
" dia sudah mulai masuk, bang. Coba lo lihat, " ucap fahmi.
" hmmm, awasi saja, gue rasa dia tidak akan menyia - nyia kan kesempatan yang kit beri, " ucap gery santai.
" bhua ha ha ha ha, lihat lah bang. ekspresi nya sama dengan pertama kali lo di kagetkan sama RANIA " Tawa fahmi pecah.
" ck. Si*l " umpat gery tetapi ia juga tidak bisa menahan tawa nya saat melihat keterkejutan ken.
Yaps, fahmi dan gery sedang memantau ken melalui sebuah cctv tersembunyi mereka.
Setelah acara sarapan bareng tadi, gery mengantarkan myra terlebih untuk beristirahat di penthouse yang tepat satu lantai di atas nya.
Sedangkan melvin dan Darren, mereka memilih pulang untuk mengabari orang tua mereka jika myra telah pulang.
Rose memilih ikut ke unit gery dan fahmi, yaitu di lantai 31 kondou's apartemen.
" kalian sangat lah iseng, " ucap rose sembari meletakkan minuman dingin beserta camilan untuk calon suami dan adik ipar nya
" coba kakak lihat, ha ha ha. Aduh aduh. Muka datar dan dingin nya sangat tidak pantas jika sedang terkejut dan sedikit takut " tawa fahmi kembali pecah
' dasar bocah, suka sekali dia melihat musuh nya susah, ' batin rose dan gery dalam batin mereka.
" babe, kamu belum mengajukan cuti ?" tanya gery sambil menarik rose untuk duduk di samping nya.
Fahmi memilih untuk fokus memperhatikan ken dalam layar laptop nya dari pada harus mendengarkan kakak dan kakak ipar nya bermesraan.
" kasihan ayah, yank. Nggak apa lah ambil cuti nya 5 hari sebelum hari H. Toh semua sudah selesai. Orang tua kak melvin juga sangat membantu. Bahkan ibu begitu antusias seperti sedang menikahkan anak perempuan nya sendiri " jawab rose. Ia merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan myra di masa lalu. Ia memiliki bos sekaligus sahabat yang selalu mengerti keadaan teman - teman nya. Ia juga mendapat sosok ayah dari frederick. Di tambah lagi orang tua melvin yang menganggap rose, dan fahmi serta myra sebagai anak nya sendiri.
" aku belum sempat mengunjungi ayah dan ibu, " kekeh gery.
" bagaimana mau berkunjung, kakak dan abang kan baru sampai, " sahut fahmi yang masih menatap layar laptop nya.
" ya, nanti sore saja, sekalian bareng myra, " lanjut gery santai.
" pasti ibu akan sangat senang bertemu dengan myra, " kata rose sambil menyandarkan kepala nya di bahu gery. Gery dengan senang hati mengelus kepala rose dengan sayang.
" masuk ! Di masuk ke dalam kamar kak myra, " pekik fahmi heboh. Sontak saja gery dan rose terbangun dari duduk nya dan ikut merangsek ke depan layar laptop bersama dengan fahmi yang sudah heboh sendiri.
💨💨💨
CEKLEK
' DEG '
' MYRA '
Suasana kamar serba pink menyapa indera penglihatan ken. Tidak banyak pernak pernik khas wanita di dalam kamar yang terkesan santai dan nyaman itu.
Ken mengernyit heran saat pandangan nya terjatuh pada sebuah meja. Bukan sembarang meja. Lebih tepat nya adalah satu set meja dengan perlengkapan gaming. Komputer gaming, headphone dan juga kursi nyaman untuk bermain game yang semua nya serba pink.
Ken mengarahkan langkah nya untuk menuju kursi dan duduk di kursi tersebut.
Ken menyentuh perlahan permukaan meja, keyboard, mouse, bahkan headphone yang terkesan tanpa debu tersebut.
Mata nya menyipit saat ia melihat sebuah benda yang terasa familiar bagi nya.
