
" lo tahu kan jika lantai 1 sampai 5 di apartemen lo itu boleh di sewa ?" tanya gery. myra mengangguk.
" lalu ?" tanya myra.
" besok akan ada yang menyewa di salah satu kamar di lantai 3, " jelas gery.
" lalu apa masalahnya gery lawson " tanya myra yang mulai jengah karna gery terlihat bertele - tele.
" hi hi hi, sabar bos. "
" ku dengar akan ada yang seumuran dengan kita, dan mungkin malah akan masuk ke sekolah kita," jawab gery. myra langsung duduk tegak setelah mendengar jawaban gery. ia paham maksud gery sekarang.
" tapi mereka nggak akan tahu jika pemilik gedung itu gue kan, " tanya myra santai.
" iya, karena kemarin mereka transaksi nya cuma sama manager pemasaran, " jawab gery. myra menghembuskan nafas lega.
" oke lah, jadi gue sekarang nggak bisa sembarangan berkunjung ke penthouse, " tanya myra. ia memang sering berkunjung ke lantai attas kondou apartemen itu untuk sekedar mencari udara segar dan suasana baru.
" hemm, lalu mobil yang biasa kita pakai juga sebaiknya di pindah saja. untuk berjaga - jaga, " saran gery.
" waduh, ribet juga ya, oh iya taruh saja di toko papi, kan ada ruang kosong buat mobil mah masih cukup lah," kata myra kepada gery. gery mengangguk dan menyetujui nya. toh daripada terjadi sesuatu atau ada ang curiga, lebih baik mereka berjaga - jaga. ,meskipun jika myra berkunjung ke penthouse dia akan memakai masker wajah. jadi baik pengunjung ataupun staff kantor yang tinggal di sana tidak mengetahui wajah sang pemilik gedung apartemen besar itu.
" kita nggak usah ikut campur soal mereka nanti nya, jika mereka nggak mengusik kita." sambung myra. gery hany mengangguk mengiyakan.
tapi bukan berarti gery akan menuruti nya. gery tipe orang yang waspada. ia akan memastikan latar belakang orang - orang di sekitar myra. bahkan para pegawai kantor di kondou inc. semua tidak luput dari pemeriksaan gery. bagaimana pun gery memiliki tanggung jawab kepada myra karena ia akan menjadi tangan myra nanti nya, lalu ia juga mendapat amanah dari papi myra untuk menjaga anaknya.
" doi orang kaya kali ya, sampai bisa sewa apart, " celetuk myra. tumben sekali ia iseng menanyakan hal - hal sepele seperti itu. gery hanya mengendikkan bahu tak tahu untuk jawabannya.
" bisa jadi, " jawab gery.
mereka berdua terdiam untuk waktu yang lama. gery akhirnya pamit untuk pulang karena myra terlihat menguap. tanda jika bos nya akan memulai masa hibernasi nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah beberapa hari berlalu setelah acara berkumpul di rumah myra kala itu. Tidak terasa jika besok sudah memasuki awal semester dua di kelas satu.
Myra benar - benar menghabiskan waktu nya untuk mengerjakan software proyeknya sesuai dengan apa yang ia katakan kepada gery dan rose.
Sedangkan gery hanya beberapa kali datang dengan rose untuk membahas beberapa laporan keuangan perusahaan.
Myra memang sengaja tidak meminta gery untuk membantu nya, ia memberi kesempatan kepada gery dan rose untuk berduaan. Dan memang itu berhasil. Gery dan rose sepakat menaikkan status hubungan mereka menjadi sepasang kekasih. Ngenes sekali kau myra !. Tapi tak apa, kan memang myra sudah setuju bahkan mendukung mereka berdua untuk bersama.
Saat ini ketiga nya tengah berkumpul. Di mana lagi jika bukan di ruang bawah tanah rumah myra. Myra sedang memperlihatkan hasil software yang ia garap.
" edan sih ini mah, lo sendirian ngrampungin hampir 30 pcs, " decak kagum rose saat melihat software mentah yang siap untuk proses sinkronisasi dengan hardware dragonfly flying.
" si bos mah emang gitu, beb. Wajar bae, " kata gery. Myra hanya menguap jengah.
" nanti gantian gue yang santuy pas kalian pasangin ke masing - masing kerangka. " imbuh myra. Gery hanya menggelengkan kepala nya. Ia sudah hafal dengan sikap santai myra.
