
" Myr, lo siap buat ketemu ken besok lusa ??" tanya rose hati - hati.
Kedua nya kini tengah berbaring di ranjang myra yang empuk di penthouse. Setelah sampai rumah tadi, gery dan kedua gadis itu berpisah. gery menuju unit nya sendiri, sedangkan myra dan rose menuju penthouse myra.
" Se.. betul nya, aku gugup, gugu sekali, " aku myra meringis.
Rose terbangun dari posisi berbaring mereka dan di ikuti oleh myra. Rose menatap mata myra lekat meski myra langsung menundukkan pandangan nya. rose bisa melihat rona merah di wajah myra saat ini.
" lo tahu, lo berhak bahagia, " kata rose. Myra mendongakkan wajahnya, menatap balik rose.
" selama gue kenal sama lo, lo bawa gue ke kebahagiaan yang nggak pernah gue kira bakal gue dapetin, lo bisa bikin gue, gery, kak melvin, bahkan fahmi menuju puncak kebahagiaan kami,"
" jadi lo juga harus merasakan kebahagiaan kami, " lanjut rose.
Mata myra nampak berkaca - kaca. Ia juga ingin bahagia.
" lo tahu, pernah gue ketemu sama ken," kata rose selanjutnya. membuat myra penasaran.
" dia sama sekali nggak ngelirik gue, " ucap Rose dengan kesal.
" lalu, gue akhirnya nyapa dia, dia baru ngeh kalo ada gue di sana, ia baru nyapa gue"
" itu arti nya apa ?? ken sama sekali nggak ngelirik cewek lain lebih dari 3 detik" ucap rose menggebu.
" dia nyapa gue, hanya berbasa - basi. dan akhirnya tetap saja menanyakan keberadaan lo," senyum rose. rose membelai wajah myra yang tersipu.
" yakin lah, myr. Ken sudah berubah. Kini ia tengah menunggu mu kembali," ucap rose. Myra terisak namun ia juga mengangguk. Hati nya sudah bertekad untuk menyingkirkan rasa pesimis itu.
" Dia, belum tahu jika lo pemimpin KONDOU Inc kan?" tanya rose. Myra menggeleng. Jelas saja ken tidak mengetahui hal tersebut. Bahkan Bryan, mommy dan daddy yang masih bertukar kabar dengan nya saja juga belum mengetahui hal tersebut.
" bagus, senin ini, mari kita kejutkan dia, gue penasaran dengan ekspresi nya," ucap rose semangat.
Tepat pukul 11 malam, kedua nya baru tertidur setelah asyik mengobrol. Mereka tentu tidak ingin mendapat amukan dari gery jika sampai terlambat bangun keesokan hari nya.
💨💨💨
Pukul 7 pagi, myra dan rose sudah siap dengan pakaian santai mereka. karena hari ini hanya akan menghadiri persiapan untuk meeting besok. Myra juga hanya ingin melihat beberapa dokumen yang sengaja rose simpan untuk di periksa saat ia kembali ke kantor.
Toh, hari ini yang akan datang melakukan persiapan hanya departemen tim produksi, gery, rose, fahmi dan diri ny karena hari ini masih hari minggu.
TOK TOK TOK
terdengar suara ketukan dari luar pintu, rose dan myra tentu sudah tahu jika itu pasti gery.
" oke ladies, langsung saja kita berangkat, gue udah siapkan sandwich untuk kita makan pagi," ajak gery.
ketiga nya langsung bergegas menuju kantor tanpa ada kendala berarti.
myra memasuki ruangan nya begitu ia sampai, dengan 1 tangan kanan nampak sedang menyuapkan sandwich ke mulut nya, sedangkan tangan 1 nya sudah sibuk membuka dokumen - dokumen dari rose.
Rose dan gery sudah lebih dahulu menuju ke ruang meeting tempat besok di adakan demo tentang rumah pintar berbasis sistem. Gery yang merasa harus mengecek persiapan sebelum nanti nya myra meninjau langsung.
Tak begitu lama myra menyelesaikan dokumen - dokumen nya. Ia lalu menyusul
gery dan rose ke ruang meeting.
" hai paman - paman" Sapa nya begitu ia memasuki ruangan meeting yang kini di ubah layaknya laboratorium produksi dengan berbagai alat dan komputer di sana.
Terdapat beberapa unit komputer, dummy komplek dengan beberapa rumah. Ada juga bagian dalam rumah yang nampak sengaja di bedah yang akan di tanam sistem komputer seperti ruang tamu, kamar, dapur.
di dalam juga ada beberapa robot pelayan, yang seperti di rumah komplek myra.
