
Mak Minal Aidin wal'faizdin Mak, mohon maaf lahir dan batinnnnnn ❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰💋💋💋💋, kalau ada tulisan salah, catatan yang menyinggung atau kesalahan-kesalahan balas komentar tidak enak di hati mohon di maafkan ya makkkk.
Hari ini Khan dan Ashley tidak update dulu ya Mak, Maklum diri ku mau lebaran dulu Mak🥰🥰🥰🥰🤭🤭🤭🤭 jadi sambil nunggu besok coba buka kisah Dom dan Zeline Mak ya. di bawah bisa cari di pro_pil atau b'randa.
Love you selangit cakrawala,
salam sayang dan cinta,
Eva Hye Seung / nila Kingshop Wati ❤️❤️💋❤️💋🥰🥰🥰💋❤️🥰💋❤️.
*******
...WHEN DUDA BASTAR'D MEET GADIS MUSLIMAH...
"Dom.... come... bangun sekarang dan berangkat lah bekerja setelah ini"
Satu teriakan terdengar memenuhi satu ruangan kamar mendominasi berwarna putih tersebut.
Seorang wanita paruh baya lebih terlihat mulai menghela nafasnya kesal sambil sesekali memijat-mijat kepalanya karena rasa sakit yang sebenarnya tidak ada.
"Dominic...."
Lagi satu teriakan memenuhi ruangan kamar tersebut.
Oh shi..t.
Yang di panggil Dominic terlihat menggeliat sambil meraih handphone nya yang tergeletak di atas nakas disisi kanan dimana dia terlelap tadi, laki-laki itu mengumpat dirinya sendiri didalam hati saat sadar pukul berapa saat ini.

Rasa sakit di kepala nya jelas masih menghantam sejak tadi, dia fikir dia terlalu banyak minum semalam.
Dan sial nya ditengah banyak nya dia minum, teman-teman nya malah pergi meninggal kan dirinya sendirian di mobil nya dan membiarkan dirinya tenggelam didalam ke mabukan nya bersama sang sopir pribadi nya.
"Dom..."
Teriakan Mommy nya membuat laki-laki itu pada akhirnya bangun juga.
Laki-laki itu mengerutkan keningnya, dia fikir kapan Mommy nya datang ke apartemen nya? bukan kah seharusnya wanita bertubuh imut-imut itu ada di rumah saudara Pertama nya? mereka akan menyambut kelahiran cucu pertama.
Tapi kenapa sang Mommy nya ada disini pagi ini!?.
Dominic secara perlahan membalikkan tubuhnya sambil dia melebarkan senyumannya.
"Morning Mom"
Ucap Dominic sambil mengedipkan sebelah matanya.
Melihat gaya sang putra nya Sang Mommy nya hanya bisa menggelengkan pelan kepala nya.
"Tidak bisakah kamu berhenti bermain-main Dom? Mommy fikir ini waktunya kamu serius memikirkan soal kehidupan kamu"
Bisa Dominic dengar keluhan yang sama yang dilontarkan sang Mommy nya sejak tahun kemarin.
Berhentilah bermain-main?!.
Jika di kerucutkan dan di saring artinya, sang Mommy nya ingin dia berhenti bermain-main dengan para perempuan dan memintanya menikah dengan cepat sekarang juga.
Sang Mommy nya sudah terlalu ribut minta di Carikan menantu dan menambah calon cucu baru di silsilah keluarga Faith yildiz.
Dominic memutar bola matanya dengan cepat, dia berdiri sambil berkata.
"Apakah istri Ayaz tidak jadi melahirkan? aku fikir Mommy pernah berkata waktu nya sudah dekat"
Mendengar pertanyaan Dominic jelas saja sang Mommy nya mulai berkicau panjang lebar.
"Orang tua siapa yang bisa dengan tenang meninggalkan Putra mereka yang setiap harinya Sibuk dengan minuman dan Perempuan? oh ya Tuhan, kenapa aku bisa melahirkan putra model begini? katakan kapan? kapan kamu akan berubah dom?!"
Dan bisa dibayangkan bagaimana wanita tua yang sekalinya bicara pasti akan berbuntut panjang dan lebar, dari pada mendengar kan kicauan Mommy nya, Dominic fikir berhentilah menanyakan hal yang tidak masuk akal pada kaum perempuan dan wanita.