" ingat, besok udah mulai masuk loh, jangan tidur lagi, " peringat rose.
" iya - iya, tenang saja, " jawab myra.
" ngomong - ngomong, gimana dengan ken ?" tanya gery sambil masih menatap layar komputer berisi barisan data software.
" entah, mereka juga lagi sibuk menyiapkan pertandingan, kan tinggal seminggu lagi, " jawab myra.
memang Ken dan gerald menjadi dekat dengan geng myra ini semenjak berkumpul kemarin itu. Apalagi jika sedang membicarakan game.
Bicara tentang game, peluncuran kingdom of kondou season 2 kemarin berlangsung meriah. Sama dengan season 1 nya, season kali ini juga meraup jutaan pen download. Game degan basis petualangan dan action ini banyak di minati oleh berbagai kalangan. Bukan hanya anak - anak muda, para kalangan pekerja pu juga menyukai nya. Game ini memberi fitur jam main. Sehingga anak muda yang masih mengenyam pendidikan bisa mengatur waktu. Jadi tidak membuat kecanduan sehingga melalaikan kewajibannya sebagai seorang pelajar.
" bos, kapan lo bakal pakai wajah ini ke sekolah ?" tanya rose. Ia masih saja menyayangkan penampilan myra. Myra hanya terkekeh mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh rose. Ia berura - pura berpose berpikir.
" ha ha ha, nungguin ya, " ledek ya saat rose sudah menunggu jawabannya. Gery hanya mendengus pelan melihat myra mengerjai rose. Sedangkan rose sudah memanyunkan bibir nya.
" gue nggak tau rose, lagian gue nyaman jika memakai samaran. Kalau pakai wajah ini, coba bayangin, berapa banyak pria yang terpesona sama gue, " jumawa nya. Lagi - lagi rose dan gery mendengus keki dengan jawaban rose yang terlampau sombong. Tapi jika di pikir - pikir, memang benar sih, pasti akan banyak pria - pria hidung belang yang terpesona dengan myra. Wajah yang chubby tapi tidak gendut terkesan imut. Alis yang tebal, hidung yang mancung. Gais wajah yang sempurna. Oh jangan lupakan bibirnya yang merekah. Tidak tebal dan tidak pula tipis. Pas mantab !. Rose bergidik ngeri saat memikirkan bagaimana susahnya kehidupan myra nanti nya. Cantik, jenius, kaya, baik dan ramah !.
" lo mikirin apa rose ?" tanya myra tertawa. Rose hanya nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.
💨💨💨
keesokan hari nya, myra dan gery bersiap berangkat. Gery seperti biasa selalu menjemput myra ke rumah nya. Sedangkan rose memang tetap tinggal di asrama sekolah karena tidak mau di suruh tinggal di ruah myra atau tinggal di apartemen kondou apart. Ia memilih untuk di asrama karena ia tidak akan terlambat bangun ataupun khawatir akan datang terlambat.
Gery dan myra sudah memasuki area parkir, di sana rose sudah menunggu mereka.
" pagi beb, " sapa gery saat sudah keluar mobil. Myra memutar mata nya jengah sedangkan rose hanya tertawa melihat respon myra.
" makanya bos, punya pacar, " sindir gery menggandeng tangan rose. rose makin terbahak. Myra hanya manyun , ia berlalu meninggalkan pasangan sengklek itu.
myra sudah masuk ke kelas. Ia melihat ken dan gerald sudah datang. Kedua nya memang melakukan meeting pagi - pagi sekali dengan anggota basket senior nya.
Kelas myra sekarang sudah campuran. Bukan kelas A seperti saat semester satu kemarin. Tapi tetap saja rose tidak sekelas dengan gery dan myra. Sedangkan ken dan gerald masih tetap di kelas yang sama dengan nya.
" sudah datang ken, " tanya myra. Ken dan gerald menghampiri myra.
" hemm, tadi ada rapat sebentar makanya datang pagi, " jawab ken, myra tersenyum.
" denger - denger nanti ada murid pindahan nanti, " kata gerald. Ken mengangkat bahu nya tanda ia tak tahu. Sedangkan myra juga sama.
Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi. Gery sudah masuk dan juga duduk. Ia masih duduk berdua dengan myra. dan di depan meja mereka ada pasangan ken dan gerald.
" selamat pagi anak - anak, sebelum kita memulai semester kedua ini, bapak akan memperkenalkan murid pindahan, "