
Disarankan baca setelah berbuka puasa , nekat sekarang jangan salahkan diriku tak siap menanggung beban dosa 🤧🤧🤧😭😭😭😭🤭🤭🤭🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤️❤️❤️😁😁😁.
*******
"Seperti yang kamu inginkan Khan, apakah aku harus memimpin lagi?." Kali ini Ashley yang berbisik menantang, dia bersiap untuk membalikkan tubuh suaminya, ingin memimpin permainan tapi,
"No baby, biar aku yang memimpin kali ini." Khan langsung menjatuhkan kembali Ashley ke atas kasur saat sang istri nya hendak bangun dan menukar posisi.
Malam ini Khan ingin memimpin, menjadi penguasa di atas tubuh indah istrinya. Dia sedang tidak ingin dipimpin dan dia tidak ingin istrinya malam ini memberikannya kenikmatan pada dirinya, tapi dia yang akan memimpin di atas Ashley dan ingin mempersembahkan sebuah sensasi kenikmatan luar biasa untuk sang istri nya.
Mendengar apa yang diucapkan Khan, Ashley terlihat tertawa renyah.
"Apakah ini bonus pencapaian ku sayang?." Ashley bertanya, membiarkan Khan bekerja dengan keras malam ini.
"Yeah ini bonus pencapaian." Khan menjawab dengan cepat, menatap bola mata istrinya dalam debaran hasrat yang tidak mampu dia bendung karena sebentar lagi akan tumpah.
Ashley mengulum senyumannya, membiarkan dirinya tenggelam kedalam dekapan laki-laki tersebut. Dimana Khan kini kembali menjelajahi dirinya, membawa Ashley akan malam panjang penuh peluh yang mungkin tidak akan sebentar.
Laki-laki tersebut selalu kuat melakukan segalanya hingga tidak kurang dari 3 ronde, Khan memang gila tapi dia yang jelas tidak kehilangan akal warasnya, laki-laki tersebut selalu tahu bagaimana membuat dirinya untuk tidak merasa jika laki-laki tersebut egois dalam permainan nya. Khan tidak akan memuaskan dirinya sendiri tanpa membuat pasangan nya senang lebih dulu dalam pelepasannya.
Khan mendominasi tapi menekan diri untuk tidak menyakiti, laki-laki tersebut masih membiarkan mereka saling menikmati diri dalam ciuman panas tanpa henti diikuti dengan gerakan cepat dimana laki-laki tersebut mulai melepaskan penutup tubuh istrinya secara perlahan.
Setelah berhasil melakukan nya, laki-laki tersebut bergerak masuk ke bagian leher istrinya, menjelajah di sekitar sana, memberikan sentuhan demi sentuhan indah yang memabukkan untuk sang istrinya, membiarkan bibir miliknya menjelajah dan bermain di atas kulit lembut dan halus dalam balutan aroma kesukaan nya. Dia bergerak membiarkan diri bermain di tiap lekukan leher menuju ke cuping telinga istrinya, di iringi jemari-jemari kokoh dan kuat tersebut menjelajahi kulit luar dibawah sana.
Melewati indahnya bagian atmosfer bumi dan menyentuh tiap permukaannya halus mulai dari dasar perut bumi hingga menjelajahi dua menara kembar yang berdiri sejajar dalam ukuran penuh dan indah dipandang mata apalagi di cengkeraman dalam sapuan penuh cinta.
Tekanan yang diberikan jemari-jemari kokoh tersebut pada menara indah secara bergantian menbuat Ashley memejamkan sejenak bola matanya, dia menegang dengan caranya karena bagian tower tertinggi nya di permainkan dengan nakal oleh Khan.
"Kamu begitu sempurna dan indah, baby." Khan selalu pandai memuji istrinya, membuat perempuan tersebut melayang-layang atas pujiannya ditambah lagi rasa nikmat luar biasa yang dipersembahkan oleh laki-laki tersebut membuat Ashley semakin menggila.
