King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Mencegah nya pergi



Kembali ke kediaman rahasia Khan


Janewa


Swiss.


Khan bergerak melangkah untuk bergerak menuju ke arah kamar di mana istrinya berada dan berniat untuk meninggalkan Nyx, sepupunya. Tapi tiba-tiba saja laki-laki tersebut berlarian dengan tergesa-gesa, sambil mengumpat kesal.


"Ada apa?," Khan jelas aja langsung menghentikan langkah kakinya dia menatap ke arah Nyx sambil mengeringkan dahinya melihat laki-laki tersebut membuang rokoknya dan mengabaikan minumannya kemudian meraih sebuah senjata yang terletak di atas meja bartender.


Khan fikir apakah sesuatu yang buruk terjadi sehingga laki-laki tersebut mengeluarkan ekspresi anehnya.


"Aku kehilangan J." singkat Nyx menjawab pertanyaan darinya dan hal tersebut jelas membuat Khan cukup terkejut.


"Apa?." dia pikir bagaimana bisa bocah laki-laki tersebut menghilang di tengah malam seperti ini.


"Dia meninggalkan sebuah surat pada semua orang dirumah, bicara tidak masuk akal untuk mencari seseorang, cihhhh anak itu." Nyx terlihat kesal, dia bergegas pergi meninggalkan Khan.


"Aku akan ikut mencari nya." Refleks Khan bicara, dia mengurungkan langkah menuju ke kamar, bergerak mendekati bagian sisi kiri nya untuk mengambil mantel dingin nya tapi Nyx langsung berkata.


"Biarkan aku pergi sendiri, ini bukan masalah."


"Kau akan menembak kepala orang lain karena ini, aku tahu betul bagaimana temperamentalmu," Khan jelas keberatan.


Membiarkan Nyx pergi sendiri cukup buruk, belakangan temperamental Nyx sangat meresahkan, dia mudah tersinggung juga marah, apapun yang membuat nya kesal akan dilampiaskan dengan senjata atau pukulan telak, dia tidak yakin Nyx akan baik-baik saja pergi mencari J seorang diri diwaktu malam begini.


"Aku sedang memikirkan nya saat ini, tunggu berita kematian seseorang besok pagi di media elektronik." Bisa-bisa nya laki-laki tersebut menjawab enteng ucapannya.


"Sungguh sial." Umpat Khan.


"Khan."


"Keponakan kecil ku menghilang, aku khawatir Nyx melakukan sesuatu diluar batasan." laki-laki tersebut bicara sembari menatap dalam wajah istrinya menceritakan jika sepupunya kehilangan putra kecilnya.


"Itu bukan masalah, J saat ini bersama orang yang tepat." Dan tiba-tiba saja jawaban Ashley cukup mengejutkan.


"Apa?," Laki-laki tersebut mengernyitkan dahi nya,. menatap dalam wajah istrinya untuk waktu yang cukup lama.


"Aku kurang paham." Khan bertanya masih membiarkan kening nya membentuk berbagai macam kerutan, dia mencoba mencari tahu maksud dari ucapan istrinya tersebut.


"Sungguh J baik-baik saja Khan, percayalah. Biarkan Nyx menyelesaikan nya sendiri, jangan khawatir soal apapun." Ashley berusaha untuk menyakinkan Khan, bicara sambil menatap Khan dengan netra indah nya.


"Dia bocah kecil yang usia nya 5 tahun lebih sedikit, bagaimana bisa berpikir dia baik-baik saja saat dia menghilang di tengah malam dimusim dingin seperti ini, sayang?," dia jelas protes, berpikir apa yang di ucapkan Ashley tidak masuk akal.


"Bagaimana jika seseorang menculiknya?." Dia kembali bertanya.


Ashley menggelengkan kepalanya, mencoba mengembangkan senyumannya secara perlahan.


"Dia pergi ke rumah paling hangat menurut nya Khan, dan dia baik-baik saja disana, percayalah."


"But-."


"Sosok itu sejak awal memang sudah terhubung dengan mereka, percayalah Khan, aku mengatakan nya karena aku tahu kemana J melangkah saat ini."


Dan Khan terdiam, dada nya bergemuruh dan dia merasa dia tidak baik-baik saja saat mendengar ucapan dari Ashley, istrinya tersebut."


"Kamu bilang apa?."