
Beberapa waktu setelah nya,
masih di gedung perayaan ulang tahun perusahaan Hillatop.
Nyx terlihat berusaha berpegangan pada dinding salah satu bangunan, dia berkeringat dingin, mencoba menahan seluruh perasaan yang bergejolak didalam dirinya. Egalita yang terus melihat keanehan didalam diri Nyx, terus berusaha untuk membantu nya tapi laki-laki tersebut terus meminta nya untuk menjauh dari hadapannya, meminta Egalita untuk kembali pulang.
"Nyx?," gadis tersebut berusaha untuk menyentuh Nyx, dia ingin membantu laki-laki itu memboyong tubuhnya menuju ke arah kamar di mana Nyx akan pergi beristirahat.
"No, pergilah pulang. Aku sudah minta Amarilis untuk menjemput kamu kemari." Nyx memundurkan langkahnya, meminta Egalita terus memasang jarak dengan dirinya.
"Tapi kamu tidak dalam keadaan baik-baik saja, kamu sakit Nyx," Egalita yakin keadaan laki-laki di hadapannya tersebut tidak baik-baik saja, Nyx sakit itu yang dia pikirkan.
Nyx mencoba bergerak menjauhi gadis yang ada di hadapannya tersebut, dia berniat untuk pergi ke arah satu kamar yang ditawarkan seseorang pada dirinya, jaraknya hanya beberapa langkah lagi menuju kearah kamar tersebut, Nyx butuh tempat untuk menenangkan dirinya, menjauh dari keramaian dan menjauh dari yang nama nya sosok perempuan.
Percayalah dia pikir keadaan tubuhnya tidak baik-baik saja, ada sesuatu yang bergejolak didalam dirinya, memberontak keluar membutuhkan pelepasan, dia butuh seseorang atau sesuatu untuk menuntaskan hasrat nya. Nyx mengumpat, dia pikir apakah dia pasti telah meminum sesuatu yang salah.
Laura pasti memberikan dia sesuatu didalam minumannya.
"Ja-lang sialan." Nyx mengumpat didalam hati nya.
Egalita terlihat sedikit keras kepala terus mencoba untuk menyentuh kulit dan tubuh nya sejak tadi padahal dia mati-matian untuk menghindari gadis tersebut, tidak ingin mengorbankan Egalita kedalam keadaan nya. Percayalah sedikit saja sentuhan yang diberikan oleh gadis tersebut membuat ia semakin menginginkan Egalita. Jika Egalita tidak segera pergi dari hadapannya dia takut dia benar-benar akan menenggelamkan Egalita di bawah kungkungan nya tanpa sisa hingga esok pagi.
"Aku akan mengantarmu hingga ke kamar Nyx, setelah itu aku janji akan pulang." Egalita jelas saja tidak ingin meninggalkan laki-laki tersebut sejak tadi, kekhawatiran menghantam dirinya saat dia melihat kondisi laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Egalita tetap berusaha untuk menyambar tubuh Nyx, mencoba memboyong nya dengan perlahan. Dan yakinlah Nyx Yaris gila dengan keadaan tersebut membuat dia benar-benar ingin mati saat ini juga menahan apa yang ada di dalam dirinya, semakin gadis itu menempel pada dirinya semakin dia merasa ingin menyentuh Egalita, melesatkan ciuman panas nya, menyentuh seluruh titik tumbuh gadis tersebut dan bahkan ingin dia menghabisi gadis itu dibawa ke lingkungannya dalam sebuah kenikmatan yang tidak pernah ingin dilakukan sebelum dia menikahi Egalita.
"Aku mohon Egalita -," Nyx kembali berusaha melepaskan dirinya dari egalita dan dia mencoba untuk mendorong tubuh gadis tersebut dengan cepat.
"Ada yang salah dengan diriku, Ega tolong dengarkan aku. Jika kamu terus bersikeras begini aku benar-benar tidak menjamin jika malam ini kamu baik-baik saja, pulang lah dan jangan terus keras kepala seperti ini," Nyx terus berusaha untuk memperingatinya.
Egalita jelas sedikit kesal mendapatkan ucapan dari Nyx yang terlalu tidak masuk akal, apalagi tiba-tiba saja laki-laki tersebut mendorong tubuhnya seolah-olah menatap jijik kepada dirinya agar dia tidak menyentuh tubuh Nyx saat ini.
Karena kesal dia langsung mencengkram tubuh nih dan menyeret langkahnya menuju kearah kamar yang jaraknya tidak begitu jauh dari keberadaan mereka, dia membawa Nyx dengan paksa kesana tanpa berpikir dua tiga kali, membuka pintu kamar dengan cepat dan membawa Nyx dalam langkah paksaan.
Nyx jelas saja tidak bisa lagi menahan nya, dia pikir Egalita benar-benar gila karena masuk ketempat dan diwaktu yang cukup salah.
"Berbaring di kasur, aku akan menghubungi dokter hmmmppp." Dan tanpa diduga laki-laki tersebut menyambar tubuh Egalita dan langsung membungkam mulut cerewet Egalita dengan ciuman nya.
"Aku sudah bilang aku tidak bisa menahan nya, aku tidak akan melepaskan kamu jika kamu bersih keras tetap bertahan disini bersama ku, Egalita."