King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Sesuai keinginan nya



Disisi lain,


Masih di hotel xxxxxxx,


pusat kota.


Laura terlihat berjalan dengan begitu tenang ke arah depan, dia berjalan menuju ke arah kamar hotel di mana Khan berada, dengan wajah penuh keceriaan perempuan itu menyakinkan diri jika rencananya pasti berhasil. Tujuannya jelas kamar Khan, dia merencanakan semuanya dengan matang jika malam ini Khan dan dia tidur bersama, sedangkan Ashley dan Nyx akan tidur bersama juga.


Dia menyimpan dan merencanakan timing waktu terbaik, membuat Nyx dan Ashley tidur bersama. Memberikan obat pada dua orang tersebut dan meminta anak buahnya membuat jebakan untuk Ashley bersama beberapa orang suruhan nya.


Sedangkan dia dan Khan akan tidur bersama, membuat Vidio dan foto, diam-diam untuk dijadikan sebagai alat guna menekan Khan agar menikahi nya setelah laki-laki tersebut putus asa karena Ashley. Dia akan membuat sandiwara jika dia diperkosa oleh Khan atas kemarahan nya pada Ashley.


Bukankah rencana nya begitu sempurna? yah begitu sempurna hingga membuat dia yakin semua tidak akan mungkin gagal.


"Apakah Nyx sudah kalian eksekusi?," Laura terlihat bicara dari balik handphone nya, mencoba meyakinkan diri apakah anak buahnya telah membawa laki-laki tersebut menuju ke arah kamar yang telah dia tentukan.


Perempuan tersebut terlihat diam, mencoba mendengarkan jawaban dari seberang sana. Dia terlihat menaikkan ujung bibirnya tanpa puas saat mendengar apa yang diucapkan oleh seseorang di ujung sana.


"Itu bagus," lanjut perempuan itu lagi kemudian.


"Pastikan semua berjalan sesuai rencana dan jangan sampai ada yang gagal," setelah berkata seperti itu Laura langsung mematikan panggilannya dengan cepat kemudian dia terus bergerak menuju ke arah depan di mana bisa dia lihat pintu kamar di sisi kanan di mana dia bergerak ini yang merupakan pintu kamar di mana Khan berada.


"Dia didalam?," tanya Laura dengan cepat.


"Yes miss." jawab salah satu laki-laki tersebut pada Laura.


satu laki-laki lainnya perlahan membuka pintu kamar yang ada di sisi kanan Laura secara perlahan, Laura terlihat bergerak untuk masuk kedalam.


"kenapa begitu minim pencahayaan?," Laura bertanya ya sembari menatap ke arah salah satu laki-laki.


"Tuan yang memintanya." jawab laki-laki tersebut dengan cepat ke arah Laura.


Laura tidak melanjutkan pertanyaannya, dia hanya diam kemudian masuk ke dalam secara perlahan dan di beberapa detik kemudian tiba-tiba dia merasa tubuhnya di sambar seseorang.


"Khan?," Laura cukup terkejut, ketika tubuhnya disambar dan di beberapa detik kemudian laki-laki yang ada di hadapan tersebut langsung membawanya ke atas kasur dan menjatuhkan dirinya di sana.


Dia ingin sekali bicara namun nyatanya mulutnya langsung ditutup oleh laki-laki tersebut dengan sebuah ciuman yang begitu panas dan liar, membuat Laura seketika membulatkan bola matanya. Dan jemari-jemari laki-laki tersebut bergerak dengan lincah menjelajahi tubuhnya tanpa aba-aba.


Laura jelas gelagapan, tapi dia cukup senang karena apa yang dia inginkan pada akhirnya tercapai, obat yang diberikan pada laki-laki tersebut benar-benar bekerja dengan begitu sempurna.


"Khan..oh god." Perempuan tersebut memejamkan bola matanya, menikmati rasa luar biasa yang diberikan oleh laki-laki di atas nya tersebut.