LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 54



" jadi. Apa yang mau lo tau " tanya gery saat mereka berdua sudah berada di sebuah ruangan tertutup.


Ruangan yang tidak begitu luas tapi terasa nyaman. Terang saja, karena ruangan ini adalah ruangan kerja milik myra yang di gunakan untuk melihat laporan keuangan di toko elektronik nya.


" nampak gerald menghela nafas nya kasar. Ia menatap gery lamat - lamat. Berusaha mengumpulkan kekuatan untuk mengeluarkan berbagai pertanyaan yang bersarang di otak na sedari tadi.


" dari mana lo tahu tentang info mereka ? Kenapa lo bersikap santai sekali setelah mengetahui fakta itu ? Dan apa masud lo ngasih tahu gue tentang semua ini ? Kenapa nggak langsung o kasih tahu saja semua nya kepada ken ? ... Ap .. "


" weeetttssssss santai mas bro, santai - santai " kekeh gery yang mendengar pertanyaan beruntun dari gerald. Gery tersenyum tipis melihat gerald yang nampak memendam amarah.


" lo harus jawab semua ger, dari mana lo tahu semua ini? Sebenarnya siapa lo ?" tanya gerald sedikit frustasi. Gery mengangkat alisnya sebelah mendengar pertanyaan gerald yang terakhir.


" apa maksud lo ? ya kan lo tahu sendiri kalau gue gery lawson. Gue anak buah myra yang kerja di toko ini , teman sekelas lo, bahkan juara 2 umum di angkatan kita, " jawab gery santai terkesan mengejek gerald.


" ger, lo jangan bercanda. Serius ini kepala gue serasa mau pecah, sebenarnya apa yang sedang ken hadapi, siapa mereka, bagaimana caranya lo bisa tahu semua, " tanya Gerald lagi. Wajahnya memang terlihat frustasi memang. Dan gery merasa iba. Bagaimana rasa nya sahabat sejak kecilmu akan menjadi korban pengedar obat - obat an terlarang ?.


" haaaah, sorry rald, mengenai siapa gue, lo cukup tahu jika gue adalah pekerja paruh waktu di tempat myra. Darimana gue dapat info itu semua, karena .... Adalah. Tapi yang jelas semua informasi yang tertera id kertas - kertas tadi adalah hal yang valid dan bisa d pertanggung jawabkan kebenarannya, " jelas gery. Gerald belum puas dengan jawaban gery. Tapi ia berusaha mengerti. Ia kembali yakin jika gery memiliki identitas yang tidak sederhana.


" lalu,kepa lo santai banget dengan semua ini ? Kenapa nggak lo kasi tahu semua nya tentang ini kepada ken ?" tanya gerald.


" ngasih tahu si b*go itu ? Dan berujung doi nggak percaya dengan semua lalu menuduh ku memfitnah cewek g*la itu ? Oh.. BIG NO !" seru gery sambil bergidik ngeri membayangkan nya saja. Gerald hanya bisa meringis mendengar kenyataan yang ada. Karena sekarang memang sangat susah berbicara dengan ken. Karena otak ken sudah hampir tercuci oleh sikap manja dan polos lusi.


" lalu kenapa aku bisa santai setelah mengetahui semua nya ? Haaah ini susah sih, jika myra tidak memintaku untuk berdiam diri, aku sudah membuka semua nya. "


" lagi pula, selama mereka berdua tidak mengusik myra, aku akan menutup mata. Selama myra tidak tergores sedikitpun, gue nggak akan maju, " tegas gery. Ia secara terang - terangan memperlihatkan sikap melindungi myra.


" apa ? Kenapa dengan myra ? Bukan nya kekasih lo si rose dari kelas sebelah ? Jangan bilang jika lo sama myra ada ... "


" tutup mulut mu itu dasar dodol, " gems gery memotong ucapan gerald.


" myra bagiku dan rose adalah segala nya,jadi nggak akan aku biarkan siapapun menyakiti nya, termasuk sahabat lo. Si ken itu !" kata gery. Melihat tatapan tajan gery, gerald menelan ludah nya kelat.