" No.. nona muda " hampir semua anggota tim produksi memekik kesenangan saat melihat myra yang datang. mereka jelas merindukan nona muda nya yang sudah 6 tahun lebih tidak mereka temui.
" he he, hai paman, bagaimana kabar kalian," sapa myra lagi.
" kami baik, nona." jawab mereka serentak.
" sudah - sudah, kapan - kapan lagi saja ramah tamah nya. myr, segera cek kode nya. masih ada yang kurang atau nggak " teriak gery mengakhiri acara temu kangen myra dengan para tim produksi.
Seketika myra mendengus namun ia tetap melangkahkan kaki nya menuju ke meja yang berisi laptop untuknya.
Situasi yang sama, juga berlaku untuk ken dan brya. Kedua nya dengan serius mengevaluasi kembali proposal yang akan mereka bawa besok.
Ini proyek yang besar dan menjadi proyek yang selalu di impikan bahkan oleh semua perusahaan. Dapat menjalin kerja sama degan perusahaan IT terkenal di negara nya menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka.
💨💨💨
Senin, pagi hari di mansion keluarga ALEXANDER
Saat ini ken dan bryan tengah menikmati sarapan yang di siapkan oleh nyonya ALEXANDER. Ken memutuskan untuk menginap setelah hari sabtu ia mengunjungi rumah myra.
" semua sudah siap, sons ?" tanya frans kepada bryan dan ken.
" hmm dad, doakan kami lancar, " bryan menjawab pertanyaan frans. Sedang Kan ken sedari tadi hanya terdiam menikmati sarapan nya. Entah kenapa hati nya berdebar sejak bangun tidur tadi.
" kau okay, ken ?" tanya viona yang sedari tadi memperhatikan ken yang hanya diam saja.
" hmm, " jawab ken singkat. Viona bahkan hanya bisa menggelengkan kepala nya mendengar balasan ken yang super singkat.
Setelah makan selesai, ken dan bryan segera bergegas berangkat. Tidak lupa ken mencium pipi viona terlebih dahulu
...****************...
" Selamat pagi, adakah yang bisa kami bantu " ucap seorang resepsionis KONDOU Inc saat melihat bryan dan ken sampai di depan meja mereka.
" kami ada janji meeting dengan presdir KONDOU Inc. " jawab bryan dengan tersenyum rama. Seperti biasa, ken hanya diam memasang wajah datar andalan nya.
" oh, anda berdua perwakilan dari ALEXANDER Group ? Mari silahkan, staff kami akan mengantar anda berdua menuju ruang meeting di lantai atas, " jawab sang nona resepsionis.
Nampak nya kedatangan mereka berdua memang sudah di mandatkan sehingga mereka bisa langsung menuju ke ruang meeting.
dengan di antar oleh seorang staff, ken dan Bryan di antar ke sebuah ruangan di lantai 8.
CKLEK
" silahkan masuk, tuan" staff yang mengantar mempersilahkan mereka masuk. Bryan mengangguk dan tersenyum sebelum akhirnya mengikuti ken memasuki ruangan.
" hei, kalian akhirnya sampai juga, " terdenga suara yang familiar di pendengaran ken dan bryan.
Ken sempat shock saat melihat siapa yang berada di dalam.
Itu GERY ?
Bagaimana bisa gery berada di sini ?
Ia bahakan menggunakan baju yang lumayan formal.
Apakah ia juga karyawan di sini ?
Selain gery, di dalam teryata sudah ramai orang. Ken dapat melihat melvin tengah mengintruksikan tim nya untuk menyiapkan sesuatu. Ken bisa melihat dummy real estate di meja rapat. Beberapa komputer dan laptop dalam keadaan nyala dan menampilkan sederet kode yaang ken sedikit paham itu adalah kode sistem.
" duduklah, tuan ken, tuan bryan. Atasan saya sebentar lagi akan datang, " ucap gery mengubah cara bicara nya.
Ken masih saja merasa kaget mengenai keberadaan gery di sini, tapi ia dan bryan menurut dengan arahan gery untuk duduk sejenak.
KLOTAK KLOTAK KLOTAK
CEKLEK
" apa kami terlambat ?" tanya sebuah suara dari pintu luar.
Ken mengenal suara ini. Ini adalah suara rose, sekertaris dari gery. Ia tidak membalikkan badan nya karena merasa tidak perlu.
" tidak, silahkan masuk... "
" mari kita sambut, presdir kita Nona ALMYRA SALSABILA KONDOU .. "
DEG