girang. Girang karena ia mendapat sasaran yang empuk. Meskipun ia belum tahu usaha apa yang di jalankan oleh ken. Setidaknya ia bisa menguras isi dompet pria polos ini.
" hanya usaha kecil saja. Tap insya allah aku bisa bantu kamu dan kakak mu mengenai biaya di sini sebelum perusahaan papa mu normal lagi, " kata ken. Lusi terdiam dan menunduk. Membuat ken menjadi bingung.
" loh kenapa lagi, aku nggak menerima penolakan loh ya, " tegas ken.
" tai kak, biaya kami berdua sangat banyak, " kata lusi memelas. Ken tersenyum lembut.
" memang nya berapa ? " tanya ken lagi/
" ehm, 5jt seminggu buat berdua, " cicit lusi lirih.
" belum lagi jika bayar sewa tempat tinggal kami, 2.5jt sebulan nya. " sambung lusi malu dan takut
sejenak ken terdiam dan mulai tertawa terbahak. Bukan bermaksud apa - apa,, berarti jik di total biaya hidup kaka beradik itu sekitar kurang lebih 30jt sebulan.
' lusi benar -benar polos, bahkan uang dari daddy buatku saja 50jutas sebulan, dan lagi penghasilanku dari yout**e saja sebulan bisa 300juta, ' batin ken yang masih terkekeh.
"ke.. Kenapa kak ? kan lusi sudah bilang jika biaya jajan lusi dan kakak banyak, " cicit lusi lagi. Ken alah semakin terbahak hingga ia memegangi perutnya.
" ha ha ha, maaf maaf. Aduh perutku sakit sekali karena kebanyakan tertawa, huft, " kata ken. ken mulai menghirup nafas dan menghembuskannya perlahan untuk menetralkan tawa nya. Ia lalu menatap lusi yang sedang berkaca - kaca.
" hei, kenapa ? Aku minta maaf karena tertawa. Tapi gimana dong, kamu sangat lucu, hi hi hi " ken mengacak rambut lusi. Lui pun manyun tetapi pasrah.
" dengar, aku akan tetap bantu klin, " putus ken saat ia menangkup wajah lusi.
Lalu ken mengambil ponsel dari kantung seragam nya. Ia mulai mengetikkan sesuatu di ponselnya itu.
" nomer rekeningmu mana sayang, " di sela - sela ketikannya, ken bertanya kepada lusi. ;lusi mulai mengeja nomor rekening miliknya kepada Ken dengan raut wajah bertanya - tanya.
" nah, done. Coba cek saldomu, " pinta ken setelah ia selesai dengan ponsel nya.
Lusi menurut dan mulai mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya. Lalu ia mulai mengecek saldo di rekeningnya. Mata nya membulat melongo saat melihat riwayat mutasi nya. Ken mentransfer uang 50juta untuk nya.
' gila, ini nih mangsa yang sangat muda, ya meskipun nominal nya lebih kecil dari pada yang di kirim om om di klub kemarin. Tapi buat anak sekolahan, hmm lumayan lah, ' batin lusi menyeringai.
" ka.. Kak, ap .. Apa - apaan ini ? Apa ini nggak berlebihan ? Ini sangat banyak, " kata lusi yang panik. Yang tentu saja hanya berpura pura.
" nggak apa - apa sayang, pakai saja. Kan aku sudah bilang jika ini uang aku sediri dari hasil usaha aku sendiri, " jelas ken lembut.
" sssssttt.. Udah udah. Pokonya kamu harus terima ini. Aku kan udah jadi kekasih kamu. Masa aku mau bantuin kekasih aku sama calon kakak ipar u nggak boleh sih, " potong ken cepat.
" ya sudah, anggap saja kami sedang berhutang kepada mu ya kak, " pasrah lusi.
" no no no, nggak ada hutang - hutang an , kau terima saja, aku ikhlas. " kata ken cepat. Lusi nampak menghela nafas nya kasar.
" ya udah, tapi kakak jangan nyesel loh ya, padahal aku bisa anggap ini sebagai hutang. Dan jika nanti usaha papa sudah stabil, akan kami ganti, " jelas lusi.
" nggak perlu sayang. Sudah aku bilang jika aku ikhlas, " jawab ken meyakinkan lusi.
' lagian jumlah segitu nggak berarti apa - apa dengan hasil yang sudah aku kumpulkan selama aku masih kelas 1smp ' batin ken lagi.
Lusi hanya bisa pasrah dengan paksaan ken. Meskipun dalam hatinya tengah bersorak menari -nari karena mendapatkan jackpot besar.
Sementara itu di dalam sebuah ruangan khusus.
RING RING RING
" assalamualaikum, halo?"
" waalaikumsalam bos, sore bos. Maaf mengganggu, "
" ada apa, brian, dan jangan panggil tuan. Kamu itu kebiasaan, "
" he he he, maaf daddy."
" ada berita apa ?"
" saya menemukan aktifitas pada rekening pribadi tuan muda, daddy, "
" panggil dia ken, brian. Kamu sudah daddy anggap sebagai anak, kakak dari ken, "
" ha ha ha , bai lah - baik lah, "
" jelaskan bri, "
" ken mentransfer uang sebesar 50 juta ke rekening atas nama lusiana chu, dad. "
" heem, ternyata anak rubah itu sudah mulai beraksi. Tetap awasi ken brian, daddy percaya kepada mu. "
" siap dad "
" bagaimana sekolahmu di sana nak ?"
" semua baik dan aman dad, mommy apa kabar ?"
" mommy mu baik, cuma ia sedang keki sama adik mu. Ken sudah mulai berontak untuk memutuskan perjodohan nya dengan myra, "
" sabar ya dad, "
" ya bri. Kamu juga baik - baik di sana . Jika perlu apa - apa hubungi mommy dan daddy, "
" siap dad. Aku tutup dulu dad, assalamualaikum."
TUT TUT TUTT
" waalaikusalam "