
" aaww.. Sue, kalah gue, " gerutu ken saat ternyata ia kalah telak dari myra. Myra hanya tertawa terbahak saat melihat ken yang tengah frustasi dengan kekalahannya.
Ken menghembuskan nafas kasar nya. Ia berusaha menetralkan kekecewaannya yang akhirnya kalah. Ia menoleh ke arah myra yang sedang menertawakan diri nya.
' myra terlihat senang. Ia cantik ' batin ken tanpa sadar.
' hah, apa yang gue pikirkan. Inget ken, dia hanya tetangga lo sejak kecil, ' batinnya lagi saat ia sadar dengan apa yang ia pikirkan.
" ehem, seneng banget. Mentang - mentang menang, " sindir ken. Myra berhenti tertawa dan ganti tersenyum kecil.
" nah, apa yang lo minta ?" tanya ken. Myra nampak berpikir dan kemudian tersenyum lagi.
" kapan - kapan aja lah aku minta nya. Saat ini belum ada yang aku pengen " ucap myra. Ken hanya menggelengkan kepala.
" oke lah kalau begi .... "
" yok ken, berangkat, udah pada ngumpul kayaknya, " sebelum ken menyelesaikan ucapannya, tiba - tiba gerald datang bersama dengan gery dan rose yang berada di belakangnya.
" iya kah ? Gue nggak ngliat grup, " tanya ken baik.
" hooh, yuk berangkat, " ajak gerald lagi. KEn mengangguk. Ia dan gerald berpamitan kepada myra dan yang lain. Lalu tak lama terdengar suara motor gerald yang melesat menjauh meninggalkan kawasan komplek perumahan.
" lalu ? Gimana tentang divisi produksi ?" tanya gery saat ken dan gerald sudah meninggalkan rumah myra. Mereka tengah duduk dengan serius di ruang keluarga.
" gue udh ngliat hasil cctv, ternyata emang human eror. Untungnya kak ahmad nggak cedera serius. " kata myra. Gery mengangguk.
" lalu, keputusan lo gimana, " tanya gery lagi.
" gue pikir, gue akan ngasih mereka liburan dulu, bagaimanapun, proyek ini akan berat. Karena jumlah nya yang banyak dan cukup sulit perakitannya. Nanti gue akan minta penambahan tenggat waktu sama pihak mereka."
" lagian, tim produksi pasti juga akan merasakan kelelahan, meskipun euforia mereka tinggi, tapi pasti juga kecapekan karena terlalu semangat. " beber rencana myra. Rose hanya terdiam karena ia sudah mendengar rencana myra.
" tapi apa pihak mereka mau memberikan tenggat waktu lagi ?" tanya gery ragu. Pasalnya mereka hanya di berikan waktu satu setengah tahun untuk menyediakan 200 pcs flying dragonfly tersebut.
" mudah - mudahan sih bisa, semoga mereka memaklumi karena ini juga proyek yang besar dan susah juga. Tapi gue berharap juga jika kita malah bisa menyelesaikannya sebelum waktu nya, " harap myra. Gery hanya bisa menganggukkan kepala nya setuju dengan rencana myra.
Myra segera menyiapkan proposal dengan di bantu oleh rose untuk mengajukan penambahan waktu. Ia juga menelpon frederick dan kepala tim produksi untuk memberikan pengumuman tentang liburan dadakan untuk staff produksi. Frederick menyetujui rencana myra tersebut. Ia bahan berpikir jika myra mengambil keputusan yang terbaik. Ketua tim juga menyambut dengan gembira usulan dari nona muda
" nah, sudah selesai, " kata myra setelah ia memutuskan sambungan video conference bersama frederick dan kepala bagian produksi. Ia kini menghadap ke arah rose dan gery.
