
" myr, darren juga setuju untuk masuk ke SMA kita, dia bahkan antusias sangat saat gue bilang kalo lo bakalan ngenalin dia ke fahmi yang nota bene pengawal masa depan lo, " kata melvin lagi.
" lo nggak mau bangun buat tepatin janji lo ke darren ?" isak tangis melvin semakin kencang.
Memang setelah kunjungan myra, begitu kedua orang tua dan adik nya pulang dari kota S, melvin segera menyampaikan usulan myra yang tentu di sambut antusias oleh bapak dan ibu nya. Bahkan darren sangat antusias, karena sejak awal kenal dengan myra, ia begitu mengidolakan nya.
Bahkan saat di beritahu mengenai kecelakaan myra. Ke dua orang tua melvin begitu terpukul. Sang ibu malah sempat pingsan mendengar myra yang sudah ia anggap sebagai putri nya sendiri mengalami hal naas tersebut. Mereka bersikeras mengunjungi myra tetapi mendapat penolakan melvin karena melvin tahu jika myra sedang berada dalam pengawasan ketat oleh ayah gery selaku penanggung jawab myra.
Jari - jari tangan myra bergerak tanpa sepengetahuan melvin. Melvin sibuk dengan isak tangis nya.
" myr, dengar. Lo harus bangun dan segera memberi pria brengs*k itu pelajaran. Pergi jauh dari nya dan jangan biarkan dia menyakiti nya lagi " ucap melvin yang begitu menggebu - gebu.
Di tengah - tengah celotehan melvin, rose datang dengan membawa makan siang untuk semua orang. Meskipun gery dan fahmi belum kembali.
TOK TOK TOK
CEKLEK
" kak mel, " sapa rose. Rose berjala masuk menenteng paper bag berisi makanan.
" heem, udah jam makan siang ternyata, " jawab nya. Tidak teraa ia sudah lama menemani myra dan sudah harus bergantian dengan rose dan gery.
Rose mengernyitkan keningnya menatap ke sekeliling. Tidak di dapati nya pria kecil mereka dan juga sang kekasih hati.
" gery dan fahmi kemana kak ? Kok nggk ada ?" tanya rose. Melvin mengalihkan mata nya dari menu makan siangnya dan menatap ke arah rose.
" mereka di markas, " jawab melvin singkat sambil meneruskan acara makan nya. Rose tambah bingung dengan jawaban dari melvin. Tiba - tiba ia merasa khawatir jika terjadi apa - apa.
" ada apa kak ? Apa ada yang terjadi dengan mereka ?" tanya rose. Dia masih sedikit takut jika mendengar kata markas karena sarat akan masalah jika membicarakan pasukan khusus dan markas.
" em, gery mengajak ken ke sana. Dia mempertemukan ken dengan pasangan gila itu, " jelas melvin.
Rose melongo mendengar alasan keterlambatan gery dan fahmi. Ia tentu tak habis pikir dengan ken, untuk apa dia menemui si ja**Ng itu setelah kejadian ini.
" mungkin ken juga ingin memberikan mereka pelajaran, entahlah" kata melvin mengendikkan bahu.
Rose mengangguk. Ia melupakan fakta jika bisa saja ken yang lebih terluka hati nya. Padahal ia juga melukai perasaan myra.
" hemmm, bagaimana perkembangan myra kak ? Adakah kemajuan ?" tanya rose sambil mendekat ke arah myra. Ia menata selimut myra dan memandang myra dengan tatapan berkaca - kaca. Masih jelas teringat tentang pertemuan mereka.
Saat itu ia dan gery bertabrakan di koridor dan myra dengan sekali lihat langsung mengajaknya bergabung dengan kondou inc. Saat itu di hati nya sangat tidak mempercayai ucapan myra dan menganggap myr hanya lah sedang bercanda.
Tapi semua terpatahkan saat myra dan gery mengajaknya mengunjungi hunian myra yang sedang, sederhana dari luar tetapi sangat modern dan canggih begitu kedalam.
Saat itu pula ia memutuskan untuk mempercayai myra dan akan mengabdi kepada perusahaan kondou inc. Karena bukan hanya mendapat teman baru, team baru, pekerjaan yang menjanjikan, pendidikan yang terjamin. Di tambah ia mendapatkan gery sebagai kekasihnya.
Ia juga setuju dengan gery mengenai myra yang menjadi prioritas utama bagi mereka berdua.