"Bisa kita membicarakan nya nanti Mom? come...aku harus ke kantor dengan cepat bukan? sekarang Mommy bisa menunggu aku turun ke meja makan dalam 20 menit"
Ucap nya lantas memutar tubuh Mommy nya secara perlahan, kedua tangan nya menggenggam hangat bahu sang Mommy nya lantas membiarkan mommy nya untuk keluar dari kamar nya.
"Dom... Mommy bicara serius, Mommy fikir ini waktunya kamu menikah, selagi Daddy Aland mu belum bicara dan ikut masuk terlibat, ada baik nya kamu menentukan sendiri pilihan kami dari sekarang"
Wanita itu terus bicara sambil berusaha menoleh ke arah wajah Putra nya, tapi laki-laki itu selalu berhasil menghindar dengan cara nya sendiri.
"20 menit Mom, I love you"
Setelah berkata begitu, Dominic mencium pipi kanan Mommy nya dengan penuh kasih sayang, setelah itu dia langsung menutup pintu kamar nya dengan cepat.
Oh god.
Dominic menghela nafas sejenak, dia langsung membuka pakaian nya dengan cepat.
Setelah itu dengan cepat laki-laki itu Bergerak menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
*****
Dominic Faith yildiz
Siapa yang tidak tahu dengan keluarga besar Faith yildiz yang terhubung langsung dengan keluarga Al Jaber.
Dominic Faith yildiz putra ke dua dari Aland Faith yildiz dan Ailee Burja memiliki sifat yang sangat luar biasa aneh binti ajaib didalam keluarga nya.
Jika Ayaz Hilmi Faith yildiz memiliki sifat lebih teratur,lebih sabar, pemberani dan begitu enggan berurusan dengan yang nama nya Perempuan.
Maka lain hal nya dengan Dominic Faith yildiz, laki-laki itu memiliki temperamental tinggi, suka bertindak sesuka hati, selalu mengencani Perempuan secara acak, playboy dan sangat tidak Ber'otak.
Catat, tidak Ber'otak ah tidak.... tepat nya sangat tidak memiliki hati.
Dominic tidak sebaik Ayaz dalam memperlakukan seorang perempuan, dia selalu menganggap uang bisa mengalahkan siapapun termasuk kaum perempuan.
Mungkin karena kiblat kehidupan nya lebih lekat ke barat, maka kehidupan yang dia jalan kan jelas kehidupan bebas dengan gaya hura-hura.
Baginya kesenangan adalah yang paling utama.
Bahkan dia tidak pernah berfikir untuk menghentikan seluruh kebahagiaan dalam hidup nya hanya karena kaum perempuan.
Dan ikatan pernikahan bagi nya hanya sebuah simbol yang tidak benar-benar di butuhkan.
32 tahun dia hidup, baginya tidak ada yang bisa memenjarakan hati nya kecuali Mommy nya.
Baginya kaum perempuan adalah parasit berjalan yang akan mengacaukan seluruh susunan kehidupan nya.
Pernikahan awal karena kebodohannya membuat dia semakin teliti berhadapan dengan Perempuan.
Sebab dimasa kemarin, seorang perempuan di anggap dia menipu dirinya karena tragedi tidur satu malam.
Jelas-jelas saja perempuan itu tidur dengan beberapa laki-laki, bisa-bisa nya dia terjebak bersama Perempuan itu hanya demi menutupi status perempuan itu dengan kata pernikahan.
Karena itu dia memutuskan Menikahi Perempuan itu tidak lebih dari 1*24 jam kemudian menceraikan nya.
Dan sesuai dengan tebakan nya, Perempuan itu bahkan pernah bermain dengan beberapa teman nya, bahkan berpura-pura hamil dan membuat Sang Mommy nya shok berat atas hasutan perempuan tersebut.
Bisa-bisa nya?!.
Hah..!.
Dominic fikir benar-benar sial bertemu Perempuan semacam itu.
Setelah kejadian itu, dia lebih memilih bermain aman bersama para perempuan itu tanpa mau mengulang kejadian yang sama.
Secara perlahan laki-laki itu mulai membasahi tubuhnya, dia fikir mandi adalah salah satu pilihan untuk menghilangkan rasa sakit dikepalanya karena efek minum semalam.

Dan.... oh... shi..t.
Dominic fikir hari ini dia punya janji pertemuan dengan klien nya, seharusnya dia pergi lebih awal tapi efek minum berlebihan membuat dia terlelap hingga pagi.
Dia fikir dimana Reihan, sang sekretaris dan asisten pribadi nya itu?.
