King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Aku mencintaimu melebihi cinta mu pada ku



Khan menatap dalam netra Ashley untuk waktu yang cukup lama, dia tidak pernah bisa membaca jalan pikiran atau isi pikiran gadis perawan yang telah sah menjadi istri nya tersebut, Ashley seolah-olah menyimpan satu rahasia besar di dalam hatinya nya yang ingin sekali Khan korek kenyataan nya, tapi entahlah dia seolah-olah tidak diizinkan masuk untuk tahu rahasia besar yang disimpan oleh gadis tersebut.


"Ashley...." Dia berbisik, bicara sembari menatap netra kemudian bibir Ashley secara bergantian, hasrat nya kini kian menggebu dimana dia merasa begitu menginginkan gadis di hadapannya tersebut, tapi bukankah terlalu lancang jika dia langsung ingin menikmati gadis dibawah kungkungan nya tersebut tanpa meminta izin lebih dulu meksipun mereka sudah sah menjadi suami istri.


Seolah-olah sadar dengan apa yang dipikirkan nya, Ashley yang sempat mencoba melarikan arah pandangan nya langsung menatap kembali netra Khan.


"Bolehkah?" Khan masih meminta izin untuk bisa melakukan nya sekarang juga, Khan mirip seperti tuan tanah yang meminta izin untuk melihat tanah milik nya dan siap sedia untuk menggarap ladangnya sekarang juga. Demi apapun ini kali pertama dia benar-benar tidak bisa mengontrol hasrat nya sendiri, 32 tahun tidak pernah seperti ini, dan kali ini dia gelisah dalam hasrat menggebu yang merasuki jiwa, dia menginginkan gadis di bawah nya, ingin menghabiskan pagi pertama mereka menjadi pagi luar biasa yang tidak terlupakan.


"Aku menginginkan nya" Suara Khan jelas kini terdengar berat dan kental dengan hasrta, mata nya menatap Ashley dengan gairah penuh harap, berharap bibirnya langsung menerjang bibir Ashley secepatnya.


Begitu Ashley mengangguk kan kepalanya, Khan pikir dia akan menyambar bibir gadis tersebut saat ini juga, nyatanya Ashley jauh lebih cekatan dari nya, gadis tersebut mengalungkan kedua tangan nya ke leher Khan dan kini menyambar bibirnya jauh lebih dulu, mengganti posisi mereka dengan cara yang luar biasa, membuat Khan cukup terkejut dibuatnya. Mereka berganti posisi dimana Ashley yang mengukung tubuh laki-laki tersebut di bawah tubuh Ashley.


Gadis tersebut lebih dulu yang menyambar bibirnya, tidak mengizinkan nya bicara dan membiarkan bibir lembut saling menyatu, gadis tersebut pandai dan pintar, sangat mendominasi dalam memberikan ciuman pada nya. telapak tangan nya menyentuh lembut wajah Khan, begitu lembut dan menggairahkan, menenggelamkan Khan pada pesona dan ciuman berbeda yang berulang kali dia rasakan dari perempuan berbeda yang tidak berhasil membangunkan diri nya dalam hasrat yang menggulung bagaikan ombak laut yang siap menyantap korbannya dalam tiap tahun.


Bahkan dari ciuman lembut menjadi hangat diiringi sentuhan tangan yang begitu cekatan, membuat Khan merasa menggebu-gebu dalam hasrat nya yang tidak terbendung kan, kini bibir tersebut bukan hanya menyatukan mereka bahkan kisah Ashley mengajak nya saling berperang antara satu dengan yang lainnya, mengajarkan lidahnya berdansa didalam sana.


Dia begitu pandai memporak-porandakan Khan dalam gulungan hasrat yang tidak biasa, membuat Khan cukup terkejut, pikiran nya berkelana, berpikir dari mana gadis tersebut belajar? dari Alex atau siapa? entahlah dia merasa kacau balau.


Ashley terlalu pintar membuat Khan melayang, bahkan dia mampu membuat Khan memejamkan bola matanya menikmati apapun yang dilakukan Ashley pada dirinya, persis seperti seorang perawan dan seolah-olah dia adalah gadis nya, Khan tidak sadar kapan gadis itu melepaskan pakaian Khan dan membuang semua penutup tubuh nya.


