King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Sepupu yang memperingati dirinya



"Aku tidak menyarankan kamu menggunakan Laura untuk jadi sekretaris mu, brother." Nyx pada akhirnya membuka suaranya, dia bicara sembari mengabaikan kedua orang tersebut. Menuruni anak tangga satu persatu sembari dia menaikkan telapak tangan nya.


"Perempuan itu seperti madu dan racun Khan, laki-laki sukses tentu adanya kontribusi Perempuan. realita nya tanpa ada wanita di sisi laki-laki maka laki-laki akan mengalami kegagalan. Perempuan yang selalu sabar mengingatkan, sabar membujuk, dan sabar menerima tingkah laku pasangan nya. Saat laki-laki menghadapi masalah, perempuan lah yang memberi inspirasi. Oleh karena itu, alangkah tidak etisnya jika perempuan setiap saat berlaku murung dan cuek terhadap suaminya yang setiapharinya mencari nafkah. Ketika suami datang, perempuan seyogianya senyum dan mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan saat itu. Perempuan bahkan selalu jeli membaca situasi yang dapat mendamaikan hati laki-laki nya tapi," Nyx berhenti di meja bartender di lantai bawah, meraih botol minuman dan mulai mencari gelas untuk mereka.


Khan dan Nick mendengarkan apa yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di hadapan mereka, di mana mereka memilih duduk pada barisan kursi di meja bartender yang sejak awal telah disetting khusus di dalam rumah tersebut.


''Jangan lupa Khan, perempuan itu adalah racun dunia. ketika kamu sudah memiliki lebah betina dan sudah memasukkan madu dunia ke rumahmu aku tidak menyarankan kamu juga memasukkan sebuah racun di dalamnya." Ucap Nyx sambil menaikkan gelas minuman yang telah dia tuang dengan wine 🍷, dia menaikkan glass minumannya kemudian berkata kembali.


'Kau tahu kalimat perempuan perusak rumah tangga orang?, wanita penggoda suami orang,dan perempuan pencari kumbang?,  menggambarkan bahwa perempuan seperti itu adalah perempuan sebagai racun dunia. Perempuan lain bisa membawa dampak yang buruk bagi laki-laki yang terjerat. Oleh karena itu, aku tidak menyarankan kamu memasukkan Laura di antara kalian Khan." Dan Nyx mulai menikmati minumannya secara perlahan sembari dia bergerak menuju ke arah kursi sofa.


Khan mengernyit kan dahinya, menatap kearah Nyx dengan jutaan tanda tanya.


"Oh ayolah kak aku pikir Laura itu lebah yang cantik, kau tahu dia tidak berpotensi membahayakan seseorang, look dia itu cantik, sangat manis dan sedikit pencemburu." Nick menyahut cepat ucapan Nyx.


"Dia cukup cekatan untuk menjadi sekretaris Khan, setidaknya dia tahu banyak soal perusahaan, dia bisa mendampingi khan-,"


Pletakkkkkkk.


"Awhhhhh."


"Oh sial kau Nyx, kau memukul ku dengan alat penggaruk."



Nick meringis, mengumpat sambil menggosok kepalanya yang lumanyan sakit.


"Aku bicara apa ada nya, Laura rekomendasi terbaik untuk dijadikan sekretaris." Oceh Nick kemudian.


Alih-alih peduli pada adiknya, Nyx langsung menatap kearah Khan.


"Aku harap kau punya mata yang cukup jeli untuk melihat tatapan seorang perempuan, memerhatikan gelagat nya dan menyelam pikiran nya termasuk hatinya." Ucap Nyx dengan cepat, dia menatap tajam kearah Khan untuk beberapa waktu.


"Cela dalam hubungan masuk karena salah satu memberikan jalan untuk orang asing masuk di antara kita, aku yakin penerus Hillatop tidak ada yang bodoh soal ketegasan dalam menghadapi perempuan Khan, kita dilahirkan untuk mencintai 1 perempuan dan hanya percaya pada satu perempuan, meskipun sebenarnya kita tunduk dan patuh pada 2 perempuan, hanya ibu dan istri, teman tidak masuk dalam daftar orang yang bisa di ajak berkompromi, mereka seperti ular, diam-diam tapi mematikan." Setelah berkata begitu, Nyx Zaighum secepat kilat menghabisi minuman miliknya, didetik berikut laki-laki tersebut bergerak menjauhi kedua laki-laki tersebut.


Nick masih mengumpat merasakan panas dan sakit di kepalanya. Khan berpikir dengan keras atas ucapan sepupunya.