" karena tim produksi berlibur, otomatis kerangka dan hardware nya terhenti produksi nya, kalau lo sama rose mau libur juga nggak apa - apa," jawab myra santai. Ia meraih cemilan di meja ruang kerja nya. Memang saat ini mereka sudah berpindah posisi ke ruang kerja karena merasa lebih nyaman dalam membicarakan pekerjaan di sana karena bahan yang di bicarakan berada di sana.
" terus lo myr ?" kini gantian rose yang bertanya. Gery menoleh ke arah myra untuk menunggu jawaban dari bos sekaligus teman nya itu.
" gue ? Rencana nya gue akan menyicil software nya, nanti kalau hardware sudah di produksi lagi, gue tinggal masukin satu -satu, gue lagi nggak mood buat kemana - mana, mau tiduran juga lah mumpung libur panjang, " ucap myra santai lagi. Gery dan rose refleks menepuk dahi mereka bersamaan saat mendengar jawaban myra di kalimat terakhirnya. Mereka hampir saja lupa sebuah fakta jika myra adalah seorang pemalas !.
" ya sudah, gue jug minta libur sampai sekolah masuk, gue pengen berkunjung ke makam orang tua gue ya myr, " ijin rose dengan sendu. Myra tersenyum ke arah rose. Ia mendekat dan memeluk rose.
" tentu boleh, nanti gue juga akan berkunjung ke makam mami dan papi, " jawab myra. Ia memang tidak pernah lupa itu, bahkan myra berkunjung ke makam mami papi nya seminggu sekali tanpa ada yang mengetahui nya. Karena myra berkunjung saat setelah
" ya sudah gue juga libur nya barengan rose deh, " jawab gery.
" ikut - ikutan aja lo, mentang - mentang sayang, " cibir myra. Gery dan rose memerah. Mereka memang sudah tahu perasaan masing - masing.
" kalau gitu gue pulang dulu ya, tadi udah ada janji sama anak - anak asrama buat kerja bakti bersih - bersih, " pamit rose sambil berdiri. Gery menatap rose dan myra bergantian.
" apa ? Sana antar aja, pake ngliat - liat gue,kayak nggak biasanya aja " sembur myra mengejek gery.
" nggak usah beb, kan aku bawa motor myra, " tolak rose. Gery nampak bimbang. Ia malah menoleh ke arah myra, tapi myra malah menelungkupkan kepalanya ke meja dengan berbantal kan tangannya sendiri. Gery menghela nafas kasar. Ia menghampiri rose yang duduk di sofa.
" bener nggak usah ?" tanya gery. Pasalnya ia juga ada sesuatu yang akan di bicarakan dengan myra. Dan rose tahu gelagat gery.
" bener beb, nanti kalau sudah sampai aku kabarin, " jawab rose sambil beranjak pergi. meski sebenarnya gery tampak enggan untuk membiarkan rose sendiri, tapi mau bagaimana lagi ada informasi yang harus segera ia sampaikan kepada bos sekaligus sahabatnya ini.
" hati - hati, jangan lupa ngabarin nanti kalau sudah sampai, " teriak gery dan di acungi jempol oleh rose. Rose menghilang di balik pintu.
" bab beb bab beb, gaya an lo, " myra mencibir gery lagi. Gery tergelak mendengar cibiran myra.
" ada apa ? Nggak biasanya lo nggak nganter rose pulang," tanya myra. Ia juga merasa aneh dengan gelagat gery. Karena ia jarang absen mengantar rose jika sedang berkunjung ke sini, kecuali ada hal yang sangat mendesak.
" tau aja lo kalau gue mau ngomong serius, " cengir gery. Myra hanya mendengus. Ia bangun dan berdiri mendekat serta duduk di seberang gery setelah tadi nampak menyandarkan kepala nya di bantalan tangannya di meja.
" buruan ada apa ?" tanya myra lagi. Gery kini membuka tab yang selalu ia bawa.ia nampak mengotak atik tab nya dan menemukan data apa yang ia butuhkan lalu menyerahkannya kepada myra.
" Lo tahu kan jika lantai 1 sampai 5 di apartemen lo itu boleh di sewa ?"