King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Sejuta khawatir



Keesokan harinya


Lewat tengah malam.


Khan terlihat mulai menggunakan sarung tangan mendominasi berwarna hitam dikedua belah tangannya, merapikan nya dengan baik secara perlahan.



mereka akan melakukan aksi mereka pada malam hari ini untuk mengambil apa yang ingin mereka ambil di tempat persembunyian lain Vander. Setelah memastikan sarung tangannya telat terpakai dengan sempurna bola mata laki-laki tersebut melirik ke arah istrinya yang saat ini menatap dalam wajahnya dari arah sisi kanan Khan.


Bisa laki-laki tersebut lihat sang istrinya juga telah siap dengan semua penampilannya, perempuan itu menggunakan pakaian yang membalut seluruh tubuhnya dengan ketat seperti seorang Catwoman, di mana dia juga menggunakan sarung tangan mendominasi berwarna hitam yang sama seperti Khan kemudian perempuan itu mulai bergerak mendekati dirinya.


"Kenapa tidak aku saja yang bergerak, baby?." Khan bertanya pada istrinya nya ketika perempuan tersebut mendekati dirinya, dia menarik pinggang istrinya kemudian bertanya sembari menatap dalam bola mata perempuan yang ada di hadapannya tersebut.


Ashley terlihat mengembangkan senyumannya membiarkan terus menarik pinggangnya, Mama kasih jarak di antara mereka layaknya pasangan suami istri yang tengah diburu oleh cinta.


"itu bukan masalah mendampingimu adalah cita-citaku sejak dulu dan aku tidak ingin melepaskan pandanganku darimu sedikitpun, Khan." ucap perempuan itu dengan cepat.


Khan terlihat terkekeh kecil kemudian laki-laki tersebut kembali bicara.


"Aku merasa terlalu istimewa karena diawasi oleh istriku sendiri, seharusnya aku yang melindungimu dan menjagamu Ashley, bukan sebaliknya." Dan pada akhirnya laki-laki tersebut protes dengan istrinya.


Ashley balik tertawa renyah, membuat Khan hanya bisa menelisik kecantikan sang istri dari cara tawa khas nya.


"Aku serius atas ucapan ku Ashley, biarkan aku pergi sendiri bersama orang-orang ku, cukup tinggal di rumah dan tidurlah dengan nyenyak malam ini," pada akhirnya Khan mengeluarkan ekspresi wajah seriusnya, dia menatap kearah istri nya untuk beberapa waktu.


"Aku tidak pernah berpikir untuk melibatkan kamu dalam setiap aksi heroik yang akan aku jalani, kehidupan ku kelam dan gelap, setiap waktu akan ada resiko kematian dalam seluruh pergerakan yang aku lakukan, melibatkan kamu didalam nya jelas bukan hal yang bijaksana untuk ku." Lanjut Khan lagi kemudian.


Yah dia hidup dalam bagian kegelapan, sejak dulu hingga sekarang, topeng disiang hari nya sebagai salah satu pengusaha kelas kakak dari keluarga Hillatop, nyata nya saat matahari mulai terbenam dia melakukan pekerjaan haram, membuka topeng palsunya dimana dia bergelut di dunia hitam.


Bagi Khan, kehidupan malam dan gelap seperti nyawa untuk nya, dia suka berpacu dengan adrenalin,. mengangkat senjata dan bertarung nyawa, ketika dia menginginkan sesuatu dia harus mendapatkan nya, beberapa titik wilayah harus menjadi kekuasaan, bahkan beberapa kepala mafia menjadi musuh besar nya dan mereka saling mengangkat senjata untuk bisa saling menguasai wilayah.


Menikah bukan daftar penting didalam kehidupan nya tapi begitu bertemu dengan Ashley membuat dia mulai gelisah.


Saat dia berkata seperti itu pada Ashley, perempuan itu hanya menatap tenang bola matanya, kemudian secara perlahan Ashley menyentuh lembut wajah Khan.


"Sejak awal aku memutuskan masuk ke kehidupan kamu, aku sudah tahu pada akhirnya aku akan pergi bersamamu di dalam dunia gelap ini, aku sama sekali tidak menyesali dan aku telah bersumpah akan terus mengikutimu kemanapun kaki mu akan melangkah, Khan."


Dan ucapan Ashley membuat Khan diam.


******


Catatan \= Mampir di mari Mak, story putri Hayat dan Ahem, sepupu Khan, adik perempuan Nyx. Santai,bikin baper dan bucin abis, dijamin cengar-cengir kek orang gila dah baca nya🤭.


