LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 69



" jika suatu saat kakak pergi, bolehkah kakak memintamu untuk menjaga nya dari kejauhan ?" kata myra sambil menatap kosong depan nya.


Fahmi tertegun dengan permintaan myra. Apa maksudnya ? Lalu myra memang akan pergi kemana ? Ia memang belum di beri tahu mengenai kepindahan myra ke luar negeri. Jadi ia masih tidak paham.


" apa maksud nya ? Memang kakak akan kemana ? Nggak usah aneh - aneh deh , " rajuk fahmi dengan bibir yang mengerucut. Myra tertawa melihat keluhan dari fahmi. Ia kembali mengelus kepala sang adik angkat.


" entah lah. Hanya saja kakak merasa akan pergi jauh sebentar lagi, " ucap myra tanpa sadar.


DEG


Seketika jantung fahami berdenyut sakit. Ia tidak bisa tidak panik. Bukan kah ini juga bisa sebagai pertanda jika sebentar lagi badai akan datang ? Bukan kah kata orang - orang, jika sebelum meninggal korban akan berbicara melantur? Fahmi menggelengkan kepala nya yang mulai memikirkan hal yang aneh. Sebisa mungkin ia menghilangkan pemikiran konyolnya dan hanya berharap ini hanyalah pikiran salah nya.


" apaan, kakak nggak boleh ngomong kayak begitu, " protes fahmi tidak terima. Lagi - lagi myra hanya terbahak mendengarkan protesan fahmi.


" berjanjilah, berjanjilah kepada kakak bahwasannya kamu akan mengabulkan permintaan kakak, " ucap myra serius. Fahmi hanya bisa menelan ludahnya kelat saat itu. Kemudian ia mengiyakan permintaan sang kakak.


FLASHBACK OFF


" tenanglah fahmi, kita akan segera menyusul myra. Semoga kta tidak terlambat, " hibur rose menenangkan rose. Rose pun tahu se berharga apa myra bagi bocah di belakang nya itu.


Suasana di dalam mobil nampak sangat mencekam dan penuh ketegangan. Sama dengan keadaan mobil yang di kendarai oleh myra. Meski ia sedang berusaha untuk fokus menyetir, tapi ia tak henti - henti nya memikirkan ken.


' aku janji ken, sekali ini saja aku mencampuri urusan mu, setelah ini aku janji akan pergi jauh dari hidupmu,' tekad myra. Yang tanpa sadar jika semua itu akan terjadi.


Myra dan gery melaju menuju tempat pertemuan ken dan jhonson secara terpisah. Mereka sama - sama berpacu dengan waktu. Myra yang berniat melindungi ken, gery dan rombongan berniat untuk melindungi myra. Dan ken, yang berniat membuktikan penyelidikan nya


Sementara itu di kafe. . .


" apa ini semua benar ?" tanya ken dengan tampang bodoh nya. Jhonson semakin menyeringai.


' berarti benar dia sudah tahu semua, memang pantas untuk langsung di eksekusi agar kami tidak meninggalkan bukti di negara ini ' batn jhonson sambil melirik ke arah foto - foto yang di sodorkan oleh ken.


" menurut lo? Ayolah, bukan nya lo masuk di antara bocah - bocah yang jenius ?" jawab jhonson ambigu.


ken menggigit bibirnya pelan, tanpa sadar ia menggenggam foto - foto yang ia sodorkan ke jhonson.


" gue nggak nyangka jika murid jenius seperti mu bisa terperdaya dengan permainan kami. Well, kami sangat berterima kasih dengan semua yang lo berikan kepada kami selama ini, "


" lo bahkan sok suci, dengan tidak mau menikmati tubuh lusi. Ha ha ha, mau menjaga nya ? lo bahkan tidak tahu entah berapa kali ia berpindah tubuh tiap malam nya, "


Otak ken semakin terasa panas. Emosi nya membuncah, tangan nya mengepal erat. Bukan karena cemburu berlebihan, lebih ke rasa kecewa. Memang sebenarnya ken tidak sepenuhnya mencintai lusi. Ia hanya tertarik dengan wajah cantik nan polos yang lusi perlihatkan. Nyata nya ia masih suka sakit hati jik gery mendekati myra apa lagi saat lusi memfitnah lusi dengan memberikan foto - foto myra yang berada di hotel. Menandakan jika ia memang memiliki rasa untuk sahabat sekaligus tetangga nya.


' myr apa memang sesakit ini rasa kecewa mu kepada ku ? Kenapa ini sama sekali tidak sakit di bandingkan melihatmu tersenyum dengan pria lain ? '


Ken bahkan tidak memperhatikan ocehan demi ocehan jhonson. Ia malah tenggelam dengan pemikiran nya sendiri. Hingga saat jhonson menyebut nama myra, ia baru tersadar dari lamunan nya.


