King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Cari tahu siapa



Disisi lain


Kediaman rahasia Alex.


Pranggggg.


Brakkkkkkk.


Suara demi suara, baik hantaman maupun pecahan kaca memecah suasana, membuat semua orang yang ada di sekitar kediaman tersebut seketika terdiam dan tidak berani untuk mengeluarkan suara mereka.


Alex seketika sangat marah besar saat dia tahu rencananya gagal total, bahkan orang-orang nya diserang habis-habisan oleh orang-orang Vander Dan dia hampir mati untuk bisa keluar dari kediaman Vander tanpa membawa apapun di tangannya.


dia tidak menyangka jika mereka akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan lukisan yang mereka inginkan dan lukisan itu telah menghilang lebih dulu dari kediaman vander namun tuduhan kelak diberikan kepada dirinya dan mereka saat ini menjadi musuh besar tanpa keberhasilan.


Bisa dibayangkan bagaimana kemarahan Alex pada saat ini karena dia tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi.


"Katakan padaku bagaimana bisa lukisan itu tidak ada di sana dan kita menjadi tersangka dalam pencurian lukisan tersebut, brengsek."


Pranggggg.


Alex bicara dengan suara lantang penuh kemarahan sembari dia membanting gelas minuman yang ada di hadapannya ke arah dinding, seketika semburan warna merah mirip seperti darah berhamburan menabrak dinding mendominasi berwarna putih yang ada di ujung sana, di mana para anak buahnya yang berdiri di hadapannya seketika meminjamkan bola mata mereka sejenak karena terkejut dan kembali membuka bola mata mereka kemudian mencoba untuk menetralisir perasaan mereka yang kacau balau saat ini.


Laki-laki tersebut bertanya dalam nada tinggi sembari mengeratkan rahangnya.


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Alex sama sekali tidak bisa dijawab oleh semua orang saat ini karena nyatanya mereka juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. mereka tidak pernah gagal untuk mencapai sesuatu bahkan tidak pernah mendapatkan rencana mereka hancur seperti hari ini sebelumnya oleh karena itu hal tersebut jelas membuat mereka kehilangan kata-kata dan mereka tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan mereka saat ini.


Wajar menurut mereka jika Alex marah besar saat ini, karena Allah sebelumnya juga belum pernah merasakan kegagalan seperti hari ini dan tidak tahu siapa yang membocorkan informasi kegagalan besar terjadi pada mereka.


"Maafkan kami tuan." hanya itu yang bisa mereka jawab atas pertanyaan yang Alex lotarkan.


Alex jelas merasa sangat tidak puas dengan jawaban para anak buahnya, dia meraih gelas minuman baru yang ada di atas meja di sisi kiri di mana dia berada, menuangkan wine ke dalam gelas tersebut dengan gerakan penuh kemarahan. Setelah itu Alex secepat kilat menyesat minuman dalam sekali teguhkan yang ada di tangannya tersebut sembari bola matanya menatap ke arah depannya dalam tatapan penuh kemarahan di mana bola mata tersebut tampak memerah dalam amarah.


Kata maaf saja membuat dia tidak cukup untuk mendengarnya.


"Selidiki apa yang terjadi sebenarnya dan aku ingin tahu siapa yang membocorkan informasi tentang lukisan tersebut hingga kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan lukisan itu semalam." pada akhirnya laki-laki tersebut bicara memberikan perintah menetap para anak buahnya satu persatu.


"Baik tuan." orang-orang yang ada di hadapannya menjawab secara bersamaan di mana mereka berjanji akan bergerak dengan cepat untuk membongkar siapa yang telah membocorkan informasi tentang misi mereka.


Alex masih mengeram penuh kemarahan, berusaha untuk menetralisir perasaannya sembari dia menggenggam erat telapak tangannya.