...👇👇👇...



*******


"Menikahlah denganku dan aku akan membayar mahal atas semuanya" Begitu suara datar tersebut menyeruak masuk kedalam Indra pendengaran nya, laki-laki tersebut terlihat terkejut dan ternganga menatap gadis cantik dengan penampilan luar biasa dalam balutan blazer Korea yang harganya dia tebak ratusan juta.


Sapuan make up tipis yang menghiasi wajah cantik tersebut semakin menambah kesan glamor atas gadis yang duduk dihadapan nya tersebut.


Mereka duduk disebuah restoran mewah yang makanannya jika dibayar bisa menggerus gaji nya selama hampir 1 tahun, tarif yang diberikan untuk sepiring makanan di atas piring berkelas yang isi nya cuma sedikit potongan daging wagyu dengan kualitas superior tidak kurang dari 15 juta yang di akhiri dengan pleting sempurna membuat dia hanya bisa menelan salivanya.


Tidak berani menyenggol nya karena dia takut jika gadis dihadapannya meminta dia membayar nya, sebab jangan kan untuk membayar makanan semahal itu, untuk membeli nasi serba sepuluh ribu dia harus berpikir dua tiga kali untuk kehidupan mereka sekeluarga, dia , adik nya dan ibu nya. Bagi nya masak dengan menu istimewa dari olahan tahu ditambah ikan asin atau sayur tumis sudah sangat luar biasa mengenyangkan perut mereka. Jauh lebih hemat ketimbang nasi serba sepuluh ribu dikali untuk makan 3 perut sekaligus.


"Nona....aku pikir anda sedang mabuk" Dia asal bicara, sebenarnya tidak tahu gadis itu apakah suka mengkonsumsi alkohol atau tidak.


Biasanya gadis kaya raya yang memiliki banyak uang apalagi seorang senior pasti suka menikmati minuman beralkohol dengan kelas tinggi seperti wine atau apapun itu yang tidak sengaja dia baca di novel-novel atau bahkan drama-drama percintaan yang pernah di tonton oleh adik nya atau dibawa adik nya kerumah gubuk mereka, jadi dia pikir mungkin CEO dimana dia bekerja pasti sudah terbiasa mengkonsumsi barang seperti itu.


Siapa tahu jika gadis itu mabuk dan bicara sembarangan pada dirinya saat ini, mengingat apa yang di ucapkan oleh gadis di depannya tersebut terlalu tidak masuk akal saat ini. Menawarkan pernikahan yang tiba-tiba kepada dirinya yang bukan siapa-siapa yang bahkan sangat miskin yang bekerja sebagai office boy di dalam perusahaan keluarga Hillatop dan gadis itu adalah putri dari tuan Ahem Zigaz Hillatop dan nyonya Hayat heim Azzura. Gadis tersebut pewaris dua kerajaan bisnis sekaligus, Hillatop dan Azzurra. Dan menawarkan pernikahan dengan nya dengan cara tidak masuk akal.


"Aku akan mengantar nona pulang jika nona sulit untuk membawa mobil saat ini" Ucap laki-laki tersebut lagi pada gadis dihadapannya.


Dia gugup melihat tatapan gadis dihadapannya itu.


Queen Wilhelmina nama indah yang disematkan oleh orang tua nya benar-benar menunjukkan betapa gadis yang ada dihadapannya tersebut memang cantik seperti seorang ratu dari segala ratu,karena dia memiliki segalanya tanpa kecuali, bahkan mungkin jika mereka tetap hidup dengan baik mengingat Tuhan dan tetap rendah hati maka bisa jadi harta mereka tetap bertahan hingga akhir tidak akan habis hingga puluhan keturunan mereka berikutnya bukan hanya sekedar tujuh turunan saja.


"Aku tidak dalam keadaan bercanda, aku menawarkan pernikahan padamu antara aku dan kamu" Lagi gadis cantik di hadapannya terasa buat kembali bicara padanya.


"Aku akan memberikan banyak keuntungan dalam pernikahan ini, tidak lama hanya satu atau dua tahun berdasarkan perjanjian yang akan kita buat" Lanjut gadis tersebut lagi.


Dan demi apapun laki-laki tersebut seketika benar-benar membulatkan bola matanya, dia terhenyak dan nyaris jatuh dari tempat nya saat ini juga, lehernya terasa tercekat dan dia tampak gemetaran saat mendengar apa yang diucapkan oleh gadis yang ada dihadapan nya itu.


"Ya?" Tanya nya dengan jantung bergetar.