Laki-laki itu biasanya sudah datang mengurusi seluruh keperluan nya.
Tapi hingga jam segini laki-laki itu belum juga muncul di apartemen nya.
Setelah menyelesaikan sesi mandinya, laki-laki itu dengan cepat melesat keluar dari dalam kamar mandi nya.
Dan bisa dia lihat seorang laki-laki tampak menundukkan kepalanya kehadapan nya.
"Kau cukup terlambat hari ini"
Ucap Dominic sambil menaikkan ujung alisnya.
Laki-laki itu melangkah menjauhi Reihan.

"Maafkan aku, tuan"
Seperti biasa laki-laki datar itu hanya berkata maaf tanpa pernah memberitahukan alasannya kenapa dia bisa datang terlambat.
Itu yang dia suka dari Reihan.
Sang sekretaris dan asisten serbaguna miliknya itu.
Bisa dia lihat pakaian nya telah di siapkan semua orang Reihan, dengan cepat Dominic meraih pakaian nya dan mulai berganti saat itu juga.
"Berikan aku jadwal hari ini"
Ucap Dominic sambil menggunakan pakaian nya satu per satu.
Reihan meletakkan satu map hitam ke atas meja nakas, seperti biasa dia lebih memilih diam dan menunggu tuannya selesai dengan pakaian-pakaian nya.
Setelah beberapa waktu berlalu, Dominic selesai dengan pakaian nya.

Laki-laki itu bicara sambil bergerak menuju ke arah pintu depan.
"Aku ingin tahu kemana kamu pergi semalam?"
Tanya Dominic tiba-tiba pada Reihan.
Yang ditanya terlihat sedikit membeku, agak bingung harus menjawab apa.
"Apa Daddy yang menarik mu untuk pulang?"
Laki-laki itu kembali bertanya sambil membalikkan tubuhnya, dia berdiri didepan pintu Lantas menatap wajah sang sekretaris nya yang diam mematung tanpa jawaban.
"Apa kau keberatan dengan apa yang Daddy mu lakukan, Son?"
Tiba-tiba suara seorang laki-laki mengejutkan dirinya.
Dominic langsung menoleh ke asal suara.
"Dad?"
Dia fikir sejak kapan laki-laki tua itu ada di apartemen nya?!.
Oh shi..t, apa dia datang bersama Mommy?!.
Umpat Dominic Didalam hati nya.
******
Dominic Faith yildiz pada akhirnya hanya bisa menghela kasar nafasnya sejak tadi, di atas meja makan dimana seorang pelayan sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, Sang Daddy nya terlihat menatap nya untuk beberapa waktu dengan pandangan yang cukup membunuh, laki-laki itu memang begitu, tidak banyak bicara dengan anak-anak nya tapi sekalinya bertindak bisa membuat mereka kehilangan kata-kata.
Berbeda dengan Mommy nya yang selalu berceloteh mengingat kan dangan berbagai macam celotehan panjang nya.
Dia jelas bisa mengecoh Mommy nya, bilang tidak akan bermain-main lagi dengan kaum perempuan dan tidak mengulangi kembali mengecewakan mereka.
Tapi dengan Daddy nya dia jelas bisa apa.
Sehebat-hebatnya dirinya, orang yang paling disegani nya jelas Daddy nya.
Dan orang yang selalu dilindungi nya adalah Mommy nya.
"Daddy dengar kamu lagi-lagi bermain perempuan di luar sana?"
laki-laki tua itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, dia menatap Dominic dengan pandangan yang cukup mematikan.
Oh god.
Akhirnya berita itu lagi-lagi sampai ke telinga Daddy nya.
Dominic Fikir bisakah Mommy nya membawa pulang Daddy nya saat ini juga?! rasanya dia seolah-olah akan terjatuh ke liang neraka Paling dalam saat ini tanpa ada jeda nya sama sekali.
Selain Mommy nya yang mengadu, dia yakin si bungsu Faith yildiz yang juga bicara pada Daddy nya.
Adik bungsu nya itu pasti mengadu kembali soal kekasih-kekasih satu malam nya.
Oh god dia fikir bisa-bisa nya gadis itu membuka kedok buruk nya.
"Aku fikir Eisha pasti salah bicara dengan Daddy"
Dominic bicara cepat ke arah Daddy nya.
Aland Faith yildiz membuang pandangannya, laki-laki itu terlihat mulai meraih gelas kopi nya kemudian menyesap kopinya Secara perlahan.
