
" jangan bilang jika kamu ingin melenyapkan ken untuk memberikan hadiah kepada myra, " tebak Jhonson tepat sasaran. Meskipun alasan nya bukan hanya itu.
Lusi tertawa nyaring saat jhonson bisa menebak pemikiran nya. Jhonson ikut menyeringai. Ia tentu sudah terbiasa dengan sikap psiko sang kekasih. Karena ia sendiri juga seperti itu. Hal ini pula yang mengakibatkan mereka selalu bisa lolos dari kejaran polisi di negara asalnya.
Kedua nya segera menyiapkan rencana yang akan mereka lakukan. Sebelum ya mereka akan menyelesaikan beberapa transaksi yang sudah di janji kan dengan beberapa klien mereka.
💨💨💨
Sementara itu myra..
Setelah pertemuan nya dengan lusi tadi, myra bergegas pulang ke rumah nya. Ia membaringkan tubuh nya di ranjang kamar nya. Myra panik dan gelisah mengingat apa yang di ancam kan oleh lusi.
" aku harus bagaimana ?" gumam myra sambil menggigiti kuku nya.
Otak nya kini di paksa untuk bekerja keras mencari solusi yang pas. bagaimanapun keselamatan ken adalah yang utama. Meskipun pada nyata nya ken tidak lagi bersikap baik kepada nya. Tetapi myra juga tidak bisa menyalahkan ken, karena ken hanya terkena hasutan lusi.
" sementara wktu aku akan melihat dan memantau lusi saja, "
" ya benar, sebaiknya seperti itu,"
" lalu, aku juga harus segera membatalkan perjodohan antara aku dan ken, " gumam myra. Ia tersenyum kecut dengan kalimat terakhir nya.
Perjodohan yan di gadang - gadang sejak mereka masih kecil harus pupus. Dan itu karena permintaan calon pria nya. Myra ? Tentu saja sakit, tapi jika semua nya membuat ken bahagia, bukan kah ia juga harus ikhlas? Bukan kah definisi cinta yang sebenarnya adalah ikhlas melihat pasangan bahagia meski tidak bersama kita ? Myra rasa perjuangan nya sudah cukup, dan ini waktu yang tepat untuk menyerah.
💨💨💨
Hari minggu.
Myra Pov.
Setelah seminggu pertemuan ku dengan lusi. Aku semakin was - was. Aku putuskan untuk terus mengawasi lusi dan ken dari jauh. Belum ada tindakan yang mencurigakan yang akan lusi lakukan terhadap ken tentang ancaman nya kemarin.
Aku berpikir matang - matang, aku akan pergi dari negara ini, setidak nya setelah aku memberi tahukan bukti - bukti kepada pihak berwajib mengenai kejahatan lusi dan kekasihnya. Tapi, apa aku sanggup untuk meninggalkan ken ? Perasaan ku kepada ken tentu masih sangat kuat. Tapi, jika dengan kehadiran ku hanya menjadikan beban untuk ken, aku bisa apa ? Bukan kah aku seharusnya melepaskan ken, seperti yang di bilang mami waktu itu, agar aku tidak memaksakan diri.
Ya, aku akan membatalkan perjodohan ini, aku sakit, jelas sakit. Tapi bagiku kebahagian ken tetap menjadi prioritasku.
' haah, akhirnya tiba waktu ku untuk menyerah ken, aku harap kamu behgia dengan pembatalan ini,' batinku.
Hari ini kau memutuskan untuk menemui mommy dan daddy ken, sengaja pagi - pagi karena aku akan mengawasi ken dan lusi lagi. Entah kenapa perasaan ku hari ini sangat tidak enak. Hati ku kalut entah karena apa. Aku sudah menghubungi om frederick untuk menanyakan kondisi perusahaan dan semua baik - baik saja.
' ya allah, firasat apa ini, ' batin ku lagi.
.
...****************...
TING TONG
" sebentar .. "
Terdengar sahutan dari dalam, aku mencoba menarik hembuskan nafas yang semakin merasa sesak. Perasaan gelisah terus saja ku rasakan sejak aku memantapkan untuk melangkahkan kaki ku ke mansion ken.
CKLEK
Pintu terbuka, dan nampak siluet mommy ken berdiri menyambut ku dengan senyum yang merekah.
' ya rabb, apa kah aku akan sanggup untuk melakukan ini semua ?' batinku.
Author POv
" assalamualaikum, mommy, " sapa myra begitu viola membuka kan pintu.
" waalaikum salam, ya ampun myra, kemana aja sih, dah lama banget loh nggak main ke sini, " kata viola seraya memeluk erat myra.
