
"Minta maaf? yang benar saja." Laura jelas mengeram didalam hati nya, bagaimana bisa dia minta maaf pada Ashley? dia jelas tidak sudi tapi melihat respon Khan membuat dia suka tidak suka atau mau tidak mau terpaksa melakukannya.
"Maafkan aku." Sangat tidak tulus cara dia bicara dan meminta maaf kepada perempuan di hadapannya tersebut.
Ashley terlihat mendengus mendengar ucapan dari Laura.
"Kau terlihat sangat tidak tulus saat mengatakan hal tersebut kepadaku." Ucap Ashley sambil menaikkan ujung alisnya untuk beberapa waktu.
Dengan mengeram kesal Laura kembali mencoba berkata,
"Maafkan aku, nyonya Khan." dia melanjutkan ucapannya, sebenarnya ucapannya sedikit mengejek tapi dia berusaha untuk pura-pura berkata maaf kepada Ashley.
Mendengar ucapan Laura kali ini membuatnya ingin sekali tertawa terbahak-bahak tapi dia mencoba untuk menahannya dan tidak mengeluarkan suaranya untuk beberapa waktu, menatap Laura sambil terus menaikkan ujung alisnya.
"Baik, aku akan memaafkan kesalahan kamu tapi ada 2 hal yang akan aku anggap sebagai hal yang cukup pantas untuk memaafkan kamu." Ucap Ashley kemudian, dia melirik kearah Khan untuk beberapa waktu.
"Apa itu tidak masalah, sayang?." dan Ashley melirik kearah suaminya.
"Kamu adalah ratunya." Khan menjawab dengan cepat.
Dan bayangkan bagaimana perasaan Laura mendengar jawaban dari Khan, dia langsung membulatkan bola matanya dengan sempurna.
"Khan." Perempuan tersebut tercekat.
Alih-alih peduli dengan ucapan Laura, Khan langsung membalikkan tubuhnya dan bergerak menjauh dari kedua orang tersebut, dia pikir dia tidak mesti ikut campur pada rana perempuan, sangat tidak berkelas. Laki-laki tidak harus ikut campur dengan urusan perempuan karena menurutnya hanya banci yang melakukan hal tersebut.
"Khan memberikan kamu kesempatan untuk memindahkan kamu ke tim yang berbeda." Ucap Ashley kemudian.
"Aku membiarkan dan memberikan kesempatan itu pada mu, tapi jika kamu melakukan satu saja kesalahan," Ashley menghentikan kalimatnya, dia maju beberapa langkah dan mencoba untuk menekan perempuan yang ada di hadapannya tersebut.
Hal itu jelas saja membuat Laura seketika menelan salivanya dan dia mundur beberapa langkah dari posisi nya, tatapan Ashley jelas begitu tajam, seolah-olah perempuan tersebut memang sengaja untuk menekan Laura dan membuat perempuan tersebut cukup ketakutan.
"Maka maafkan aku jika aku harus membuang mu dari kelompok Khan, kau akan aku depak sejauh mungkin dan tidak akan pernah lagi aku berikan kesempatan untuk kembali, jangan kecewa bahkan jika kesalahan tersebut fatal bisa jadi aku akan menghabisi nyawa mu dengan tangan ku sendiri." Lanjut perempuan tersebut lagi.
Laura seketika tercekat, dia terlihat berusaha untuk menahan getaran di tangan nya.
"itu adalah penawaran terbaikku untuk dirimu sebagai seorang istri yang memberikan kelonggaran pada bawahan suamiku." Setelah berkata begitu Ashley memundurkan langkahnya, dia sengaja memasang jarak di antara mereka.
Laura terlihat mendengus kasar, dia menatap tidak percaya atas apa yang diucapkan oleh perempuan yang ada di hadapannya tersebut, dia jelas mengeram kesal namun mencoba untuk tidak menampilkan kekesalan dan kemarahan nya.
"Lalu yang kedua?." Laura bertanya dengan tatapan tidak bersahabat.
Ashley terlihat menaikkan ujung bibirnya, tiba-tiba hal tidak terduga terjadi.
Plakkkkkkk.
Sebuah tamparan melesat tajam ke arah pili kiri Laura, membuat perempuan tersebut terkejut setengah mati.
Khan yang tadi menyingkir dan memilih duduk di atas kursi, sejenak menaikkan ujung alisnya menatap apa yang dilakukan istrinya tersebut.