Ailee Burja, sang Mommy nya terlihat ikut membuang pandangannya.
Dia fikir apa Mommy nya sedang berusaha menekan nya saat ini?!.
Dominic jelas langsung menaikkan ujung alisnya, menatap Mommy nya yang terlihat sibuk meletakkan keju ke atas roti yang ada dihadapan mereka.
"Jangan libatkan Eisha di sini, gadis itu bukan type pengadu"
Jawab Daddy nya dengan suara bariton nya.
"Kau tahu? cap buruk mu di club malam milik Farhan Stephard telah sampai ke telinga Keluarga Al Jaber, paman Murat mu berkata Daddy seperti nya harus lebih tegas memperingati dirimu"
Dan setelah mendengar ucapan Daddy nya seketika Dominic menghela nafas nya berat.
Yeah dia memang seburuk itu, tapi bukankah bermain-main dengan perempuan bukan hal yang terlalu buruk?!.
Dia fikir dibandingkan mempermainkan perempuan, berurusan dengan yang namanya narkoba jelas lebih mematikan.
Kenapa semua orang harus terlalu sibuk dengan kesenangan nya?!.
"Persiapkan waktu libur mu di akhir Minggu ini"
Tiba-tiba suara Daddy nya mengejutkan dirinya.
"Ya?"
Dominic bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Aku akan mengecek kembali jadwal ku Dad, aku fikir seperti nya ada beberapa pertemuan dengan klien di luar sana"
Alih-alih peduli dengan perkataan putra nya, Aland langsung berdiri dari posisi duduknya.
"Sayang, biarkan Ayaz yang menyelesaikan seluruh urusan Dom di akhir Minggu ini"
Sang Mommy Ailee nya terlihat mengangguk kan kepalanya dengan cepat.
Yah jika Daddy nya sudah berkata begitu, dia memangnya bisa menolak seperti apalagi?!.
"Tidak ingin pergi bersama Dominic?"
Wanita itu bicara sambil mengunyah sisa akhir sandwich nya.
Aland membiarkan jemarinya membersihkan pinggir bibir istri nya yang terkena lepotan saus, kemudian laki-laki itu berkata dengan lembut.
"Eisha menunggu kita di apartemen nya"
Ckckckck si tua itu selalu saja memperlakukan istri kecilnya itu dengan begitu istimewa.
Dominic terlihat menatap kedua pasangan beda usia jauh itu untuk beberapa waktu.
Dia heran kenapa Daddy nya bisa dengan setia mencintai satu wanita?! bahkan bisa memperlakukan Mommy nya dengan Begitu istimewa meskipun sudah berpuluh-puluh tahun bersama.
Dia fikir jika dia mencintai satu perempuan didalam hidup nya, mungkin dia bisa mati berdiri karena bagi nya dia pasti sudah gila.
******
Faith yildiz company
07.30 AM
Ketika Mobil mendominasi berwarna merah yang berhenti tepat di depan pintu perusahaan Faith yildiz company, terlihat semua pegawai nya langsung menundukkan kepala mereka tatkala sang penerus sah dari Faith yildiz tersebut turun dari mobil tersebut dan mulai berjalan masuk ke dalam perusahaan raksasa tersebut.
Pesona laki-laki itu selalu bisa membuat para karyawan perempuan nya jadi mati kata-kata, bahkan tidak sedikit yang sibuk mencoba berpenampilan sedikit terbuka demi menarik simpati laki-laki dengan cap Don Juan.
Kalau ada yang bertanya sadis mana antara kolor ijo, Casanova dan Don Juan?!.
Jelas Don Juan!.
Tingkat kepiawaian Don Juan dalam memikat lawan jenisnya Tidak beda jauh juga dengan Casanova tapi sedikit lebih parah istilah Don Juan di masa lalu.
Don Juan....Dia adalah cowok penjaja cinta. Menghalalkan banyak cara buat bisa memikat perempuan, sampai akhirnya berakhir di ranjang untuk ***-*** dengan mereka.
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan nya, yah sudah di tinggalkan jadi sah-sah saja.
Aneh nya kenapa perempuan mau-mau saja diperlakukan seperti itu?!.
Karena mereka sedang berlomba-lomba untuk bisa mendapat kan hati Penerus Faith yildiz tersebut.
Padahal sudah jelas hingga hari ini belum juga ada yang berhasil memikat hati nya.
