King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Sejuta khawatir



Pelukan mereka terjadi untuk waktu yang cukup lama di mana kamu biarkan tangan kirinya terus berada di punggung istrinya dan tangan kanan nya mengelus lembut punggung kepala istrinya, dia membiarkan dagu nya terus bergesekan pada puncak kepala sang istri.


"Kamu masih tidur jadi aku pikir tidak masalah aku turun ke bawah secara diri, tidak ingin mengganggumu dan berkata jika aku ingin mengambil minum." Pada akhirnya Ashley bicara cepat kepada suaminya tersebut di mana Khan masih memeluk dirinya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya sejenak Khan diam kemudian dia berkata.


"kasus yang merebak melibatkan dirimu mulai membuatku khawatir, aku hanya berpikir tentang hal yang tidak tidak saat ini ketika kamu tidak ada disampingku." Dan pada akhirnya Khan mengurai kegelisahan nya.


Kasus kematian salah satu laki-laki di club malam xxxxxxx yang melibatkan istrinya membuat dia begitu khawatir, meskipun belum banyak bukti yang bisa menjerang istrinya pada kasus tersebut namun yang jelas nama istrinya mulai terseret ke dalam kasus itu.


Vander merasa berang saat tahu jika anak buah nya meregang nyawa dihadapan nya, dan berpikir ada 2 kemungkinan yang terjadi, pertama Khan jiga istrinya bisa jadi pelaku nya atau Ford yang menjadi dalang nya.


Keadaan tidak bisa dikatakan baik-baik saja, saat ini ada yang melakukan kejahatan besar seolah-olah melempar kan batu dan mencoba untuk menyembunyikan tangan atas kejahatannya dan ingin memanaskan situasi antar tiga pemimpin mafia yang saling berseteru antara satu dengan yang lainnya karena merebut kekuasaan.


saat ini masing-masing di dalam kepemimpinan saling tidak mempercayai orang-orang di dalamnya karena tidak dipungkiri mereka cukup takut untuk mempercayai orang-orang sendiri beberapa desa-desus penghianatan yang terus berhembus di sisi kiri dan kanan di mana beberapa hari ini diketahui jika ada seseorang yang sedang mencoba mengadu domba Vander, Khan dan juga Ford.


Maka dari itu masing-masing dari mereka saat ini mencoba untuk saling melindungi diri orang-orang di dalam mereka. Bahkan mereka belum ingin terlalu mencolok dalam melakukan sebuah aksi, berusaha menekan tindakan sementara sebelum melakukan misi.


Mendengar ucapan dari suaminya membuat Ashley langsung mengembangkan senyumannya, dia memejamkan sejenak bola matanya untuk beberapa waktu, merasakan satu kebahagiaan yang pernah dia tolak dari laki-laki tersebut di masa lalu, dimana dimasa itu Khan mengkhawatirkan dirinya tapi dia dengan bodoh nya mengabaikan dan membuat kesalahan fatal, mempercayai Laura, mengikuti permainan perempuan tersebut hingga Khan begitu membencinya.


Kali ini Ashley bersumpah tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi dan dia akan memperbaiki hubungan mereka dengan baik hingga menyingkirkan benalu Laura dalam hubungan mereka juga dalam kehidupan semua orang.


"Jangan khawatir soal apapun Khan, meksipun seandainya kamu lepas kontrol dalam mengawasiku, aku bisa melindungi diriku sendiri dari orang-orang yang ingin mencoba untuk mencelakaiku." Jawab Ashley pelan.


Pada akhirnya pelukan mereka terlepas secara perlahan, Khan menatap wajah istrinya untuk beberapa waktu namun laki-laki tersebut mengernyit kan dahi saat menyadari soal sesuatu.


"Kamu berkeringat?." Khan bertanya pada istrinya, ketika dia melihat wajah istrinya untuk beberapa waktu.


Ashley terlihat mengeluarkan keringat, seolah-olah baru habis lari maraton, memanjat naik atau turun, detak jantung nya sedikit tidak beraturan, terdengar begitu cepat.


Mendengar apa yang dipertanyakan suaminya membuat perempuan tersebut seketika membeku.