" he he he, maaf mom, myra sedang sibuk menyiapkan perlombaan nanti," jujur, myra memilih untuk jujur kali ini.
" lomba ? Waah myra ikut lomba apa nak ?" tanya viola, ia menggiring myra untuk duduk di sofa ruang keluarga.
" iya mom, myra ikut lomba buat robot sederhana, " jawab myra seada nya.
" ehm, apa daddy ada , mom ?" tanya myra hati - hati.
" eh, daddy ? Ada .. Ada, daddy sedang ada di ruang kerja, ada apa sayang ?" tanya vola heran. Ia merasa jika myra saat ini sedang gelisah. Dari gerak gerik duduk ny yang sudah tidak bisa tenang. Viola pikir pasti akan ada sesuatu yang terjadi nanti nya.
" ehm, myra mau bicara sama mommy dan daddy, apakah boleh mom ?" tanya myra sabil menatap mata mommy ken. Viola semakin heran dan penasaran. Pembicaraan tentang apa yang akan myra sampaikan hingga ia merasa gelisah seperti ini. Viola mencoba tenang dan mengangguk. Ia tersenyum.
" boleh dong, sebentar ya, mommy panggilkan daddy dulu, " jawab viola sambil beranjak bangun untuk memanggil frans.
Saat ini myra di tinggal sendiri di ruang keluarga. Myra menelisik setiap hiasan di ruangan tersebut. Otak nya berusaha merekam setiap bagian - bagian di sana.
Setelah beberapa saat, viola turun dengan frans di samping nya. Ke dua nya duduk dengan mengapit myra di samping kanan dan kiri nya.
" nah, kenapa ? Kok tiba - tiba pengen bicara sama daddy ? Setelah sekian purnama baru main lagi kesini, malah daddy yang di cari, bukan nya ken, " canda frans. Viola tertawa renyah dan myra hanya tersipu malu.
" memang ken kemana dad ? Oh iya ya, sedari tadi myra nggak lihat dia, " tanya myra yang baru sadar jika dia tidak melihat ken. Bukan maksud agar ken melihat ia membatalkan perjodohan ini, karena sejujurnya myra memang ingin ken tidak tahu secara langsung. myra ingin ken tahu jika nanti myra sudah pergi.
" oh, tadi ken pamit mau jalan sama teman nya, siapa deh dad ? Jhonson ya tadi nama nya ?" jawab viola.
DEG
Jantung myra berdetak kencang saat mendengar jika ken jalan dengan Johnson. Yang arti nya besar kemungkinan jika ada lusi dan kemungkinan mereka akan menjalankan rencana untuk menyingkirkan ken !.
" ap ... Apa tadi ken menggunakan tas ransel nya mom ?" tanya myra degan setengah panik, tapi ia sebisa mungkin menyembunyikan nada panik nya.
" ehm, sepertinya iya deh, dia pakai tas ransel nya yang biasa di pakai saat sekolah, " kata viola sambil mencoba mengingat - ingat.
' syukurlah, aku masih bisa memantau dan melacak keberadaan ken,'
' ya rabb, tolong, tolong.. Tolong sekali ini saja, semoga masih sempat, ' pinta myra dalam hati.
" kenapa myr ? Kenapa kamu panik ?" tanya frans yang melihat gelagat myra.
" nggak apa - apa pi, myra baik - baik saja, " senyum paksa terlontar dari bibir mungil myra.
Ehm, mi, pi, myra mau ngomong sesuatu, " kata myra meremas kedua tangan nya. Ia gugup, gelisah, dan bingung bagaimana cara ia menyampaikan kata - kata nya. Ia hanya takut melihat mommy ken kecewa dan sedih dengan keputusan ia buat.
" kamu mau ngomong apa nak, ayo sayang, ngomong aja, " viola membelai surai indah myra. Frans hanya diam sambil tetap menyimak apa yang akan myra sampaikan.
' ya allah, jangan sampai myra menyerah, jangan sampai myra kalah dengan perasaannya, ' batin frans, karena diam - diam dia sudah mengetahui mengenai pertengkaran myra dengan ken tempo hari. Dan dia teramat menyesalkan sikap ken.
' jika sampai myra menyerah, ken, awas aja kamu bocah breng**K, ' batin frans lagi dengan geram.
" ehm.. Mi pi, sebelum nya myra minta maaf, tapi myra pikir ini adalah yang terbaik, " myra nampak menghela nafas dan menjeda ucapan nya.
" mi, pi, myra ingin membatalkan perjodohan antara myra dan ken, "
.
.
.
.
.
.
.
he he he , ku kasih bonus 1 kali up lagi deh..
terima kasih,
jangan lupa dukung karya buntib..❤️