LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 79



DREEEK DREEK DREEK


Terdengar suara roda yang sedikit aus karena kekurangan oli. Membuat myra dan ken mengalihkan pandangan mereka ke arah suara.


" ck, seperti nya roda nya mulai aus, " gumam myra sambil berjalan menuju ke sebuah robot pelayan yang membawa nampan di tangan nya yang berisi dengan camilan dan minuman dia atas nya.


Ken masih saja melongo terkejut di buat nya. Meskipun saat masuk ke ruangan ini pertama kali sudah melihat jajaran robot - robot berbagai bentuk, ia masih saja terkejut saat melihat sebuah robot pelayan yang membawakan mereka cemilan yang ia yakin adalah perintah dari myra kepada RANIA saat datang tadi.


" TERIMA KASIH, RANIA "


" YA, NONA, "


Myra membawa robot itu masuk dan meletakkan minuman serta camilan nya ke meja di ruang kerja nya. Myra menoleh dan tersenyum saat mendapati ken yang masih memperhatikan gerak gerik robot pelayan itu.


Myra terkekeh pelan saat melihat ekspresi terkejut ken. Ia kemudian duduk di samping ken dan perlahan menyenggol lengan ken.


Ken segera sadar saat merasakan senggolan myra di lengan nya. Ia tidak bisa untuk tidak memerah pipi nya.


" kenapa ? Bukan nya tadi pas masuk juga udh ngelihat mereka ?" tanya myra yang geli terhadap sikap ken.


" heemmm, iya sih, tapi pas lihat mereka bergerak bahkan melakukan tugas sebagaimana seperti manusia tuh rasa nya gimana ya, amaze aja gitu, " jawab ken sambil berdecak kagum.


Myra terkikik geli, ia tentu tidak bisa menyalahkan ken yang terlihat kaget serta kagum. Karena sepanjang pembuatan robot - robot itu memang myra tidak pernah memberi tahu kan ken.


" masih banyak lagi yang seperti mereka, tentu ny dengan tugas yang berbeda - beda juga, " ucap myra tanpa maksud menutupi nya lagi dari ken. Ia memutuskan untuk jujur dengan ken saat ini.


Ken tertegun dan menatap ke arah myra. Ia tidak bisa untuk tidak kagum kepada wanita yang dulu pernah di sakiti nya ini.


" apa aku bisa melihat nya ?" tanya ken dengan mata yang berbinar - binar.


Myra tertawa pelan dan mengangguk


" tentu saja, sebentar " ucap myra. Ia lalu mengambil jam yang tadi sudah di aktifkan nya, lalu nampak mengutak atik beberapa tombol yang berada di jam itu.


" please hear this command ! give me each robot representative, now !"


Bzzzztttt bzzzzzttt


" yes, miss. command is copy "


Ken hanya memerhatikan apa yang sedang myra lakukan, di dalam hati nya, jauh di lubuk hati nya yang terdalam, ia terus saja memaki diri nya sendiri.


Kenapa dulu ia begitu jahat kepada gadis ini, gadis yang begitu tulus mencintai nya meski telah berulang kali terluka.


Ken beruntung, di saat banyak hati yang berusaha mengetuk ke dalam hati myra, nama nya tetap berada di urutan nomor satu. Bahkan nama nya tidak tergantikan. Bergeser pun tidak.


Ken juga bersyukur, myra dnegan mudah memaafkan segala hal yang sudah ia lakukan di masa silam/


' ya allah, jika aku masi boleh meminta, tolong ijin kan hamba untuk selalu membahagiakan nya, akan hamba ganti setiap air mata kesedihan dahulu dengan air mata kebahagiaan, tidak akan lagi hamba berlaku bodoh dengan menyia - nyia kan nya lagi, ' doa ken dalam hati.


Myra masih memperhatikan roda di robot pelayan yang sempat menarik perhatian nya tadi, entah berapa lama fahmi atau melvin tidak mengontrol roda robot - robot ini.


