
Khan bergerak dengan perasaan yang sedikit kesal ke arah depan menuju ke pintu kamar, Masih dia dengar beberapa kali ketukan di kamarnya tersebut, membuat laki-laki itu secepat kilat membuka pintu kamar.
"Shi-t, kau rupanya." Umpat Khan kesal.
Dia menatap kearah Nyx dengan perasaan dongkol, dia pikir bisa-bisanya laki-laki tersebut mengganggu aktivitas paginya, lalulintas longgar diwaktu tanggung yang seharusnya tidak terjadi hambatan. Laki-laki dihadapan nya itu seperti polisi tukang tilang yang mengganggu kesenangan orang.
Nyx berdiri didepan pintu, bersandar di dinding kamar sambil melipat kedua belah tangannya.
"Melewati sesi panas di pagi hari?." bisa-bisa nya laki-laki tersebut bertanya seperti tanpa dosa kearah Khan, dengan gaya yang begitu santai masih dia melipat kedua belah tangannya tersebut.
"Kau seperti tidak pernah jadi pengantin baru." Oceh Khan dengan kesal.
"Dan kau-," Dia menunjuk kearah Nick, saudara laki-laki Nyx.
"Apa paman dan bibi kekurangan nama saat membuat nama kalian?, membuat ku stress saat memanggil nama kalian." Khan merasa moodnya langsung turun, dia bicara pada nick sekretaris nya tersebut.
"Kamu bisa protes pada orang tua kami saat memberikan nama yang sangat tidak etestik, dia meniru nama ku, aku lahir lebih dulu dari nya." Masih Nyx menjawab ucapan Khan dengan gaya yang sangat ringan, dia bergerak dari posisi nya saat ini, mengejek kearah Nick untuk beberapa waktu.
"Oh sial, kau seharusnya dipanggil Zaig, berhentilah memanggil nama nya Nyx, terdengar menjijikkan." Dua saudara itu selalu terlihat tidak akur di luar, saling memaki dan mengumpat, tidak ingin menampilkan sisi persaudaraan mereka sama sekali.
Bahkan di dunia luar, banyak sekali yang tidak menyangka dua orang tersebut saudara se ayah dan se ibu, alias saudara kandung. Mereka tidak memiliki wajah yang cukup sama, cukup berbeda, dimana Nyx Zaighum lebih dominan ke kakek dari daddy dan kakek mommy nya, sedangkan wajah Nicholas lebih ke sisi mommy dan grandma nya.
"Oh come on, aku sudah mengundurkan diri beberapa waktu Khan." Nick bicara dengan cepat, mencoba mengingatkan laki-laki tersebut jika dia tidak lagi menjadi asisten pribadinya sejak beberapa hari yang lalu.
"Oh sial, aku nyaris saja melupakannya."
"karena itu kami kemarin untuk bicara padamu apa kau ingin mengganti sekretarismu dan membuka lowongan pekerjaan lebih cepat?" Nick kembali bicara dan dia bertanya pada laki-laki tersebut.
"Yeah tentu saja aku membutuhkannya dan kau bisa membuka lowongan pekerjaan yang sekarang hanya saja buka lowongan pekerjaannya khusus untuk laki-laki karena bagiku istriku pasti tidak akan menyukainya jika aku memiliki sekretaris perempuan." Khan menjawab dengan cepat apa yang diucapkan oleh mereka melangkah turun menuju ke arah lantai bawah secara perlahan.
"Kau tidak ingin menjadikan Laura sebagai sekretaris pribadimu, Khan?." Dan Nick melesatkan tanya pada laki-laki tersebut untuk beberapa waktu sehingga membuatkan berhenti di tengah jalan dalam perjalanannya menuruni anak tangga.
Laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya sambil menatap kearah Nick.
"dia cukup recommended untuk menjadi sekretaris, brother." Lanjut Nick lagi kemudian.
Mendengar ucapan adiknya, Nyx terlihat mendengus dengan kasar.
"Cihhhhh." Seolah-olah menyimpan sesuatu, laki-laki tersebut berdecih kasar.