Sungguh brengsek memang, Ashley seolah-olah menguasai dirinya dengan baik, tahu dimana titik demi titik yang menjadi kelemahan nya, membuat dia berulangkali mengeluarkan suara aneh dan suara erangan nya yang memenuhi kamar pengantin mereka.


"Oh baby" Khan tanpa malu-malu memuji Ashley, mengeluarkan suara desah penuh gairah.


Ashley bahkan kini mengecup-ngecup pipi dan hidungnya lembut.


"Ashley..."


Lehernya menjadi sasaran berikutnya, jejak panas ditinggalkan lidah dan geritan gigi Ashley di sepanjang kulit nya membuat Khan nyaris tidak bisa bernafas dengan baik. Gadis tersebut tahu pasti titik-titik yang membuat nya menggeliat kepanasan. Setiap ******* yang keluar dari bibir Khan dihadiahinya dengan hisapan dan gigitan lembut yang berlama-lama.


"Aaahn," Shi..t, dia merintih, mendapati genggaman Ashley kini terasa kuat dibawah sana yang tidak menggunakan apa-apa. Gadis tersebut memanjakan raja kecil nya.


Entahlah bahkan ketika mulut dan lidah turun ke dada dan perutnya, hisapan untuk memberikan tanda-tanda merah di sekujur tubuh nya membuat Khan menggila. Ashley benar-benar luar biasa, membuat dia berulangkali tidak bisa bernafas dengan baik, bahkan tanpa sadar dia melebarkan kedua kaki, memasrahkan diri pada gadis yang mendominasi di atasnya tersebut.


Perbuatan Ashley membuat tubuh Khan melengkung, dia gila meraih rambut Ashley tapi tidak mau melakukan nya dengan kasar, sedikit menatap dari atas atas perbuatan sang istrinya pada raja kecilnya dibawah sana, sungguh gila, gadis itu membuat dia ingin tumpah.


"Oh baby ...aku keluar" ini pertama kalinya dia benar-benar tumpah, dalam permainan yang diciptakan oleh mahluk berjuluk bidadari surga.


Dia benar-benar menumpahkan es krim nya begitu saja tanpa bisa menahan nya dan Ashley menikmati nya dalam kepuasan nya.


hingga akhirnya permainan Ashley berakhir, gadis tersebut meraih tisu dan menghapus jejak nya dimana kini mata mereka bertemu.


Dan


"Kamu begitu handal" Khan spontan mengeluarkan suara nya, dia bukan type orang yang suka menahan pertanyaan, ketika gelisah dan ingin tahu dia harus melakukan nya, bertanya secara langsung dan itu sifat alamiah.


Nyatanya saat dia melesatkan tanya, jemari dan tangan Ashley masih bekerja, memberikan desiran pada jiwa Khan untuk mengharapkan lebih dari sekedar permainan tangan. Dia ingin mendominasi, mencoba meraih Ashley dan berpindah posisi dengan cepat.


Kini Ashley berada dibawah kungkungan nya.


"Aku hanya bisa handal ketika bersamamu, kau mungkin lupa, kau yang banyak mengajarkan ku" Jawaban Ashley membuat Khan mengerutkan keningnya, tidak paham atas apa yang diucapkan Ashley saat ini, mata mereka masih bertemu dengan deru nafas Khan yang semakin naik turun.


"Aku sedang memperbaiki semuanya, mencintai kamu dengan sepenuh hati ku"


Dan Khan ingin menjawab, dia pikir apakah ada yang salah dengan jalan pikiran Ashley, mereka tidak pernah melakukan ini sebelumnya, Khan tidak pernah mengajarkan nya bagaimana cara bercinta, dia bahkan tidak pernah bertemu Ashley sebelumnya tapi ...


Oh shi .t dia ingin bertanya tapi gadis tersebut menyambar bibirnya, berbisik nakal dibalik telinga nya dengan mengeluarkan suara nakalnya.


