King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Tamu tidak terduga



Bonus part khusus season Nyx J.


InsyaAllah akan dibuat season mereka.


*******


Disisi lain


Masih di Swiss.


Seorang gadis muda berusia tidak lebih dari 24 tahun mematung menatap terkejut kearah bocah kecil berusaha 5 tahun lebih berdiri dihadapan nya, yang dia tahu seseorang sedari tadi mengetuk pintu dimana didalam rumah kontrakan petak kecil dengan cahaya lampu remang-remang ditengah rasa kantuk yang menghantam nya. Dia cukup lelah kembali dari mengajar les piano untuk seorang anak salah satu wali disekolah dimana diri nya bekerja, mengajarkan les piano secara privat dan mendatangi rumah wali murid menjadi pilihan bekerja paruh waktu untuk dirinya ditengah kemelut gaji kecil menjadi seorang guru taman kanak-kanak di sekolah nya. Dan bayangkan bagaimana terkejutnya dia saat membuka pintu rumah, J kecil berdiri dihadapan nya sambil mendongakkan kepalanya.


"Mommy." Bocah tersebut sangat suka memanggil nya mommy.


"Oh god." Gadis tersebut memejamkan pelan bola mata nya. Awalnya sangat keberatan saat bocah kecil tersebut terus memanggil nya mommy dihadapan para murid dan guru lainnya, tapi saat dia tahu J seorang anak yatim tanpa ibu, dia pada akhirnya membiarkan J memanggil nya seperti itu.


Dia pikir J pasti merindukan sosok mommy nya.


"J ?," yah dia jelas panik melihat kehadiran bocah laki-laki yang terus menempel padanya sejak awal masuk sekolah yang kini ada dihadapan nya tersebut, mendongakkan kepalanya dan menunggu dirinya merunduk dan meraih tubuh kecil tersebut.


"Oh sayang, ini sangat dingin, kamu pergi dengan siapa? dimana grandma atau baby sitter nya?." gadis tersebut jelas panik, langsung menjongkokkan tubuhnya dengan cepat, dia menyentuh lembut kedua belah pipi J yang terlihat memerah karena udara dingin dimana musim salju perlahan datang di Swiss.


Bola mata gadis tersebut mencari ke sekeliling rumah nya, mencari siapa yang mengantar bocah laki-laki tersebut ditengah malam begini. Nyatanya dia tidak menemukan siapapun disana, J hanya datang seorang diri


Mencoba menebak-nebak apakah J bertengkar dengan daddy nya, apakah J melarikan diri dari rumah?!. dia tahu ayah J kecil sangat menyebalkan, memiliki temperamen yang buruk dan bersikap sangat emosional, bahkan bisa berlaku frontal terhadap siapapun yang tidak dia sukai.


Begitu masuk kedalam, pemandangan sederhana terlihat di dalam rumah tersebut, hanya sebuah ruangan kecil yang di sudut ruangan terdapat sebuah kasur yang setengah nya tertutup oleh lemari kayu usang, dibagian sisi kiri terdapat dapur untuk memasak, ada kursi sofa yang cukup usang dan jelek yang sebenarnya cukup tidak layak untuk digunakan.


Tapi meskipun seperti itu, sang pemilik sangat memperhatikan kebersihan rumah nya, dia menata semuanya dengan begitu apik dan juga teratur. Gadis tersebut meletakkan J ke atas kasur nya, dia menyelimuti tubuh bocah laki-laki tersebut dengan selimut miliknya secara perlahan, memilih duduk dan membiarkan tubuhnya ditopang oleh kedua belah kakinya.


"Tidak ingin bilang pada mommy apa yang terjadi sayang? katakan kenapa J menemui mommy di jam seperti ini? apakah daddy memarahi J? membuat J tidak nyaman dan-," Dia belum selesai bicara tapi tiba-tiba saja bocah laki-laki tersebut meraih leher nya dan memeluk dirinya, begitu erat dan juga hangat.


Gadis tersebut diam, menghentikan ucapan dan pertanyaannya, berusaha memahami isi hati J saat ini. Yah dia tahu anak itu tidak dalam kondisi baik-baik saja.


"J ingin menangis? lakukanlah, ada mommy disini hmmm." Pada akhirnya dia mengelus lembut punggung bocah laki-laki tersebut, membiarkan J memeluk erat dirinya dimana gadis tersebut berusaha untuk memejamkan bola matanya.


Dia mendengarkan baik-baik detak jantung J, mencoba memahami jalan pikiran nya dan berusaha untuk memahami isi hatinya. Dan seperti apa yang dia pikirkan, J menangis lirih nyaris tanpa suara, menenggelamkan diri dalam pelukan nya dan menangis menumpahkan banyak kesedihan nya.


Gadis tersebut tahu, dibalik sifat sombong dan arogansi J, dimana dia tidak suka teman-teman mendekati dirinya, ada hati yang begitu rapuh, serapuh kaca cermin tipis tanpa pelindung yang jika disentuh akan pecah berhamburan tanpa bisa menyusun nya kembali. Dia tahu J kesepian, dia membutuhkan seseorang yang bisa memahami perasaan nya, dia butuh orang tuanya yang selalu ada untuk dirinya, nyatanya yang dia dengar dari cerita beberapa teman, daddy J terlalu sibuk dengan pekerjaan nya sedangkan dia telah kehilangan mommy nya.


Bisa dia rasakan tubuh tersebut bergetar didalam pelukan nya, gadis tersebut memilih diam, tetap mengelus punggung J dengan kehangatan dan penuh kasih.


"Semua baik-baik saja sayang."