King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Membalas cinta nya lebih besar



Kembali ke masa kini,


Mansion utama Khan,


Meja makan,


Pagi.


"Ulang tahun perusahaan?." Ashley bertanya sambil menyibukkan diri menyiapkan kopi hangat untuk suaminya, dia pura-pura bertanya tidak tahu ke arah Khan, kemudian menarik selembar roti tawar 🍞 untuk diberikan isi didalamnya.


Perempuan tersebut meletakkan selai anggur di atas nya secara perlahan, menghindari kacang karena Khan memang tidak menyukainya.


Khan memperhatikan gerakan tangan istrinya, dia mengulum senyumannya karena dia pikir istrinya selalu tahu apa yang disukainya dan apa yang tidak disukainya.


"Besok malam, karena itu mari pergi berbelanja dan mencari pakaian terbaik untuk mu." Ucap Khan kemudian.


"Gaun ku cukup banyak di lemari Khan." Ashley mengingat susunan gaun milik nya.


"Kamu belum pernah berbelanja setelah kita menikah dan aku belum sempat memanjakanmu karena kegiatanku yang begitu padat." Khan bicara dengan cepat dan dia cukup keberatan atas ucapan istrinya yang menolak untuk pergi berbelanja dan mencari pakaian baru untuk Ashley sendiri.


"Orang-orang akan bilang jika aku suami yang payah, sangat pelit dan penuh perhitungan karena tidak pernah membelikan kamu pakaian baru setelah menikah, mereka pasti tahu pakaian mana yang pernah kamu gunakan dan jika kamu kali ini menggunakannya lagi di pesta ulang tahun perusahaan, mereka pasti berkata jika aku ini merupakan laki-laki yang yang sangat tidak rekomended untuk seorang Ashley De Angelo." dia terus saja melontarkan kalimat protesnya kepada istrinya tersebut sembari secara perlahan dia menarik gelas kopi yang ada di hadapannya dan mulai menyesapnya secara perlahan.


Ashley terlihat mengembangkan senyumannya, membalikkan tubuhnya dan dia terkekeh kecil saat mendengar apa yang diucapkan oleh sang suami.


"Seburuk itu pandangan orang-orang bahkan sekepo itu mereka berpikir?, mereka terkadang terlalu sibuk dengan urusan orang lain tanpa sadar jika sebenarnya kehidupan mereka tidak lebih baik daripada orang lain." perempuan itu terlihat protes kepada suaminya, dia pikir orang-orang seringkali terlalu sibuk mengurusi orang lain dan seharusnya mereka tidak usah memikirkan hal seperti itu karena itu hanya akan membuat sakit kepala mereka.


"Yeah itu menjadi sifat alamiah manusia dan kita tidak mesti heran dengan hal tersebut baby, dan meskipun kita tidak harus heran setidaknya kita juga harus memperhatikan penampilan kita sendiri bukan?, aku akan mencoba untuk pulang lebih awal dan Mari kita pergi untuk berbelanja." laki-laki itu selalu punya jawaban untuk dia berikan kepada istrinya dan kali ini dia cukup memaksa.


"Ah tidak, lebih bagusnya lagi kamu langsung datang ke perusahaan, bawakan aku menu makan siang, kita bisa makan bersama di ruang kerjaku kemudian kita pergi untuk berbelanja beberapa waktu." dia mendapatkan sebuah ide yang cukup cemerlang, berharap jika Ashley akan pergi ke perusahaan untuk membawa makan siang kemudian mereka berbelanja menghabiskan waktu beberapa waktu mengingat dia tidak memiliki jadwal yang terlalu padat dan juga dia tidak memiliki rapat sama sekali di perusahaan hari ini.


"Khan pelayan melihat kita." Ashley protes pada suaminya tersebut ketika dia menyadari Khan dengan nakal menyelipkan tangan untuk masuk ke dalam perutnya kemudian berbisik.


"Kita belum pernah mencobanya di dapur." ucap laki-laki tersebut penuh hasrat.


"Jangan gila sayang itu tidak lucu, kita bukan tinggal hanya berdua ada pelayan disini yang sibuk bekerja." Ashley berbalik, memunyungkan bibirnya kearah suaminya tersebut.


"Apa aku harus mengusir mereka pagi ini?, aku pikir itu bukan ide yang buruk, kita bisa mengusirnya sejenak dan melakukan sesi percintaan di dapur." Khan langsung bicara dengan penuh semangat sembari menggoda istrinya.


"No, sayang jangan gila, ini waktu nya kamu keperusahaan, mommy dan daddy bilang mari serius mengurusi perusahaan untuk bekal masa depan yang cemerlang." Ashley langsung menggenggam kedua belah pipi suaminya dengan telapak tangannya, dia menekan pipi suaminya hingga sedikit tenggelam dan bibir Khan jadi memunyung, kemudian dia langsung melesatkan satu ciuman manis dari bibirnya untuk suaminya tersebut.


Setelah itu dia melepaskan ciumannya dan genggaman tangannya, kemudian Ashley berkata.


"Kita bisa melakukan hal yang seperti itu disaat bukan madu kita." Tawarnya kemudian agar sang suami tidak melipat wajahnya karena sedih atas penolakan nya.


"Ckckckck itu seperti sebuah pancingan yang begitu nakal hmmm." Pada akhirnya Khan mengalah, dia menarik kembali pinggang istrinya, membiarkan wajah mereka saling menetap antara satu dengan yang lainnya tanpa jarak sedikit pun di mana hidung mereka terlihat menempel antara satu dengan yang lainnya pula.


"itu bukan pancingan hmmm, saat bulan madu mari menghabiskan waktu yang lama menikmati kebersamaan kita dan saling memuaskan antara satu dan yang lainnya." Pada akhirnya suara Ashley Terdengar begitu hangat juga lembut, dia menelisik wajah Khan dalam balutan penuh cinta.


Terkadang perasaan Ashley meledak-ledak jika bersama Khan, dia benar-benar jatuh cinta pada laki-laki tersebut saat ini, dimana dulu dia tidak mampu melakukan nya dan Khan sendiri yang begitu menggebu-gebu mencinta nya. Laki-laki tersebut selalu seperti itu, saat dia mengekpresikan cintanya, Khan begitu terus terang dan laki-laki tersebut selalu memperlakukan dirinya bagaikan seorang ratu didalam hati khan dan dirumah mereka.


Dia saja dimasa lalu terlalu bodoh karena begitu mencintai Alex.


Karena itu kini Ashley yang paling banyak ingin mencurahkan perasaan cintanya kepada laki-laki di hadapan nya itu, dia ingin menyeimbangkan cinta di antara mereka berdua dan tidak ingin ada orang masuk menjadi orang ketiga diantara hubungan mereka, tapi dibalik semua perasaan cinta nya terkadang dia masih menyelipkan rasa takut dihati nya soal kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.


Selama Alex dan antek-anteknya belum hancur, selama kedok Laura belum terbongkar dan selama kesalahpahaman Khan dan Ford belum di perbaiki, dia masih was-was memikirkan keselamatan mereka terutama Khan.


"Aku akan mencatat nya dengan baik di jurnal, saling memuaskan hmmm." Dan Khan bicara dengan nakal, kemudian dia menyambar bibir Ashley dengan lembut, menciptakan ciuman pagi yang hangat sehangat kopi di pagi hari ini.