
Ditengah perdebatan yang terus terjadi di antara semua orang, ditengah keadaan NYX yang tidak baik-baik saja, bola mata Egalita menatap kearah laki-laki yang mencoba bergerak dari posisi nya dan bergerak menuju kearah kamar mandi tersebut.
Nyx berencana untuk membasahi tubuh nya dari rasa yang menyiksanya, obatnya semakin keras bekerja, membuat lagi-lagi tersebut mulai gerah dan kesulitan, dia mencoba mencari handuk dan berusaha membuka pakaiannya dengan paksa. Rasa panas menghantam dirinya, dia butuh sesuatu yang dingin dan menyegarkan, dia butuh obat atas rasa sakit juga panas yang sejak tadi terus menjalari tubuhnya.
"Tidak menyewa perempuan malam, paman," Zoya masih berdebat dengan dokter Jonathan.
"Apa kau yang ingin menggantinya? naik ke atas kasur dan melepaskan beban Nyx? mandi tidak akan menurunkan semua fungsi obat nya dan tidak akan menurunkan erek-si nya, saat ini Nyx sedang bercanda didalam kamar mandi," dokter tersebut mencibir, menatap kearah Zoya dengan sedikit mengejek.
"Mandi busa menurunkan hasrat yang terpendam, yang benar saja, alih-alih turun, saat keluar bom nuklir nya semakin siap meledak." laki-laki tersebut bicara dengan bahasa yang terlalu kasar.
Membuat Zoya malu mendengar nya apalagi sekretaris Nyx.
"Bocah kecil seperti kamu tahu apa soal hal orang dewasa butuhkan saat mengonsumsi obat seperti itu? ini bukan dalam golongan main-main, keponakan, dia butuh perempuan untuk di ajak bergulat hingga pagi di atas kasur" ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.
Zoya merasa cukup kesal dengan ucapan dokter yang ada di hadapannya tersebut, baru disadari Ford tidak pernah menyebalkan seperti laki-laki dihadapannya itu. meskipun Ford penjahat dan terkenal buas di kehidupan malam juga mafia nya, laki-laki tersebut tahu bagaimana cara bicara dengan gadis muda dan memperlakukan nya dengan sangat baik, tidak pernah bicara terlalu terus terang dan tidak bersikap arogan padanya.
Dia pikir bagaimana seorang dokter bisa bersikap buruk seperti itu bahkan bicara sama terus terang kepada seorang gadis seusianya masih sangat muda seperti dirinya, dia bahkan baru melewati usia 20 tahun nya, mendengar pembicaraan seperti itu membuat dia risih. padahal niat nya saat ini membantu semua orang bersama Ashley, menyelesaikan seluruh persoalan agar tidak ada yang terjebak malam ini.
Tapi dokter yang ada di hadapannya tersebut sangat menyebalkan sekali bahkan tidak mengizinkannya untuk berpikir dengan baik tentang keputusan apa yang seharusnya diambil, kata-kata nya terlalu terus terang bahkan terdengar terlalu full _gar untuk gadis muda seusia dirinya.
"Aku tidak terlalu paham dengan hal seperti itu tapi setidaknya bukankah selalu ada pemecahan masalah lain? bagaimana bisa mencoba untuk menghubungi seorang perempuan malam dan meminta perempuan itu untuk melayani paman Nyx? itu terdengar menjijikkan." Zoya protes, dia menatap kesal kearah laki-laki tersebut.
Dokter Jonathan terkekeh.
Hah!. Zoya bener-bener tidak percaya ada seorang dokter yang begitu arogan dan juga sangat tidak berpendidikan seperti laki-laki dihadapannya tersebut.
"Oh come Jo ini bukan hal yang harus diperdebatkan, dia mana mengerti, usia nya masih 21 tahun, pembicaraan mu sangat ngawur, hubungi madam atau mami, minta 1 perempuan untuk menyelesaikan semuanya malam ini." sekretaris Nyx pada akhirnya bicara dengan cepat.
"Apa?" Zoya jelas saja masih keberatan.
"Maaf, aku...," dan pada akhirnya Egalita mengeluarkan suaranya, membuat semua orang menoleh secara bersamaan.
"Tidakkah kamu seharusnya bertanya pada mu, Rei?," dan Egalita menatap kearah sekretaris Nyx dengan cepat.
"Apa kau lupa? aku ibu kandung dari putra Nyx." dan dia mulai membuka suaranya.
Mendengar hal tersebut seketika laki-laki yang dipanggil Rei terdiam, dia lupa ada ibu kandung J kecil di antara mereka.
"Bisa tinggal kan kami disini? aku akan tinggal untuk membantu ayah dari putra ku untuk menyelesaikan semuanya." lanjut Egalita lagi kemudian.
"Dan aku yang paling berhak atas calon suami ku sendiri bukan pe'lacur di luar sana." Kini Egalita bicara sambil menatap tajam kearah dokter Jonathan.
"Sangat tidak sopan memutuskan hal menjijikkan seperti itu tanpa persetujuan dari ku bukan? aku calon istrinya, bagaimana bisa kau ingin menjual Nyx pada wanita murahan?," Egalita bertanya dengan kemarahan yang dipendam nya sejak tadi.