" hei, lo nggak bangun bos ? " kata rose mulai mengajak myra berbicara.
" bos lo nggak pengen minta ijin ke gue dulu gitu ?"
" lo kan mau ajak ayang mbeb gue pergi, " kelakar rose yang di tertawai oleh melvin yang sedang makan. Meskipun tersenyum, rose juga menitikkan air mata melihat sahabat sekaligus bos nya belum juga mau membuka mata.
" lo nggak bawa dia sehari dua hari loh, tapi laamaaaaa " kata rose lagi. Melvin yang melihat pemandangan menyedihkan itu langsung menghentikan acara makan nya. A jga menyeka air mata terharu nya. Terharu dan sedih.
" lo mimpi apa sih, kenapa nggak bangun - bangun, apa mimpi lo lebih indah daripada di kehidupan nyata ? " tanya rose yang tetap tidak di jawab oleh myra.
Melvin memberi isyarat agar rose menghentikan kegiatan nya. Bukan apa - apa, ia hanya tidak ingin rose dan yang lain semakin terpuruk. Pemeriksaan dokter, tubuh myra semakin membaik. Hanya saja ia masih belum ingin membuka mata nya. Entahlah, mungkin benar kata rose tadi. Mungkin mimpi yang myra alami memang lebih indah daripada kenyataan hidup nya.
Rose membekap mulutnya menahan diri agar tidak berteriak pilu. Ia lantas duduk di seberang melvin dengan tergugu pilu. Melvin menyodorkan tisu untuk adik kelas nya ini.
" kita harus sabar, bukan nya dokter will bilang ia sudah semakin membaik? Dia hanya belum mau membuka mata nya, biarkan sejenak dia istirahat dari perihnya kehidupan nya " nasehat melvin.
CEKLEK
BRAK
Terdengar bunyi dorongan pintu yang keras hingga rose dan melvin terlonjak kaget. Di balik pintu menyembul pria kecil yang menampakkan cengiran hingga deretan gigi putihnya terlihat. Di belakangnya menyusul pria remaja yang menggelengkan kepala nya melihat kelakuan pria kecil itu. Dengan wajah datar nan cool, kedua tangan yang di masukkan ke dalam kantong.
" dasar bocah edan ! Berisik ngerti nggak !? Gimana kalo malah lo bikin myr terganggu !" omel rose kepada fahmi. Ya, yang mauk ruangan adalah fahmi da gery.
" maaf - maaf kak, habisnya aku masih kebawa emosi. Masa si gila ken mau bawa tahanan ke pihak alexander ! Di kira fahmi nggak bisa mengatasi nya apa ! " bela fahmi. Ia langsung duduk di samping melvin dan meraih bungkusan nasi yang ada di meja.
Gery juga duduk di samping rose, ia memilih merebahkan kepala nya di atas pangkuan rose yang dengan sigap sang gadis mengelus lembut rambut nya.
" apaaa ! Jangan, jangan di kasih mi, enak aja ! Gue juga pengen nemuin tu perempuan sund*l. . Beb, jangan ksih ijin buat ken ya.. " kata rose kepada gery. Gery bangun dan menatap satu persatu ke arah teman - teman nya.
" entahlah. Sebenarnya aku juga enggan. Aku juga membalaskan sakit myra, apa lagi myra belum sadar kayak gini, " jawab gery.
Mereka berempat tenggelam dalam pikiran masing - masing. Fahmi yang selesai makan, segera bangkit menuju ke samping ranjang tempat myra terbaring. Ia memegang tangan myra.
" kak myr, bangun kak, " pinta fahmi sendu. Masih belum ada respon dari myra yang semakin menambah sedih pria kecil itu.
" kakak banguuunn ! " teriak nya lagi. Ketiga manusia lainnya hanya melihat dan mendengar kelakuan fahmi. Untung saja ruangan myra kedap suara jadi suara fahmi tidak menimbulkan keributan sehingga mengganggu pasien yang lain. Ya meskipun sekarang ruang myra memang hanya ada satu di lantai tersebut.
" KAKAK KALAU NGGAK BANGUN, FAHMI BAKAL BUNUH KEN BRENGS*K ITU "
" FAHMI !! " Teriak ketiga nya. Mereka hanya cemas kata - kata fahmi akan mempengaruhi myra.
" ka .. Kamu be.. Ra..ni .... "
DEG