Dalam sesi seperti itu kata pujian bisa membuat seorang perempuan semakin tinggi hasrat nya, dan Ashley semakin memasrahkan dirinya berada di bawah kungkungan Khan.
Jika tadi jemari-jemari laki-laki tersebut yang terus bermain setiap lapisan kulitnya kali ini disingkirkan dan berganti dengan bibir dan lidah, Khan menuntun nya menjelajahi bagian lapisan kulit leher hingga ke bagian dua menara kembar milik istrinya tersebut. Masih ditutupi dengan lapisan kain dengan renda indah mendominasi berwarna merah menantang, tangan kokoh Khan melepaskan kemudian membuang penutup tersebut dengan cepat kemudian membiarkan bibir dan alat pengecap rasa tersebut menikmati indahnya menu pembuka didalam diri Ashley.
"Sayang-," Ashley seketika meraih kepala Khan, awalnya dia bergetar dan merasa geli dengan keadaan hingga pada akhirnya rasa tersebut berganti satu rasa nikmat yang begitu luar biasa, dia merasakan satu sensasi dalam getaran tidak terelakkan, terlalu indah dan membuat nya merasakan satu getaran hingga ke ujung bagian hutan tanpa penghuni nya.
Apalagi sesapan demi sesapan yang diberikan oleh Khan, membuat Ashley kehilangan rasa malu hingga mengeluarkan suara asing yang cukup menggoda jiwa.
"Ohhhh khan-,"
"Call my name baby, aku suka mendengar nya, keluarkan suara indah mu, itu bisa membuat ku semakin bersemangat untuk berpacu dalam waktu." Terkutuk Khan, dia bahkan meminta istrinya untuk tidak menghentikan rancangannya dan dia ingin mendengar suara demi suara yang menyatakan jika sang istri semakin terbelenggu atas permainannya.
Dia semakin membiarkan bibir dan lidah menjelajahi bagian dua menara kembar yang mencuat dan semakin kencang milik Ashley, Khan bahkan begitu menikmati permainan nya di mana dia membiarkan jemari-jemari indahnya menekan tiap jaringan lapisan kulit halus dan bahkan dia membiarkan dirinya mempermainkan setiap lapisan atmosfer bumi bagaikan seorang pianis yang bermain dengan indah dalam tut's tut's permainan piano yang membuat sang empunya berulang kali mengeluarkan suara indahnya di balik telinga laki-laki tersebut.
semakin perempuan tersebut mengeluarkan suara-suaranya semakin dia bersemangat untuk melakukannya bahkan dia membiarkan bibir dan lidahnya terus berjelajah diiringi tangannya ia tidak ingin berhenti untuk bergerak ke manapun yang dia inginkan.
setelah puas lidah dan bibir tersebut menikmati keindahan dua menara milik sang istrinya, kini dia dengan nakal mulai turun kebagian hutan tanpa penghuni, menikmati keindahan alam dibawah sana membiarkan diri untuk membuat sang pemilik berulang kali menyebutkan nama Khan dalam gelombang rasa tanpa bisa dicegah.
Ashley berulang kali bergetar menyebut nama suaminya, meraih rambut laki-laki tersebut dan mengacak nya secara perlahan, menenggelamkan Khan dibawah sana membuat perempuan itu tidak bisa menahannya karena dia merasa sesuatu seolah-olah akan membanjiri dirinya di bawah sana.
"Akhhh please stop Khan,"
Yakinlah air bah akan tumpah membasahi perut bumi di bawah sana.
Alih-alih berhenti melakukan nya, Khan semakin bersemangat, bahkan dia sempat melepaskan sejenak apa yang dilakukannya sembari berkata.
"keluarkan semuanya baby, tumpahkan air bahmu dan itu akan membuat ku semakin bersemangat dibuat nya."