"Aku basah, tapi sedikit, kamu bisa memasuki nya jika kamu bisa bergantian membuatku basah setelah ini "


Nakal memang ucapan yang keluar dari bibir gadis tersebut, Khan akui dia ingin menggarap ladang Secara langsung, meskipun sudah keluar dia masih belum puas, tapi Ashley belum, dia menyentuh nya, ladang itu belum disirami oleh air, masih sedikit lembab agak sulit jika dia egois menggarap nya sekarang. Karena itu bergantian, memuaskan istri nya sejenak agar gadis tersebut merasakan sensasi nikmat tanpa akhir.


Kali ini dia mendominasi, memberikan sensasi penuh cinta pada gadis tersebut, permainan nya tidak kalah nakal, meskipun tidak benar-benar pernah bercinta dengan para perempuan bayaran tapi dia tahu bagaimana cara memuaskan mereka, itu bukan hal yang aneh lagi menurut nya.


"Akhhhh aku keluar Khan" Ashley mengencang kan genggaman nya pada rambut Khan saat laki-laki tersebut menjelajahi diri dibawah sana. Alih-alih menjawab dia mempercepat ritme permainan nya, menunggu gadis tersebut menumpahkan hasratnya seperti air ombak surgawi.


Dan setelah itu perlahan dia naik, mengukung tubuh Ashley dan menatap wajah sendu tersebut yang menatap pasrah padanya.


"Aku masuk perlahan" Dia bicara, menatap Ashley tanpa mengedipkan bola matanya.


Tatapan tajam itu bukan hanya sekedar nafsu, ada intensitas didalam nya yang menyatakan jika dia benar-benar mulai jatuh cinta pada sosok gadis dibawah nya, ingin melindungi nya, memiliki nya utuh, menjaganya, membelenggu nya dan tidak ingin siapapun mengganggu milik nya. Dia tergila-gila dengan caranya sendiri, bahkan berpikir Ashley seperti piring porselen mahal yang salah sedikit disentuh akan pecah, dia sangat hati-hati, menginginkan nya tapi tidak dengan cara yang egois.


Ashley menganggukkan kepalanya perlahan, menunggu Khan membuka pertahanan nya, dan secara perlahan laki-laki tersebut membiarkan raja kecil menyatu dengan lahan nya, berkenalan jika dia akan jadi raja penguasa didalam lahan yang ada dihadapan nya tersebut dalam seumur hidup nya.


Awal perkenalan sungguh menyiksa, seperti yang Ashley ingat begitu rasanya, gadis tersebut reflek memeluk Khan, memejamkan bola matanya saat tekanan dibawah sana memaksa masuk kedalam sana.


Dia memilih tidak meringis, tapi ingatan pada kejadian berbeda menghantam dirinya.


"Kau membuat ku kecewa" pernah suara itu memenuhi kepala.


"Menggodaku untuk membantu Alex, menjual tubuhmu untuk kelangsungan hidup suami mu" Khan marah, begitu marah pada malam itu kepada dirinya.


Seketika Ashley menggenggam erat tubuh Khan, dia mencoba membuka bola matanya dan menepis ingatan bodoh tentang apa yang dilakukannya di masa lalu.


"Sakit?" Kali ini suara lembut Khan memenuhi telinga nya, laki-laki tersebut berhenti, mencoba meraih wajah Ashley dan menyentuh nya lembut.


Gadis tersebut terlihat menampilkan bola mata berkaca-kaca nya, ini bukan tentang malam pertama mereka yang sekarang, tapi tantang masa lalu di mana dia pernah mengecewakan Khan, begitu bodoh mencintai Alex dan di khianati hingga mati.


Setelah mati satu kali karena Alex dan Clara hingga mengorbankan Khan, dia bersumpah menebus nya dan mencintai laki-laki dihadapan nya tersebut hingga mati.


Ashley tertawa kecil, mempersembahkan tatapan penuh hasrat dan cinta untuk laki-laki di atasnya tersebut.


