King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Keadaan yang tidak menguntungkan



Di sisi ruangan lain,


masih kembali ke semalam.


Egalita terkejut saat Nyx menyambar tubuhnya, menariknya ke atas kasur dan menenggelamkan dirinya ke bawah kungkungan laki-laki tersebut, dia panik saat kedua tangan nya direntangkan ke sisi kiri dan kanan ditahan dan genggam laki-laki tersebut dengan cara yang luar biasa, di beberapa detik kemudian laki-laki tersebut menyambar bibirnya, melahapnya seperti orang yang kelaparan, membenamkan bibir nya dan men_cumbu nya seolah-olah tidak ada hari esok.


Gadis tersebut panik, mencoba memberontak dan berusaha melepaskan dirinya dari Nyx, dia nyaris tidak bergerak bahkan tidak bisa bernafas karena ciuman gila yang diberikan oleh laki-laki tersebut saat ini.


Egalita sedikit bergetar, dia benar-benar bingung tapi tidak dipungkiri ciuman dan sentuhan yang diberikan Nyx membuat jantung Egalita tidak baik-baik saja. gadis tersebut terseret pada arus ciuman panas yang dipersembahkan oleh Nyx, terlalu bersemangat, penuh gai_rah dan membuat Egalita meremang juga sedikit basah.


Tapi pada akhirnya Egalita berusaha menekan kesadaran nya, berusaha melepaskan satu tangannya dari cengkraman Nyx dan mendorong dada laki-laki tersebut dengan cepat.


Nyx yang kehilangan kendali, merasa ketika bibir dan kulit saling menyentuh membuat dirinya semakin menggila, bahkan dibawah sana semakin mengeras dan menegang. Tapi laki-laki tersebut berusaha untuk kembali menekan kesadaran nya dan mencoba melepaskan ciuman nya dari Egalita saat gadis tersebut berusaha mendorong dada nya.


"Nyx... kau... membuat ku takut..," Egalita terlihat bergetar ketika Nyx melepaskan ciuman mereka.


Laki-laki tersebut berusaha mencengkeram kasur, keringat dingin menghantam dirinya, menahan sesuatu dibawah sana jelas merupakan perjuangan panjang yang bisa membuat dia mati akan keadaan.


"Pergilah aku mohon, sebelum aku tidak bisa mengendalikan nya," dan kali ini Nyx meninggikan suaranya, laki-laki tersebut marah, beringsut pergi dan terus mencengkeram kasur, dia menundukkan kepalanya, menahan keringat yang bercucuran deras.


Egalita terkejut saat laki-laki tersebut berteriak marah, bisa dia lihat Nyx tidak dalam keadaan baik-baik saja, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.


Didetik berikutnya terdengar suara ketukan dari arah pintu depan hingga membuat Egalita secepat kilat langsung turun dari arah kasur karena dia masih gemetaran dan takut dengan respon Nyx.


Itu adalah asisten Nyx dan seorang gadis muda yang cantik, bergerak dengan kursi roda dan tersenyum kearah nya. Didetik berikutnya seorang laki-laki yang usianya tidak jauh dari Nyx muncul dengan tas kecil seperti petugas kedokteran.


"Nyx are you okay?," laki-laki hampir seumuran Nyx bergerak mendekati laki-laki tersebut, bertanya pada Nyx dan mencoba mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


Egalita menebak, sosok itu seorang dokter.


Saat semua orang sudah masuk, sang asisten menutup pintu dengan cepat, kemudian menatap kearah Egalita lantas berkata.


"Tuan tidak dalam keadaan baik-baik saja." ucap laki-laki dihadapannya tersebut.


"Laura memberikan nya afrodisiak," sang dokter berkata cepat, dia pikir mereka harus melakukan sesuatu.


Mendengar kata afrodisiak jelas membuat Egalita langsung membulatkan bola matanya, dia bukan bodoh jelas saja tahu apa obat tersebut.


"Apa?," Egalita langsung menoleh kearah Nyx.


"Apa kamu bisa menurunkan nya?," gadis di atas kursi roda bicara, itu adalah Zoya.


"Oh come on, itu bukan rahasia umum, memang nya dokter mana yang mampu menurunkan efek afrodisiak? jangan percaya kisah di novel atau drama percintaan yang bilang mandi air dingin atau memaksa tidur bisa menurunkan efeknya." sang dokter menjawab cepat.


"Tentu saja mencari seorang perempuan malam, buat Nyx melepaskan nya dan selesai, jika tidak di selesaikan itu cukup buruk berpengaruh pada kondisi tubuh dan otak, afrodisiak bukan obat flu atau demam yang setelah di konsumsi hanya butuh tidur atau istirahat." bisa-bisanya laki-laki tersebut bicara dengan sangat terus terang, tidak suka bergerak suka bicara langsung pada intinya.


Egalita terlihat menatap kearah dokter laki-laki tersebut, dia kemudian melirik kearah Nyx yang terlihat kepayahan menahan diri.


"Tinggalkan aku sendiri Jonathan, aku bisa mengatasi nya." Nyx meminta orang-orang keluar meninggalkan dirinya.


"Kau bukan Superman untuk urusan ini Nyx, tanpa pelepasan seluruh syaraf ditubuh dan otak mu akan menimbulkan masalah setelah hari ini." laki-laki tersebut bicara, kemudian mengeluarkan handphonenya dengan cepat lantas berusaha untuk menghubungi seseorang.


"Apa yang kamu lakukan?," asisten Nyx bertanya


"Aku pikir mami punya anak disini, aku bisa meminta satu perempuan datang dan melewati malam panas bersama Nyx hingga esok pagi," kembali dokter laki-laki tersebut bicara kemudian mencoba untuk menghubungi seseorang dari handphonenya.


Egalita jelas saja membulatkan bola matanya mendengar ucapan sang dokter saat ini


"Apa paman gila?," Zoya jelas saja tidak setuju dengan ucapan laki-laki tersebut, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Menyewa pe_lacur untuk bermalam? yang benar saja," Oceh Zoya lagi kemudian.


Egalita jelas saja dibuat gelisah dengan keadaan saat dia mendengar apa yang dibicarakan oleh semua orang, bola matanya menatap kearah Nyx untuk beberapa waktu.