" bahkan teman perempuanmu lebih pintar dari mu, apalagi ajudan nya itu, nampak jelas jika dia sudah mengetahui semua nya dan nampak menjaga wanita mu untuk tidak dekat - dekat dengan kami, ha ha ha "


' apa ? Jadi gery sudah mengetahui semua nya dari awal siapa sebenarnya lusi, tapi kenapa dia tidak memberitahu ku ?' batin ken semain bingung.


" yaa, kami juga bertanya - tanya kenapa dia tidak memberitahumu, bukan nya kalian dekat ? Oh aku tahu, semua itu karena dengan mudah nya lo terpesona dengan lusi, "


DEG


' gerald ya, apakah dia juga tahu yang sebenarnya ?' ringis ken mengingat semua perlakuan nya kepada myra.


' myr, maafin gue, ' batin ken lagi.


" kenapa lo diem aja ? Lo nyesel ? Ha ha ha, sayang nya itu semua sudah terlambat ! Kami akan segera menarget wnita mu itu, dan kami akan menjeratnya hingga hancur " bisik jhonson di telinga ken. Lalu jhonson berlalu begitu saja meninggalkan ken yang sedang mematung mendengar ancaman ken.


DEG


' ap.. Apa maksudnya ? Siapa wanitaku yang dia maksud ? Jangan - jangan myra, tidak ini tidak boleh terjadi, ' batin ken yang panik. Ia mulai tersadar dari lamunan nya. Terlalu banyak kejutan yang terjadi hari ini.


Ken mencari keberadaan jhonson yang mulai berjalan menjauh melewati pintu keluar kafe, ia segera bergegas membayar makanan nya dan berjalan cepat untuk menyusul jhonson.


Jhonson didepan sana menyeringai saat ia tahu jika ken bergegas mengikuti nya. Ia segera mengaktifkan headset bluetooth yang tersambung di telinga nya untuk menghubungi seseorang di ujung sana.


" babe, saat mu unjuk gigi, " gumam jhonson dengan seringai di bibirnya.


" ok darling " sahutan dari ujung headset bluetooth yang tak lain adalah lusi. Rupa nya lusi sedari tadi ikut mendengarkan percakapan jhonson dan ken dari headset bluetooth milik jhonson.


Bertepatan dengan itu semua. Suara decitan dua mobil yang berbeda dan dari arah yang berbeda pula mulai terdengar. Ya, myra dan rombongan gery sudah tiba. Myra tiba tepat di samping bahkan memarkirkan mobil nya di area parkiran kafe tempat ken dan jhonson bertemu. Sedangkan gery dan rombongan nya berhenti agak jauh dari kafe.


" sial, ken mau kemana sih " gerutu myra yang melihat tab nya menunjukkan jika ken menjauh dari tempat duduk nya. Myra kemudian memfokuskan mata nya untuk mencari ken yang ia yakini masih berada di sekitar kafe. Hingga akhirnya ia melihat ken yang tengah berjalan tergesa keluar dari pintu masuk kafe.


" itu ken, " pekik myra girang saat melihat ken baik - baik saja tanpa kekurangan suatu apa pun.


" tapi mau kemana dia ?" kata myra lagi saat menyadari ken seperti hendak mengejar seseorang. Myra kemudian mengikuti arah jalan ken. matanya melotot saat mengikuti arah pandangan ken. Ken sedang mengejar jhonson yang terlihat akan menyebrangi jalan kafe. Myra langsung berlari mengikuti ken.


" tidak - tidak, jhonson nggak mungkin menjalankan rencana nya di sini kan, " panik myra yang tetap berlari kecil. Tidak ia hiraukan tatapan pengunjung yang terarah kepada nya.


Ia mendongakkan matanya dan menajamkan mata nya ke arah ujung jalan. Ia melihat mobil yang tengah bersiap untuk berjalan ke arah ken akan menyebrang.


Jhonson sudah berada di ujung sebrang jalan. Sedangkan ken masih berusaha mengejarnya tanpa memperhatikan jika ada sebuah mobil yang melaju menuju ke arah nya.


Saat ia sudah berada hampir di tepi jalan dan mobil yang melaju cepat hampir saja menyambar nya, tiba - tiba ia mendengar teriakan dan merasakan kerah baju nya di tarik kebelakang dan ia terbanting kebelakang.


" KEEEEEENNNNN... NOOOOOOOOO "


" kak myraaa.... "


" bos ... "


" no.. noo myraaaaaaa ... "


CKIIIIIIIIIIITTTTT


BRAAAAAAKKKKKK