"Miliki aku seutuhnya Khan, lakukan lah ini tidak sakit sama sekali " setelah berkata seperti itu Ashley menyambar bibir laki-laki tersebut, menunggu Khan membenamkan raja kecil nya kedalam tanah kekuasaan nya.


Ini tentu tidak sakit, dibandingkan pengorbanan Khan untuk menyelamatkan dirinya di masa lalu, menyakinkan dirinya penuh cinta, bahkan mati dalam kubangan darah ditangan Alex juga dan Crawford karena kebodohan nya demi untuk melindungi nya, ini jelas tidak seberapa.


Dia mencintai Khan dalam waktu yang cukup terlambat, dia salah memilih Alex karena kebodohan nya karena cinta palsu yang dipersembahkan oleh laki-laki itu.


Hingga Tuhan memberikannya kesempatan kedua, seperti mimpi memang,dia ada di sini bersama laki-laki tersebut dengan caranya sendiri.


Dan dalam hitungan detik Khan kembali menyatukan diri, menekan raja miliknya untuk mengenal jauh alam bebas di bawah sana, 3 kali gagal sungguh luar biasa dan keempat kalinya dia benar-benar menembus pertahanan gadis di bawah kukungannya, Ashley meringis menggigit bahunya.


Amazing.


"Shi. t. dia benar-benar seorang perawan " Khan boleh mengumpat?dia bersyukur dan semakin jatuh cinta pada gadis tersebut dan Ashley semakin membuatnya tergila-gila.


lama dia membiarkan raja kecil nya memperkenalkan diri di dalam sana membiarkan Ashley terbiasa pada miliknya hingga pada akhirnya secara perlahan dia mencium percakapannya gadis tersebut yang kini telah sempurna menjadi seorang perempuan berkali-kali dan memastikan Ashley mulai terbiasa dengan miliknya yang jelas bukan dalam ukuran biasa-biasa saja, dia tahu perempuan itu pasti sulit untuk menyesuaikan ukuran miliknya.


setelah memastikan Ashley baik-baik saja dan terbiasa secara perlahan dia menggerakkan pinggulnya, maju mundurkan miliknya dengan gerakan hati-hati takut hal tersebut semakin melukai istrinya, dia mempertahankan ritme permainan membiarkan istrinya mengeluarkan suara-suara indahnya juga leguhan manjanya, begitu memastikan Ashley cukup nyaman dengan keadaan laki-laki itu baru berani menaikkan tempo permainan yang membawa sang istri mengarungi indahnya cakrawala, menenggelamkan perempuan tersebut dalam permainan cinta tanpa henti untuk waktu yang cukup lama diiringi ciuman demi ciuman yang dia berikan kepada istrinya, dengan nafas mereka yang saling berlomba diiringi suara yang saling sahur-menyahut memenuhi kamar mendominasi berwarna putih tersebut.


suara Ashley benar-benar menaikkan gairahnya, berkali-kali perempuan itu meleguh nikmat atas sentuhan demi sentuhan dan juga tempo yang dia berikan dalam permainan mereka hingga pada akhirnya Ashley bersiap menumpahkan lahar panasnya.


"Khan..." dia bicara sembari mencoba menggenggam erat lengan suaminya.


laki-laki itu tahu ini waktunya Ashley menumpahkan hasratnya, dia membiarkan perempuan tersebut menumpahkan pelepasannya hingga pada akhirnya dia mempercepat temponya dan secara bergantian dia ikut menumpahkan pelepasannya, menyuburkannya ke dalam dinding rahim Ashley dan berharap akan ada junior yang tumbuh didalam sana.


terlalu dini memang harapannya tapi dia menginginkannya hanya dari perempuan yang ada di bawah kungkungan nya tersebut.


"Your amazing baby, I love you, really love you" Khan berkali-kali memuji perempuan tersebut dan berkata dia benar-benar mencintainya.


Ashley mengembangkan senyuman nya dalam rasa lelah dan sakit yang mendera di bawah sana.


"aku mencintai kamu Khan, jauh lebih daripada kamu mencintai kamu" Gadis tersebut bicara didalam hati nya, menatap netra Khan yang mempersembahkan tatapan penuh cinta kepada dirinya.