King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Kemarahan Laura



Kembali ke mansion utama Khan.


Laki-laki tersebut terlihat menatap ke arah bangunan mansion nya sendiri untuk beberapa waktu, melirik ke sisi kiri bangunan sejenak sambil mengernyitkan keningnya ketika dia baru membelokkan mobilnya ke bagian parkiran tempat tinggal nya tersebut. Dia pikir sepertinya barusan melihat seseorang tapi mungkin dia salah melihat nya.


Khan bergerak mematikan mesin mobilnya, memilih turun dari mobilnya dengan cepat kemudian bergerak melangkah untuk melihat apa yang dia lihat tadi dengan tidak sengaja, mengintip sejenak kearah bagian mana yang tidak sengaja dia lihat tadi.


Dia mengernyit kan dahinya, tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.


Khan sejenak diam membeku dan berpikir, namun belum sempat dia tenggelam dalam pemikirannya sebuah panggilan mengejutkan dirinya.


"Khan?."


Laki-laki tersebut langsung menoleh ke sisi kanan nya, bisa dia lihat seseorang berdiri tepat di sampingnya sambil mengembangkan senyumannya.


"Ada apa?." Itu adalah laura, dia bertanya sambil mengernyitkan keningnya saat menatap Khan.


"Kenapa kamu disini?. Alih-alih menjawab ucapan perempuan tersebut dan terlihat mengernyitkan keningnya saat menyadari Laura ada di kediaman nya.


Mendengar pertanyaan Khan yang tidak biasanya membuat ekspresi wajah Laura sedikit berubah.


"Kamu terlihat tidak suka jika aku datang kemari." Wajahnya agak memerah karena malu, dia terlihat kesal karena sifat Khan.


"Bukan seperti itu, hanya saja cukup mengejutkan ku datang tanpa menghubungi ku lebih dulu." Laki-laki tersebut bergerak menjauhi Laura saat perempuan tersebut m nyentuh dadanya, mencoba untuk bicara dengan intens dengan nya.


Biasanya dia tidak seperti itu, tidak menghindari Laura saat perempuan itu ada didekat nya, menyentuh nya atau melalui apapun kepada dirinya. Alasan nya pertama, dulu orientasi seksual nya sama sekali tidak berpengaruh, kedua dia pikir Laura teman terbaiknya, ketiga itu dia belum menikah dan ketika Ashley belum masuk ke dalam daftar list kehidupan dan masa depannya.


Melihat Khan berusaha menghindari nya Laura semakin tersinggung, dia mengejar langkah Khan dan berkata.


"Malam ini ulang tahun perusahaan?, aku membawakan kamu pakaian terbaik kamu dan membawakan -,"


"Ashley sudah menyiapkan nya,. Laura." Khan langsung memotong ucapan Laura.


"Jangan khawatir soal apapun." Lanjut Khan lagi, dia bergetar masuk kedalam mansion nya,. mencari sang istri didalam sana, tapi dia tidak menemukan Ashley.


Dia pikir mungkin Ashley tidak tahu dia kembali sedikit lebih awal, mereka harus bersiap-siap untuk pergi ke acara ulang tahun perusahaan malam ini yang akan dirayakan di salah satu hotel besar di pusat kota.


"Khan." Laura terlihat mulai kesal, dia menarik lengan Khan dan membalikkan paksa tubuh laki-laki tersebut, wajah nya dipenuhi kemarahan dan dia kembali berkata.


""Sejak perempuan itu masuk di antara kita, kau jauh berubah." Dia bicara dengan nada tinggi, bicara kesal kearah Khan dan mulai protes.


"Apa dia jauh lebih penting dari ku saat ini huh?." Tanya nya dengan perasaan dongkol.


"Aku pikir dia memberikan pengaruh buruk atas sifatmu pada ku." Lanjut Laura lagi.


Khan cukup terkejut melihat tindakan dan ucapan Laura, dia baru ingin bicara namun tiba-tiba saja Laura menahan kedua belah pipinya dan Khan langsung membulatkan bola matanya ketika Laura tiba-tiba mencium bibir nya.


"Apa?."


Laura sengaja melakukan nya, karena dia melihat Ashley di belakang sana.