King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Berita mengejutkan



Disisi lain,


The Hillatop company,


Ruang rapat.


Khan terlihat sibuk memutar-mutar pulpennya sejak tadi, dia sudah cukup enggak untuk terus berada di tempat tersebut karena rapat tidak kunjung usai sejak tadi pikirnya. Keinginan nya saat ini kembali ke rumah dan sibuk dengan urusan lain selain perusahaan nya. Kepalanya sudah cukup pecah memikirkan berbagai macam persoalan sejak pagi, jadi dia pikir pulang lebih awal seharusnya cukup baik.


Dia menggeser laptop nya untuk beberapa waktu, membiarkan semua orang terus bekerja, yang dia tahu biarkan mereka sampai pada titik temu yang dia inginkan, puas maka ekseskusi tanpa harus banyak bicara.


Nick hari ini tidak ada ditempat nya, laki-laki tersebut benar-benar mengambil keputusan besar untuk angkat kaki setelah sekian lama bersama nya. Dulu alasan Nick bersama nya atas permintaan mommy Ayana, meskipun Nick tidak baik dalam soal dunia luar seperti berurusan dengan perempuan tapi untuk kualitas pekerjaan jangan ditanya laki-laki tersebut sangat kompeten dan jelas sangat bisa dipercaya.


Nick memiliki tingkat kejujuran yang begitu tinggi ditambah lagi laki-laki tersebut telah terbiasa terjun di dalam perusahaan sejak dia masih muda sama seperti kakak laki-laki nya Nyx, mereka meskipun Casanova dan suka hidup di dunia gemerlap malam, selalu tahu bagaimana tanggung jawab besar mereka, mereka tahu bagaimana menempatkan diri di kala diperusahaan atau di luar nya.


Karena itu mommy nya merekomendasikan Nick untuk terus berada disampingnya dalam beberapa tahun belakangan, sebenarnya cukup rumit untuk membawa nikah ikut masuk ke dalam perusahaan milik mereka karena seharusnya Nick terjun langsung ke perusahaan orang tuanya sendiri namun atas permintaan dari mommy nya pada akhirnya laki-laki tersebut mau bergabung dan membantu Khan.


Kini laki-laki itu benar-benar tidak bisa lagi membantunya karena adik perempuan Nick memutuskan untuk mengambil cuti panjang, suami adik nya jelas butuh seseorang yang bisa membantu nya diperusahaan.


"Tuan." Tiba-tiba satu suara mengejutkan laki-laki tersebut, membuat Khan menoleh dan menatap kearah sosok yang bicara padanya.


"Apakah ada yang membuat tuan kurang puas dengan desain nya?." Laki-laki disamping Khan bertanya, menampilkan sebuah sketsa gambar sebuah gedung pencakar langit di layar proyektor dihadapan nya.


"Malaysia proyek berjalan berikutnya." Ucap laki-laki tersebut lagi.


Khan terlihat tidak menjawab, dia lebih memilih untuk menatap sketsa yang ditampilkan kepada dirinya untuk beberapa waktu, bola matanya terus menatap kearah depan nya tersebut untuk beberapa waktu.


"Cek kembali tanggal pastinya, aku ingin tidak ada lagi kekacauan yang terjadi seperti pada proyek sebelumnya," Khan pada akhirnya bicara.


"Baik tuan." Laki-laki disamping Khan menundukkan kepalanya.


"Sudah tuan, tuan bisa mencocokkan jadwal interviewnya dalam satu dua hari ini." Wahyu laki-laki tersebut lagi kemudian.


Khan tidak menjawab ucapan laki-laki yang ada di sampingnya tersebut di mana dia pada akhirnya membiarkan laki-laki itu untuk menyelesaikan rapat tersebut sekarang juga laki-laki itu patuh dan dia langsung membubarkan rapat tanpa berpikir dua tiga kali.


Khan masih membiarkan dirinya duduk di sana dan memperhatikan satu persatu pegawai dari perusahaan yang tersebut keluar dari ruangan itu di mana hingga pada akhirnya seseorang masuk dari arah pintu depan secara perlahan, meninggal semua orang untuk keluar tanpa terkecuali dan hanya menyisakan mereka berdua.


"Ada apa?." Khan bertanya sambil menatap sosok yang baru saja datang dan duduk tepat di hadapannya tersebut.


"Apa kamu sudah mendengar nya." Dia bertanya sambil melirik kearah Khan.


Khan hanya mengernyit kan dahinya.


"Semalam di club malam xxxxxxx seseorang meninggal dunia dengan cara tidak wajar." Sosok tersebut bicara sambil menyandarkan dirinya ke kursi sofa.


"So?," Khan melesat kan tanya, berpikir apa hubungannya dengan dirinya.


"Apa dia termasuk orang-orang kita?." Tanya khan kemudian.


"ini bukan hanya sekedar orang kita tapi ada hal lain yang mungkin akan membuatmu terkejut setengah mati, Khan." Ucap sosok itu dengan cepat.


"Istri mu terlibat didalamnya saat ini." Lanjut nya lagi


Dan seketika ekspresi wajah Khan langsung berubah.


"Apa?."