
Disisi lainnya seorang laki-laki ikut bergerak untuk masuk ke bagian ruang pantau, sengaja memilih tempat tersebut untuk bisa menguasai ruang pantau sehingga membuat orang-orang mereka bisa bergerak dengan bebas untuk mengambil lukisan yang mereka inginkan tanpa harus mendengarkan suara peringatan jika tertangkap dari kamera pengawas seandainya timer waktu mereka melampaui batasan.
Begitu dia naik lantai atas bersama dengan timnya laki-laki tersebut memilih untuk berpisah diri bersama Laura, dimana tugas Laura untuk memancing musuh agar kehilangan fokus sementara atas pesona nya.
Tiba di lantai atas mereka bergerak cepat menuju ke arah sebuah ruangan pantau yang terletak di bagian lantai paling atas bangunan tersebut, dimana ketika mereka mengintip ke dalam ruangan itu seorang penjaga terlihat tertidur sembari duduk menghadap ke arah beberapa layar monitor yang merekam seluruh tempat di markas Vander.
Tanpa pikir panjang, laki-laki tersebut langsung menyekap mulut sang penjaga, kemudian tanpa berfikir dua tiga kali laki-laki itu langsung mengetangkan kepala sang penjaga dan mematahkan lehernya.
Krakkkkk.
Dalam sekali gerakan dia membunuh orang tua tersebut.
Laura mengintip ke arah luar, mencoba memasang telinga tajam ketika dia mendengar langkah kaki seseorang, perempuan itu memberikan kode agar temannya memposisikan dirinya menggantikan laki-laki yang di habisi nya tadi sedangkan Laura langsung memepetkan tubuh ke samping pintu, menunggu sosok laki-laki di ujung sana masuk kedalam ruangan tersebut.
Tidak butuh waktu lama dalam hitungan detik saat laki-laki itu masuk ke dalam ruangan tersebut dan menutup pintu, Laura yang berada di belakang pintu secepat kilat langsung menangkap leher laki-laki tersebut dan berusaha untuk mematahkan lehernya namun sayang laki-laki itu cukup cekatan, terkejut dan berusaha untuk menyelamatkan dirinya dengan trik memutar tubuhnya hingga Laura gagal untuk mematahkan leher laki-laki tersebut.
"Brengsek..." laki-laki itu mengumpan dan dia berusaha untuk menekan tombol darurat yang ada di sisi bagian belakang di mana temannya tempat tidur saat ini.
Tapi sayangnya saat dia berpikir itu adalah temannya dan dia mencoba untuk menekan tombol darurat seketika sosok tersebut berbalik dan membuat laki-laki itu terkejut.
Casshhhhhhhh.
Laki-laki yang duduk dimana awalnya membelakangi dirinya kini terlihat berbalik sambil menggenggam senjata api, menembakkan nya pada dirinya tanpa aba-aba tepat ke jantung nya.
"Kami masuk ke ruang pengawasan." Ucap Laura kemudian.
Disisi lain Khan dan Ashley bergerak perlahan menuruni anak tangga satu persatu, sepatu yang mereka gunakan sengaja mampu meredam suara langkah, di desain khusus untuk pencuri profesional sekelas Khan dan kawan-kawan, ini mereka melanggar turun secara perlahan ke arah bawah di mana gerakan mereka jelas tampak begitu awas dan hati-hati siapa tahu akan ada lagi datang musuh dan juga orang-orang dari Vander.
Posisi lukisan yang mereka cari ada di bawah sana di mana sebuah pintu besi besar menutupi keadaan, mereka jelas butuh seseorang yang mampu membuka kunci pintu besi rahasia yang menyimpan lukisan tersebut dan Khan jelas mampu melakukannya.
"Bergerak dengan cepat waktu semakin menyempit." Suara Nyx kembali terdengar di ujung sana.
Yah waktu semakin menyempit dimana timer waktu digital terus bergerak berganti angka sejak tadi, terlalu lamban dalam bergerak atau salah sedikit bergerak itu akan memicu pengurangan waktu yang semakin cepat sehingga bisa terjadi satu kekacauan besar yang bisa menggagalkan seluruh rencana mereka meskipun tidak dipungkiri mereka memiliki rencana B seandainya waktu melewati batasan nya, hanya saja dalam rencana B jelas memiliki risiko yang cukup tinggi untuk keselamatan masing-masing orang.
*****
Disisi lain nya lagi beberapa orang-orang Khan bergerak dengan cepat masuk melewati bagian sisi yang berbeda ke dalam markas Vander, mereka sengaja mencoba untuk memecah posisi di mana hal tersebut bertujuan untuk mengalihkan perhatian jika seandainya bagian dari orang-orang vander menyadari ada penyelundup masuk ke dalam markas mereka.
Satu laki-laki bergerak dengan cepat melihat salah satu penjaga yang tampak hilir mudik di bagian lantai atas, memepetkan tubuhnya ke arah dinding sembari laki-laki itu menunggu salah satu penjaga bergerak dengan lengah, hingga pada akhirnya saat sang petugas berbalik dalam hitungan detik laki-laki yang merupakan komplotan dari Khan tersebut bagaikan angin bergerak dan langsung meraih leher laki-laki penjaga tersebut dan,
Krakkkkk.
dalam hitungan detik tanpa menunggu waktu dia langsung memutar leher laki-laki itu hingga membuatnya mati tak berdaya.
*****
Khan dan Ashley berhasil menyeruak masuk ke ruang bawah tanah, menemukan pintu dan brankas besi di hadapan mereka, sepasang suami istri tersebut langsung menoleh antara satu dengan yang lainnya sambil Khan menaikkan ujung bibirnya.
"Kami mendapatkan nya." Ucap laki-laki tersebut dibalik headset bluetooth nya.