
Di luar ruangan. di sebuah sofa panjang..
Gery, rose, dan melvin duduk santai sedangkan bryan masih dengan tatapan linglung nya.
Melvin sengaja menyuruh anggota nya untuk aik ke ruangan laboratorium tim produksi dan bilang jika meeting akan di tunda hingga 2/3 jam ke depan.
" jelaskan kepadaku, " tiba - tiba suara bryan memecah keheningan luar ruang meeting lantai 8.
Yang membuat ketiga orang lain nya mendongak menatap bryan dengan bingung.
" maksudnya gimana bang ?" tanya rose mewakili yang lain.
" jelaskan kepadaku, jadi presdir KONDOU Inc adalah myra ? Almyra salsabila Ko ... Sigh jadi inisial K di akhir nama nya adalah KONDOU ? " bryan nampak frustasi saat mengingat kenyataan yang terpampang di depan nya.
Gery dan yang lain nya terkekeh melihat wajah frustasi asisten dari CEO ALEXANDER itu.
" hmmmm... Ya, itu memang myra. Myra gadis kecil abang, " jawab gery dengan mata yang nampak menerawang ke arah jauh sana.
Bryan menunduk, ia masih saja mencerna semua. Meski kebenaran berada di depan matanya, asa nya sangat sulit untuk percaya.
Pantas saja,
Pantas saja ia tidak bisa mencari data milik myra kala 6 tahun yang lalu,
Pantas saja ia tidak bisa menembus pertahanan keamanan nya meski hanya ujung pertahanan nya.
Pantas saja myra memberikan satu buah flashdisk yang berisi beberapa kode untuk mempermudah hacking nya dulu.
Berapa kata pantas saja kini sudah menemukan jawaban nya.
Bryan tertawa terbahak hingga air mata nya menetes, senang, kagum juga sedih langsung menyeruak di hati nya.
Ternyata adik kecilnya dahulu memiliki banyak hal yang menjadi teka - teki. Bukan hanya itu, mami papi myra yang bryan kenal sebagai sosok sederhana ternyata menyembunyikan jenius di sekitar mereka.
Gery tersenyum kecut melihat tawa sedih dari bryan, ia tentu tahu bagaimana kejutan yang di hasilkan oleh myra.
Dan ini baru saja bryan, belum nanti mommy dan daddy ken yang selama kecil sudah mengenal myra dan juga mami papi nya.
" ada apa ini ?" sontak ke empat manusia itu mendongak saat mendengar suara yang menegur mereka.
Terlihat sosok fahmi yang menggunakan setelan hitam khas pasukan pengaman khusus datang dengan sedikit mengernyitkan keningnya.
Kenapa mereka semua terdampar di luar ? Bukan kah mereka tengah mengadakan meeting untuk proyek baru ?
Lalu kemana sosok kakaknya ? Kemana wanita yang sudah banyak membuat orang bersedih karena kepergian nya 6 tahun yang lalu?
Fahmi melihat sosok bryan yang juga berada di luar bersama dengan abang dan ipar nya, tapi ia tidak melihat sosok ken.
Jangan - jangan !!
" mau kemana lo, bocil" sentak melvin meraih kerah belakang baju fahmi yang tiba - tiba ingin merangsek masuk ke ruangan meeting.
" kakakku di dalam kan ! " bukan nya menjawab, fahmi malah balik melontarkan pertanyaan.
" ya terus ?" ejek melvin. Ia jelas tahu bagaimana posesifnya bocah kecil ini terhadap kakak nya. Teringat dengan jelas oleh melvin bagaimana ngamuk nya seorang fahmi saat melihat kakak nya terbaring di ranjang rumah sakit kala itu.
Jika bukan di tahan oleh gery dan melvin, serta rengekan myra, sudah tidak ada sosok tuan muda ALEXANDER di muka bumi ini.
" bukan nya lo sendiri yang rekomendasiin ken? Bukan nya lo sendiri yang bilang kalau ken sudah berubah ?" ejek gery gantian. Fahmi terdiam. Memang benar jika ia yang bilang kepada myra jia ken berubah. Itu juga karena ia yang mengawasi ken secara langsung.