Seharusnya semua orang berfikir betapa bodoh dan merugi nya mereka.
Dominic yang baru turun dari mobilnya langsung berjalan melangkah ke depan menuju ke arah pintu elevator.
Meskipun terkenal dengan cap Don Juan nya, Dominic tidak tertarik untuk bermain-main dengan sembarang perempuan apalagi dengan seluruh pegawai perusahaan nya.
Bisa di bilang dia akan menseleksi siapa yang paling dia inginkan.
Sebab seburuk-buruk nya dia dan sebejad-bejad nya dia, Dominic tidak akan pernah mau mempertaruhkan karir dan perusahaan nya.
Ada yang berkata main nakal boleh tapi harus main cantik dan elegan, jangan di kampung sendiri sebab akan membuat malu keluarga besar sendiri.
Jadi kalau mau nakal juga jangan tanggung, sebab kalau tanggung nama nya bukan nakal, tapi ingat berani nakal harus berani bayar mahal, bermain trik dan intrik agar terhindar dari resiko besar dan terhindar pula dari tanggung jawab besar.
Dikala Dominic melewati semua karyawan nya, bisa dilihat tatapan penuh harap dari para kaum hawa.
Lirikan mata mereka tidak dapat di pungkiri terlihat begitu memuja karena bagi mereka apa yang terlihat didepan mata mereka tampak begitu sempurna.
Sosok kharismatik dengan jutaan pesona, tidak dipungkiri khayalan mereka berkelana soal bagaimana hebatnya laki-laki itu Bergerak di atas ranjang milik para perempuan yang ada di sana.
Alih-alih peduli tatapan semua orang, Dominic terlihat sibuk Bergerak menuju ke arah pintu Elevator diikuti Reihan sang sekretaris dan Aspri kepercayaan nya itu.
Yah Reihan, laki-laki dingin yang irit bicara itu jelas ikut dipuja oleh para kaum hawa, kharismatik nya ikut muncul karena terus berada di samping Don Juan selama beberapa tahun belakangan ini.
Untung nya laki-laki itu tidak gila perempuan, malah sama sekali tidak suka ada perempuan yang terlalu histeris menatap dirinya.
"Pertemuan nya akan dilaksanakan pada pukul 10 pagi?"
Tiba-tiba suara Dominic memenuhi ruang Elevator kaca yang baru saja mereka naiki.
Mendengar pertanyaan Dominic, Reihan langsung menyerahkan Map hitam yang diminta tuan nya sejak di apartemen tadi.
"Ya, tuan"
Jawab Reihan cepat.
"Berikan pada ku data proyek terbaru kita"
Ucap Dominic lagi.
Reihan memberikan satu map lagi ke arah Dominic.
"Bagaimana dengan proyek yang sedang berjalan?"
"Sejauh ini semua berjalan baik-baik saja"
Setelah Reihan menjawab begitu, pintu elevator Seketika terbuka.
Kedua sosok laki-laki tersebut langsung keluar dari sana, berjalan lurus kearah depan menuju ke ruangan milik Dominic.
"Ngomong-ngomong"
Tiba-tiba Dominic menghentikan langkah kakinya, dia berbalik ke arah Reihan.
Laki-laki dibelakang nya itu langsung menghentikan langkah tegapnya.
"Apa yang Daddy ku tengah rencanakan di akhir Minggu?"
Dominic jelas bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Yah dia fikir apa yang tengah Daddy nya rencanakan? bukankah aneh tiba-tiba laki-laki tua itu mengosongkan semua jadwal nya dan membiarkan Ayaz yang menggantikan posisi nya?!.
Reihan terlihat diam untuk beberapa detik.
"Aku akan mencoba untuk mencari tahu dalam 1*24 jam"
Jawaban memuaskan seperti itu selalu meluncur dari bibir Reihan yang selalu bekerja secara kompeten untuk dirinya.
Dan Dominic jelas begitu suka dengan cara kerja laki-laki tersebut selama ini.
Alih-alih menjawab kembali ucapan Reihan, Dominic langsung menaikkan ujung bibirnya kemudian laki-laki itu kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan melangkah menuju ke ruangan nya.
Yah dia cukup penasaran dengan apa yang tengah di rencanakan Daddy nya kali ini?!.
******
22.45 malam
Club Malam xxxxxxx
Jakarta
Ditengah dentuman suara musik yang memekakkan telinga, kepulan asap rokok terlihat memenuhi seluruh ruangan club malam terlihat Dominic duduk santai di atas sebuah kursi sofa bersama para sahabat terbaik nya.