" yank, " panggil ken memecah keseriusan myra. Myra menoleh ke aah ken dan mendapati jika pria itu tengah menatap nya begitu dalam.


Refleks tangan myra mengusap wajah nya, kalau - kalau ada sesuatu yang menempel di wajah nya.


" kenapa ? Apa ada yang salah dengan wajah ku?" tanya myra bingung.


" bukan, " jawab ken sambil mengusap lembut wajah myra. Ia menarik pergelangan tangan myra dan memasukkan myra ke dalam pelukan nya. Myra yang merasa kebingungan hanya bisa menuruti kemauan ken.


" kenapa sih ?" tanya myra lagi.


" terima kasih, terima kasih udah mau maafin aku, terima kasih udah mau kembali ke sini, " ucap ken dengan tulus. Tidak tahu entah berapa kali ken meminta maaf dan berterima kash kepada myra. Myra pun sampai jengah mendengar nya meski ia tidak bisa melakukan apa - apa.


" kenapa sih ? Aku udah maafin kamu loh, jangan seperti ini, hmmm" jawab myra.


" tetap saja, aku selalu merasa bersalah setiap melihat mu. Janji sama aku. jika aku punya salah nanti nya, entah sengaja atau tidak, tolong kamu tegur aku, ya ?" ucap ken.


" iya, iya ... " balas myra.


DREEEEKKKKK DREEEEEEKKK DREEEKKKKK


Terdengar beberapa putaran roda yang kehabisan oli, myra segera mengalihkan pandangan dan diam - diam mendesah. Nampak nya memang semua roda sudah harus di lihat kondisi nya.


Ken, ia melihat lagi, robot pelayan, robot pembersih, robot yang bertugas untuk masak, mini processor, bahkan flying dragonfly dan honey bee pun datang,


" ini semua .... Buatan mu ?" tanya ken tanpa mengalihkan pandangan nya dari para robot itu.


Hmmm, ya. Sejak sebelum papi dan mami meninggal. Papi yang ngajarin aku semenjak umur 6 tahun, " cerita myra sambil mendudukkan tubuh nya di samping ken. Ia bahkan meletakkan kepala nya, bersandar d bahu ken yang lebar dan sandarable itu.


Ken dengan sabar dan lembut mengelus rambut dan bahkan sesekali menciumi kepala myra.


" ... Sebenar nya, game kingdom of kondou juga adalah game yang aku buat. .. "


" HAH ? Pantas dulu kamu menang dari aku dasaaaar, " gemas ken mencubit hidung myra. Myra terkikik saat mengingat ken yang dengan sombong nya menantang nya bermain game hasil besutan nya itu.


" hi hi hi, lucu banget pas kamu dengan PD nya ngremehin aku saat itu, " kenang myra. Ken menyentil pelan dahi myra.


" kamu benar - benar berhasil mengelabuhi ku, " gumam ken.


" semua nya, bukan hanya kamu loh, mommy, daddy bahkan juga baru tahu kan, " sangkal myra tak mau di salahkan.


" ya, betapa shock nya mommy dan daddy, terutama daddy. Beliau dari dulu semenjak kantor KONDOU berdiri ingin sekali bekerja sama. Mana tahu jika pemiliknya adalah menantu nya sendiri, " cibir ken. Myra tersenyum lembut.


" ken, saat ini sudah tidak ada lagi rahasia di antara kita, aku sudah memberi tahu mu semua tentang ku, dan alasan kenapa aku melakukan ini, dan aku juga berharap, kamu juga tidak menyembunyikan apapun dari ku," ucap myra menatap ken. Ken tersenyum.


" ada satu hal yang masih aku rahasia kan, " bisik ken di telinga myra. Membuat myra bergidik karena geli.


" ... Aku sangat mencintai mu, i love you more, almyra .. "