
Gadis tersebut masih mencoba berlindung dibalik tubuh Ashley, dia tidak paham bagaimana bisa Ashley terhubung dengan Ford?, bukankah kemarin mereka masih memanas?, Khan dan Ford?.
Akhhhh kepalanya pusing memikirkan semua nya.
"Dia yang menyelamatkan ku?." Bibir Zoya terlihat bergetar, melirik kearah Ford yang duduk di atas kursi sofa dengan santai sambil melipat kedua belah lengannya.
Tatapan bola mata laki-laki tersebut terlalu tajam, dia memperhatikan Zoya dengan seksama.
"Bagaimana bisa aku tinggal dengan seorang laki-laki yang kata nya monster kak?, mereka bilang dia ja-," Dia menghentikan ucapannya, jadi ingat apa yang dikatakan perempuan di kafe malam itu.
"Tuan memang seperti itu, dia terlihat cukup seram dari luar, tapi sebenarnya dia sangat baik dan hangat, rata-rata anak-anak di sini di selamatkan oleh nya masa depan mereka termasuk diriku, dia membeli kami dari kegelapan dan memerdekakan kami dan membiarkan kami hidup layaknya manusia pada umumnya."
"Percayalah, dia laki-laki yang baik sayang. Ford tidak seburuk yang kamu bayangkan, kamu butuh seseorang yang bisa melindungi mu dan dia bisa melakukan nya." Bisik Ashley pelan.
"Lalu kenapa harus dia?, bukankah ada banyak laki-laki lainnya?." Zoya terlihat menatap dalam wajah Ashley, berharap laki-laki lain saja yang menjaga nya, dia mau tinggal dengan orang lain tapi bukan Ford.
Nama dan reputasi Ford jelas sangat buruk di matanya, orang-orang Khan yang sering datang bertamu ke tempat mereka selalu berkata pada Laura jika Ford adalah sosok iblis yang menjadi musuh besar mereka. Ford tidak sungkan membunuh siapapun bahkan menyingkirkan siapapun yang menghalangi kejayaan nya. Laki-laki tersebut tidak enggan memperlakukan perempuan dengan buruk saat dia tidak menyukainya.
Lalu bagaimana Ashley mempercayai laki-laki tersebut untuk menjaga dan melindungi dirinya?!.
"Aku bisa pura-pura menjadi pelayan di rumah kamu dan Khan, aku bisa tidur disana dan berlindung disana, kamu-,'
Zoya seketika terkejut.
"Ya?."
"Sejauh mana kamu lari, kau tidak pernah bisa lepas dari cengkraman nya, Zoya." Dan Ashley kembali bicara.
"Kali ini dalam kehidupan yang aku lewati, jika kamu kembali lari, kamu pasti memiliki nasib yang sama dengan seseorang yang aku kenal. hancur lebur dalam penyesalan, tapi jika kamu menikmati nya dan melihat betapa banyak sisi baik Ford, kamu akan tahu betapa beruntungnya kamu menjadi gadis yang dipilih oleh nya untuk dilindungi oleh dirinya, Zoya."
Dan Zoya benar-benar tidak paham dengan apa yang diucapkan Ashley, dia mengernyit kan dahinya untuk beberapa waktu.
"Bagaimana?." Dia mencoba untuk merangkai apa yang diucapkan Ashley, tapi dia tidak bisa menyambung benang yang di urai oleh perempuan tersebut.
Rasa yang menghantam nya, luka semalam, trauma semalam, sisa ketakutan dan entah apalagi membuat dia tidak bisa berpikir dengan jernih atas ucapan Ashley saat ini.
"Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan nya, tapi kau yang ditakdirkan untuk bersama nya, Zoya." Bisik Ashley lagi kemudian.
Perempuan tersebut memeluk Zoya kembali secara perlahan.
"Percayalah, pergilah bersama nya dan kamu akan terlindungi di bawah kekuasaan nya, kamu tidak akan pernah menyesali nya sama sekali, Zoya." Lanjut Ashley lagi kemudian untuk menyakinkan nya.