King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Berbagai macam pertanyaan Khan



Mansion utama Khan dan Ashley,


kamar tidur utama.


Khan masih berusaha menatap kearah istrinya untuk beberapa waktu setelah mereka kembali dari hotel xxxxxxxx hari ini, sebenarnya ada berbagai macam pertanyaan yang menghantam dirinya saat ini tapi dia mencoba untuk menahan seluruh pertanyaannya karena keadaan dari waktu cukup tidak memungkinkan untuk mereka bicara berdua dengan santai atau tenang atau bahkan mengambil waktu senggang mengingat ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini jadi dia harus menahan seluruh pertanyaan tersebut dan memilih untuk dia dan tidak mengutarakan jutaan pertanyaan di atas kepala yang saat ini.


Bisa dia lihat istrinya bergerak secara perlahan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, istrinya terlihat begitu tenang dan juga tetap bersikap seperti biasa setelah kejadian semalam.


Sejujurnya mungkin dia yang paling buta dengan apa yang terjadi semalam bagaimana ketika tanpa sadar dia meminum afrodisiak, jebakan yang diberikan Laura kepada dirinya sama sekali tidak pernah terbaca olehnya bahkan dia tidak menyangka jika Laura memiliki rencana fisik seperti itu untuk menjebak dirinya juga menjebak Nyx atau Ashley. Perempuan tersebut sungguh luar biasa merencanakan semuanya dengan cara yang begitu rapi dan juga sangat teratur.


Ada keuntungan tersendiri saat dia meminum afrodisiak, laki-laki tersebut tanpa sengaja memuntahkan seluruh isi perutnya sehingga membuat obat tersebut ikut keluar saat dia muntah sehingga obat itu sama sekali tidak berfungsi pada bagian seluruh tubuhnya, tidak ada yang masuk sedikit pun ke seluruh bagian pencernaan kulit dan lain sebagainya karena obat tersebut tidak sempat dicerna oleh dirinya hingga menyatu ke dalam tulang dan daging.


Dia cukup bersyukur dengan kondisi mual dan muntah nya semalam.


Hanya saja yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana mungkin istrinya bisa membaca rencana Laura, dan bagaimana perempuan itu mampu menggagalkan rencana dari Laura sendiri. Bayangkan bagaimana perasaan dirinya saat mengetahui hal tersebut ketika tiba-tiba Ford berkata soal rencana Laura dan laki-laki itu berkata jika dia akan menggagalkan rencana Laura karena dia membuat kesepakatan bersama istrinya.


Khan pikir bagaimana bisa dia begitu buta tentang istrinya dan sama sekali tidak mengetahui apapun yang diketahui oleh sang istrinya saat ini dan hal tersebut cukup jelas mengejutkan dirinya.


Termasuk pembicaraan yang dilakukan oleh Ashley dan suami dari bibi Laura, kenapa Ashley memanggil laki-laki tersebut paman dan dia ingin tahu apa hubungan istrinya dengan laki-laki tersebut.


Tiba-tiba saja kepala laki-laki tersebut berputar-putar dan berdenyut kencang, dia mencoba untuk menyambung benang kusut antara tiga orang yang ada di sekitarnya saat ini, Ashley, Laura dan Zoya. Entahlah apakah dia gila atau berlebihan berpikir, tapi mungkinkah jangan-jangan ketiga orang tersebut memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya tanpa pernah dia sadari. mengingat bagaimana cara istrinya memperlakukan Zoya beberapa waktu kemarin, diam-diam mencoba untuk menyelamatkan Zoya yang bukan siapa-siapa namun begitu mengkhawatirkan adik tiri dari Laura, hal itu jelas saja membuat laki-laki tersebut berpikir apakah mungkin jika Zoya masih memiliki hubungan dengan Ashley? apakah mungkin mereka adik dan kakak?.


Karena kedua orang tersebut cukup terlihat mirip antara satu dengan yang lainnya, melihat Zoya seperti melihat Ashley di usia muda, jadi dia pikir apakah mungkin Zoya dan Ashley saudara kandung? sedangkan Laura dan kedua orang tersebut saudara tiri?.


Khan merasa kepalanya berdenyut-denyut saat ini untuk menyambung benang kusut yang terjadi pada istrinya dan kedua orang tersebut, ditambah lagi dia pikir Laura tidak mungkin tidak memiliki alasan yang tepat untuk menjebak dirinya dan menyingkirkan Ashley, membuat istrinya bisa tidur dengan sepupunya sendiri setelah itu berangkat skenario seolah-olah istrinya berselingkuh dengan Nyx.