Ia kini menanamkan satu pikiran di otak kecil nya. Ia tidak boleh membuat masalah dengan myra. Jika tidak, rose yang terlihat galak da juga gery yang dingin ini akan menghabisi nya tanpa segan - segan.


" haaaah, lalu apa yang harus ku perbuat, " desah gerald yang nampak pasrah.


" kita atau lo harus slalu memantau ken jika sedang berdua an dengan lusi, " kata gery mantap. Gerald nampak mencerna ucapan gery.


" jadi maksud lo, kita akan mengawasi mereka jika mereka tengah kencan ?" pekik gerald tertahan. Untung saja ruangan itu kedap suara. Di tambah ruangan itu jauh dari para pekerja lain nya.


Gery mengangguk dengan mantap. Gerald hanya bisa mendesah kasar mendengar ide dari gery. Tapi menurutnya ini memang yang terbaik. Karena entah kenapa gery memang tidak mau membuka kasus ini ke depan umum. Entah apa alasan nya gerald tidak mengerti.


Akhirnya kedua nya sepakat akan mengawasi ken secara bergantian jika kenda lusi sedang berkencan.


FLASHBACK OFF


kembali ke pada ken dan lusi. . .


Melihat ken yang terdiam, lusi buru - buru memasang wajah sendu nya.


" ka.. Kak, maaf, hiks hu hu hu, jangan di dengerin pa yang aku bilang tadi. Aku cuma bingung harus cerita ke siapa sedangkan kak Jhonson saat ini juga sedang kebingungan, " kata lusi dengan mengeluarkan jurus air mata buaya nya.


" ssstttt, jangan nangis yank, cup cup cup. "


" aku diam bukan karena aku nggak mau bantu. Ehm oke, kasih aku waktu sekitar 1 minggu ya, doakan usaha aku lancar trus bisa bantu kamu, " kata ken panik saat melihat lusi yang menangis. Lusi mendongak kan mata nya menatap ken pilu.


" tapi kak, uang segitu banyak pasti akan sangat memberatkan kakak, apalagi selama 4 bulan ini hutang lusi belum di bayar, " kata lusi pelan. Ken segera meraih tangan lusi dan menggenggam nya lembut.


" sssttt, apaan sih. Siapa yang bilang kalau pemberianku itu hutang ? Aku ikhlas ngasih ke kamu. Lagian kamu kan pacar aku sudah sewajarnya aku bantu kamu, " hibur ken sambil menghapus lelehan air mata di pipi lusi.


" tapi kan kak .... "


" sstttt udah, nggak usah tapi - tapi an, pokoknya kamu dengerin aku. Nggak ada hutang - hutang an di antara kita," kata ken tegas. Lusi tertegun dan dengan pasrah ia mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh ken.


' ha ha ha, dasar pria bodoh. Teruslah menjadi ladang atm ku dan juga kekasihku, ' batin lusi menyeringai puas setelah berhasil memperdaya ken ber kali - kali.


Kali ini lusi bertekad untuk menjerat pacar bohongan nya ini untuk mencoba obat - obatan yang ia jajakan bersama dengan jhonson. Lusi harus berpikir dengan keras rencana apa lag yang akan ia lakukan agar ken mau mencoba dan akhirnya terjerat dalam lingkar obat - obat an tersebut.


Sempat lusi berpikir jika gery mengetahui sesuatu sehingga ken tidak pernah berhasil ia jebak untuk menkonsumsi obat itu, tapi pikiran nya segera menghilang melihat hubungan antara ken dad juga gery yang merenggang. Lusi masih berpikir jika kejadian saat gery berada di club malam itu adalah suatu kebetulan seperti yang gery katakan. Lagipula, lusi tidak melihat jika gery mempunyai power di belakangnya. Gery berasil menutupi jejak nya sebagai tangan kanan nona muda perusahaan IT terbesar dengan rapih.