' seperti pernah melihat, tapi di mana ?' batin ken. Otak nya memutar mencoba mengingat di mana ia melihat benda ini.
" masya allah, ini gantungan yang sama dengan milikku, hanya saja berbeda warna, " pekik ken begitu ia ingat dengan benda yang menurut nya familiar.
Benar, benda itu adalah gantungan kunci yang memang sama persis dengan milik ken yang di berikan oleh myra untuk nya.
benda yang dahulu di gunakan untuk melacak nya saat ia di bawa pergi oleh jhonson kala itu. Tapi tentu saja ken tidak mengetahui.
Ken mengambil gantungan kunci tersebut. Mengusapnya pelan seakan takut jika benda itu akan pecah dengan mudah.
' myr, lo nggak mau pulang buat ketemu gue lagi ? Apa belum cukup waktu mu menghukum ku ? ' batin ken sendu.
" eh, tombol apa ini ? " gumam ken pelan saat jari nya merasakan sebuah lekukan di bagian leher.
Ken penasaran dan segera memencet tombol tersebut.
Tiba - tiba sebuah hologram muncul di bagian mata robot yang tertutup helm. Bentuknya sama seperti proyektor mini miliknya yang juga di berikan oleh myra untuk nya. Layar biru nampak muncul di permukaan dinding kamar myra. Lalu sederet tulisan muncul di sana.
..." hari ini, aku ngasih gantungan kunci kembaran dari milikku untuk ken, meski saat itu ia bicara jika ia ingin membatalkan perjodohan kami,...
..." gantungan ini di lengkapi dengan alat pelacak dan juga kamera mini, jadi aku bisa menemukan ken jika suatu saat kami terpisah....
..." seperti penguntit ? Mungkin jika ken tahu ia juga akan berpikir seperti itu. Tapi biar saja ia tidak tahu mengenai alat pelacak dan gps. Aku juga tidak akan menggunakan untuk hal yang tidak - tidak....
..." sampai kapan pun, meski ken tidak menginginkan perjodohan ini, sampai ia menemukan wanita lain, aku akan tetap ... "...
..." aku akan tetap mencintai ken, "...
BIP
Air mata ken menetes perlahan begitu ia mulai membaca sederetan tulisan yang ia yakin adalah tulisan myra.
Ken menggenggam erat gantungan kunci itu. Lagi, lagi dan lagi ia telah melukai perasaan myra.
' jika lo tetap cinta kepada ku apapun yang terjadi, lalu kenapa lo sekarang menghilang ? Menghilang tanpa jejak? Bahkan gue nggak bisa melacak di mana keberadaan mu, ' jerit ken dalam hati nya.
Ken kembali mengarahkan pandangan nya ke komputer di depan nya. Nampak seperti komputer biasa. Ia menekan tombol power pada CPU di bawah sana.
Nyala ! Komputer ini masih bisa berfungsi dengan baik. Dan itu sama sekali tidak di beri password keamanan. Membuat ken semakin heran. Apa jangan - jangan selama ini selalu ada yang menepati rumah myra ? Lalu kenapa mommy dan daddy nya tidak memberi tahukan kepada nya? Apa jangan - jangan myra berada di sini ?.
Tampilan awal adalah foto nya bersama dengan myra saat masih berumur 7 tahun. Berlatar belakang halaman belakang rumah myra yang penuh dengan bunga.
Kedua sosok kecil berlawan jenis tengah saling memeluk bahu dan sedang tersenyum ke arah kamera. Ken ingat, moment ini adalah saat ketika ia memberikan gantungan kunci yin yang.
Ken mengelus permukaan layar komputer itu dengan pandangan sendu. Sisa jejak air mata nampak masih terlihat di pipi nya.
Ia melihat di tampilan desktop. Hanya ada beberapa aplikasi di sana.
GAME
YO*TUBE
MS. EXCEL
MS. WORD
Dan beberapa aplikasi bawaan komputer. Kemudian ken menekan ikon YO*TUBE di sana
DEG