Melihat fahmi yang hanya diam tanpa bisa menjawab, membuat gery dan melvin menyeringai. Heh, nggak bisa ngomong kan lo !
" maka biarkan mereka berdua menyelesaikan masalah mereka, lo nggak mau kakak lo sedih terus kan " kali ini bryan mabil suara. Meskipun selama ini di sela - sela obrolan nya dengan myra tidak pernah menyinggung masalah ken, bryan tentu tahu perasaan yra. Apalagi ia masih melihat kilatan cinta di mata mereka berdua saat tadi bertemu.
Fahmi diam dan ia hanya bisa duduk di samping rose. Rose nampak menepuk pelan pundak kekar fahmi.
" semua akan baik - baik saja, ami. Kita percayakan semua kepada ken, " ucap rose sambil tersenyum hangat. Fahmi menatap rose kemudian mengangguk patuh dan ikut menunggu.
💨💨💨
" ka.. Kamu akhirnya pulang ?" ucap ken sedikit terbata. Myra bahkan merasakan jari ken yang ia genggam gemetar semakin kencang.
" ya.. Aku pulang, aku pulang ken, " sahutnya pelan dan lembut.
" maaf.. "
" maafin aku myra, "
" maafin semua kesalahan ku, "
entah berapa kali kata maaf terlontar dari bibi ken, ia bahkan langsung memeluk myra erat, seolah sewaktu - waktu myra akan pergi meninggalkan nya lagi
" ken, ak .. Aku sudah memaafkan mu, " jawab myra sendu. Ternyata gery benar, rose benar, fahmi benar dan kak melvin benar. Ken sudah berubah. Myra bisa merasakan jika ken begitu takut kehilangan diri nya
" hu hu hu, hiks. Maafin aku, myr. Jangan tinggalkan aku lagi, " isak ken semaki kencang. Tidak ada lagi sosok CEO ALEXANDER Group yang dingin, datar dan tak tersentuh. Yang ada hanya ken yan seperti anak kecil takut di tinggal ibu nya pergi.
" aku bodoh, aku sangat bodoh karena nggak percaya sama kamu, aku bodoh karena bisa - bisa nya jatuh ke jalan yang salah, aku bodoh karena tidak tahu perasaan ku sendiri, " racau ken.
Dengan tinggi ken 180 cm dan tinggi myra yang hanya 165cm, membuat ken sedikit membungkuk untuk memeluk tubuh mungil itu.
Ken sama sekali tidak merasa kan kecapekan atau apa. Bagi nya dapat bertemu myra setelah 6 tahun sudah menghapus semua kegundahan hati nya, selama 6 tahun ini, ia terus dihantui oleh rasa bersalah dan sesal di hati nya. Sosok hangat sudah tidak bisa di dapati dari hati nya, berganti dengan sosok dingin tak tersentuh meski kepada mommy nya sendiri.
Dan semua itu langsung hilang saat ia melihat wanita yang selama ini ia nantikan, ia cari - cari.
Dan kini ia bisa melihat nya, melihat dari dekat bahkan ia bisa memeluknya.
Ken menahan diri untuk tidak mencium myra meski hanya mencium rambutnya, ia tidak ingin myra merasa ketakutan dengan sikap gila nya.
Gila ? Ya ken rasa ia sudah gila. Gila karena bahagia. Bahagia akhirnya ia bisa bertemu dengan myra.
Pantas saja hati nya berdebar sedari ia bangun tidur tadi, seperti akan terjadi sesuatu. Dan ini terbukti, ternyata ia bertemu dengan myra di meeting perdana nya dengan perusahaan KONDOU Inc.
Tunggu !!
Perusahaan KONDOU Inc ?
ken melepaskan pelukan nya dan menatap myra lekat serta penasaran. Myra kebingungan melihat ken yang menatap nya tajam.
Ia tersipu dan tanpa sadar menyentuh wajah nya, takut jika ada sesuatu yang salah di wajah nya.
" ke .. Kenapa ?"
" KONDOU Inc ? Ja .. Jadi, kamu pemilik perusahaan ini ?"