Rasanya terlalu berlebihan jika Laura hanya sekedar mencintai dia tanpa alasan lain untuk menghancurkan pernikahannya dan Ashley. Cinta memang bisa mengubah seseorang, tapi tidak mungkin benar-benar membuat gila seseorang.


"Sayang." ditengah pemikiran yang berkacamak menjadi satu di dalam kepalanya tiba-tiba suara Ashley mengejutkan diri.


Khan langsung menoreh ke arah istrinya dengan cepat, Ashley terlihat baru saja keluar dari kamar mandi, menggunakan handuk mandi nya dan bergerak berjalan mendekati dirinya.


"Kamu belum mau mandi, Khan?," perempuan tersebut bertanya dengan cepat.


"Aku pergi mandi sekarang." dan laki-laki itu menjawab dengan cepat.


Ashley terlihat mengembangkan senyumannya berjalan melewati Khan bergerak menuju ke arah walk on closed.


Khan hanya menatap punggung istrinya untuk beberapa waktu kemudian dia berbalik mencoba bergerak menuju ke arah kamar mandi, gimana kepalanya masih diliputi berbagai macam pertanyaan yang menghantamnya saat ini.


The Hillatop company,


Ruang kerja Khan.


Laki-laki tersebut terlihat fokus pada pekerjaan untuk beberapa waktu, sejenak melupakan seluruh peristiwa tentang semalam dan berusaha untuk mengabaikan pemikirannya tentang Ashley. Saat ini laki-laki tersebut baru saja mendapatkan proyek terbaru untuk perusahaan mereka, dia pikir memfokuskan pikirannya ke sana jelas jauh lebih baik saat ini.


Tidak mesti mencemaskan sesuatu yang tidak penting karena dia yakin pada akhirnya sang istrinya pasti akan membuka semua hal yang terjadi pada masa lalu dan akan menceritakan kepadanya lambat laun tentang hubungan Ashley, Laura dan Zoya.


Meskipun sebenarnya dia berteman dekat dengan Laura saat duduk di bangku sekolah dasar nyatanya dia memang hanya dekat di sekolah dan di dalam pekerjaan mafia mereka, dia tidak pernah benar-benar dekat dengan keluarga perempuan tersebut dan tidak benar-benar kenal dengan silsilah keluarga perempuan itu, oleh sebab itu tidak mengherankan jika dia sama sekali tidak tahu silsilah keluarga Laura bahkan siapa saja yang terhubung dengan perempuan itu sebelumnya.


Khan menggerakkan jemari-jarinya untuk menandatangani beberapa berkas yang ada di hadapannya tersebut, di mana dia telah meyakinkan diri jika berkas-berkas itu sudah benar semua dan tidak ada yang terlewatkan sedikit pun.


Pada bagian lembar terakhir berkas laki-laki itu secara perlahan siap untuk menandatanganinya di bagian atas materai, tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba saja sekelebat bayangan menghantam kepalanya dan seolah-olah ada satu ingatan dan juga pembicaraan yang datang menerjang dirinya.


"Jangan menandatangani nya, Khan."


Bagaikan sebuah kaset kusut yang menghantam kepalanya, Khan melihat Ashley menangis dihadapan nya, memohon agar Khan tidak menandatangani berkas kontrak kerjasama yang ada di hadapannya saat ini.


"Kau menyakiti ku, Khan...,"


"Nooooo...,"


Bagaikan sebuah lintasan waktu yang menghantam, seolah-olah dejavu satu hantaman besar menerjang diiringi suara tembakan yang menggema memekakkan telinga Khan saat ini.



"Aku mencintai mu Khan, aku mencintaimu, maafkan aku.... akhhhhhhhh."


Brakkkkkkkk.


Khan seketika memundurkan tubuhnya, membawa kursi kerjanya hingga menabrak bagian dinding belakang ruang kerjanya tersebut karena terkejut dengan keadaan, lintasan gelombang ingatan yang menghantam kepalanya membuat laki-laki tersebut seketika tercekat dan langsung membuang berkas-berkas yang ada ditangan nya serta pena di tangan nya tadi.


Keringat dingin membasahi pelipis laki-laki tersebut.


"Ada apa? apa yang ada dikepala ku barusan?," laki-laki tersebut bertanya-tanya di dalam hatinya sembari mencoba untuk menyentuh bagian keningnya dengan telapak tangan kirinya.


Khan terlihat bingung dengan keadaan.