Bayangkan bagaimana bisa Ashley menahan nya, membiarkan sesuatu benar-benar tumpah membanjiri sprei kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Dia masih berusaha menetralisir detak jantungnya atas apa yang barusan terjadi, nyatanya Khan telah melepaskan segala milik nya sendiri di bawah sana, naik ke atas dan menyambar bibirnya, dibawah sana laki-laki tersebut tanpa aba-aba melakukan penyatuan sempurna seperti sebuah cincin yang langsung masuk kedalam jemari indah sang empunya, ukuran jari sempit yang membuat Ashley seketika tercekat, menerima rasa luar biasa nikmat tanpa ada obat lainnya, dia mengeluarkan suara nakalnya, meraih leher Khan dan menikmati penyatuan luar biasa mereka.
Perempuan tersebut bahkan sempat menggigit bahu suaminya untuk beberapa waktu, menikmati rasa yang bercampur aduk menjadi satu.
Cengkraman dibawah sana terasa begitu indah, membuat Khan mendiamkan diri sejenak dan memejamkan bola matanya, menikmati perpaduan dua senyawa yang akhirnya menyatu ditempat seharusnya. Terlalu indah saat dia merasakan cengkraman erat menarik-narik miliknya.
"Your so beautiful baby, dan milik mu luar biasa."
Oh shi-t, laki-laki tersebut selalu pandai memuji dan membuat orang melayang-layang ke udara, Ashley menatap dalam bola mata suaminya, menampakkan binar cinta dibalik bola mata indahnya.
Kembali Khan menyambar bibir indah istrinya, menyesap nya dan memberikan berbagai macam sentuhan penuh cinta, sedangkan di bawah sana miliknya berpetualang, mengobrak-abrik bagian hutan tanpa penghuni dengan tongkat ajaib miliknya, membiarkannya bergerak nakal naik turun tanpa henti, mempercepat ritme nya berkali-kali.
Dingin nya suasana kamar ber'AC tidak lagi dirasakan oleh mereka sebab rasa itu telah berubah menjadi rasa panas yang begitu membakar dan membara membuat penuh tidak henti berbaur menjadi satu di antara mereka diiringi suara demi suara penyatuan dan juga sesapan demi sesapan antar sepasang suami istri yang dibakar hasrat dan gairah.
Perempuan panas yang tidak menampilkan siapa yang menang atau kalah, hanya memperlihatkan siapa yang paling mendominasi dan berkuasa, Khan berulang kali menyenangkan istrinya hingga terjadi pelepasan berkali-kali hingga pada akhirnya laki-laki tersebut merasa dia akan sampai pada puncak kenikmatan nya.
"Baby stttt aku akan cum saat ini, oh shi-t kamu mencengangkan ku." Khan mengencangkan kedua belah tangan Ashley kedalam genggaman nya, dia benar-benar sampai pada puncak klasemen nya.
"Do it, aku menunggu Khan. Ashley merasakan hal yang sama, dia lebih dulu keluar dan mencengkeram erat jemari-jemari suaminya.
Satu pelepasan terjadi pada Ashley hingga akhirnya disusul oleh Khan tidak lama kemudian, dia menumpahkan seluruh air bah miliknya, sengaja menyemburkan nya kedalam sana dalam sebuah pengharapan besar didalam hatinya.
Khan atau Ashley junior akan hadir di antara mereka.
Khan memeluk istrinya dalam rasa nikmat yang luar biasa, menenggelamkan dirinya kedalam ceruk leher istrinya untuk beberapa waktu.
Ashley pikir ini berakhir tapi tiba-tiba suaminya sedikit membangunkan diri dan,
"I love you, baby. I love you so much." Bisik Khan kemudian, menyambar kembali bibirnya dalam penuh cinta.
Seulas senyuman mengembang di balik wajah perempuan tersebut, kalimat sederhana yang jika diluncurkan setelah sesi panas jelas saja terdengar begitu mahal dan berharga.
"I love you too, Khan." Dia menjawab pelan dalam rona wajah penuh malu-malu.
Merasa dicintai oleh laki-laki yang memang mencintai dirinya sepenuh hati.