Aroma alkohol bercampur dengan berbagai macam jenis parfum lautan manusia tidak lagi bisa tercium dengan sempurna.
Warna lampu kelap-kelip dunia malam didalam ruangan besar tersebut menambah tingkat panas menggelegar Suasana yang semakin malam semakin sarat dengan berbagai macam kegiatan yang lekat dengan kata dunia malam.
Tidak ada satu sudut ruangan pun yang tidak terisi disana, lautan manusia dengan berbagai macam pasangan manusia terlihat asik dengan kegiatan mereka masing-masing.
Hal lumrah dan biasa akan terlihat dimana setiap orang memegang sebuah gelas berisikan minuman dengan berbagai kadar alkohol yang mereka suka, dimana mereka juga menghisap rokok dengan berbagai macam merk untuk dinikmati rasa tembakau nya.
Dibeberapa titik jelas terlihat para perempuan dan laki-laki saling merapatkan Diri, menyesap bibir antara satu dengan yang lainnya, saling berpelukan tanpa rasa canggung dimana mereka jelas bukan pasangan yang sah, beberapa orang bahkan saling menyentuh apa yang tidak semestinya di sentuh dimana masing-masing dari mereka dimabuk oleh buaian syetan yang berkata perbuatan paling indah ketika mereka berkubang dengan penuh dosa bukan masalah.
Dominic terlihat duduk di tengah-tengah Kursi sofa dimana disisi kiri dan kanan nya beberapa perempuan terus menempel ke arah Dirinya tapi ada satu perempuan yang sibuk bergelayut manja di dada nya.
Di sisi sudut paling kanan.....
Maheer sang Bernard junior putra Bern atau Eden Al Jaber asli dan Arabella Al Fattah (Belle) terlihat menyesap minuman milik nya secara perlahan, laki-laki itu memiliki sifat yang cukup berbeda dengan Dominic, meskipun dia dan Dominic sepupu tapi mereka jelas berbeda dalam menanggapi soal Perempuan.
Maheer sedikit enggan di apit oleh perempuan, cara main nya cukup bersih dan teratur, meskipun tidak dipungkiri bagian dari kehidupan dunia mafia selalu di kelilingi oleh perempuan cantik dan one night stand bukan hal yang dianggap tabu.
Tapi Laki-laki itu benar-benar pemilih sejati dalam mencari pasangan main nya di atas tempat tidur, sebab dia harus meneliti dengan pasti orang tersebut dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya lebih dahulu, memastikan tingkat ke sterilan nya, memastikan apa yang di fikirkan Perempuan itu sama seperti apa yang dia pikir kan.
Apalagi dia lebih ngeri jika Mommy nya sudah mengeluarkan sumpah serapah jika dia kurang menghargai yang nama nya kaum perempuan.
Disisi kiri Dominic terlihat sang laki-laki muda yang berusia sekitar 4 tahun di bawah Dominic, itu adalah Nazeem putra pertama Emir Azzura dan Mina Stephard.
Laki-laki itu terlihat mengobrol dengan seorang gadis di samping nya kanan nya, dimana gadis itu adalah Defne Al Jaber, putri pertama pasangan Murat Al Jaber dan Aishe Faith yildiz.
Entah apa yang di bicarakan kedua orang itu, tapi sepertinya obrolan serius terjadi di antara kedua orang tersebut, raut wajah mereka menyiratkan obrolan yang tidak boleh di ganggu gugat oleh siapapun.
Mereka benar-benar berada didalam mode paling serius saat ini.
"Aku fikir aku tidak melihat putri grandpa Eden sejak tadi?"
Tiba-tiba Dominic bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Dia fikir biasanya gadis pemberani itu ada di antara mereka, tapi bisa-bisa nya gadis dengan sejuta kepiawaian nya itu tidak hadir di antara mereka.
"Apa uncle Aland tidak memberitahukan kamu soal Shazia?"
Tanya Maheer sambil menaikkan ujung bibirnya.
Mendengar kata yang di ucapkan oleh laki-laki itu, Dominic terlihat mengerutkan keningnya.
"Maksudnya?"
Dia bertanya masih dalam keadaan tidak paham kearah mana Maheer bicara.
"Dia sedang dalam misi penyamaran"
"Ya?"
Dominic kembali menaikkan ujung alisnya.