
Pada akhirnya semua memilih untuk diam dan tidak mengeluarkan suara mereka lagi di mana Ashley kembali fokus pada urusannya, Khan memilih untuk tidak ikut campur pada perdebatan kedua orang tersebut lebih dulu, setidaknya dia harus menjadi orang yang bijak, menelisik dan melihat dengan baik siapa yang bisa dipercaya di antara kedua orang tersebut.
Baginya terlalu berat untuk masuk dalam perdebatan tidak menyenangkan perempuan, pertama itu rana perempuan, jadi baginya seorang laki-laki tidak harus tergesa-gesa untuk membela salah satu daripada mereka jika hanya persoalan sedikit perdebatan, jika sudah masuk pada persoalan baku hantam dia jelas akan bergerak dan memberikan pembelaan pada siapa yang benar dan menghardik juga menyingkirkan orang yang salah.
Kedua dia baru mengenal Ashley dalam hitungan bulan, ah tidak tepat nya mungkin belum 1 bulan, sedangkan dia mengenal Laura sejak dia kecil hingga sekarang selama berpuluh-puluh tahun, dia tidak bisa mengambil kesimpulan yang begitu cepat yang mengatakan jika dia harus mempercayai Laura atau bahkan mempercayai Ashley. ada berbagai macam titik pertimbangan yang harus dia lakukan dan dia tidak harus mengeluarkan kemarahannya atas suaranya atas pertengkaran kedua orang tersebut.
Khan bisa melihat betapa tenangnya saudara sepupunya, Nyx. dari cara Nyx berlaku bisa dia jabarkan, laki-laki itu meminta dan mengajarkannya untuk bersikap tenang dan tidak gegabah membiarkan kedua orang tersebut tenggelam dalam permusuhan mereka.
kedua orang itu menyimpan kemarahan di hati masing-masing yang tidak diketahui apa asalnya dan mereka tahu setiap kali api terjadi pasti ada asap yang memulai.
"2 menit lagi menuju ke arah lokasi." suara seseorang terdengar dari headset Bluetooth di telinga mereka masing-masing di mana suara itu adalah suara sang sopir mobil van.
"kami akan memecah barisan dan akan masuk dari wilayah dan sisi yang berbeda." di sisi lain terdengar suara yang ikut menyahut.
Mendengar mereka telah dekat dengan posisi utama membuat Khan dan Ashley saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, mereka berdua saling mengganggukan kepala di mana kedua orang itu pengasihan dengan diri mereka masing-masing.
Khan dan Ashley langsung menutup wajah mereka dengan sebuah topeng setelah itu asli dan tahan meletakkan pistol di bagian pinggang mereka. Ashley juga meletakkan pistol di bagian paha kiri dan kanannya yang tertutup oleh pakaiannya. setelah itu mereka berdua bersiap pada posisi mereka.
"Mari keluar dalam keadaan baik-baik saja." Tiba-tiba Khan bicara, jemari tangan kanan laki-laki tersebut membenahi bagian daripada rambut di sisi kiri Ashley, suaranya terdengar seperti sebuah bisikan, kemudian dia menatap netra istrinya dengan cara yang begitu hangat.
Mendengar ucapan Khan, membuat istrinya terlihat. mengembangkan senyumannya kemudian perempuan itu berkata.
"aku selalu berencana untuk keluar dalam keadaan baik-baik saja, jangan khawatir soal apapun." jawab perempuan tersebut kemudian sembari dia menyentuh lembut wajah Khan.
Di satu sisi Laura yang duduk menghadap kedepan, menatap pasangan tersebut dari pantulan cermin didepan nya, Perempuan tersebut terlihat memejamkan sejenak bola matanya, mencoba untuk menggenggam erat telapak tangan kanannya untuk beberapa waktu.