
Ashley terlihat diam untuk beberapa waktu dan dia menatap wajah Ford yang terlihat bingung menatap ke arah dirinya dan berpikir apa yang dia lontarkan adalah sebuah candaan.
"Aku tentu saja tidak sedang bercanda," ucap Ashley kemudian.
Ford masih terlihat bingung dan mematung untuk beberapa waktu, laki-laki itu berpikir dengan keras untuk mengartikan apa yang diucapkan oleh Ashley, berusaha untuk memenangkan setia perkataan dan mencoba untuk berpikir sejenak atas keputusan yang diinginkan oleh Ashley untuk Zoya.
"Tidak." pada akhirnya Ford langsung menjawab dengan cepat ucapan dari perempuan tersebut.
"Aku tidak pernah berpikir untuk mempermainkan pernikahan, meskipun sebenarnya aku bukan orang yang baik tapi aku tidak bisa menikahi seseorang yang tidak pernah mencintaiku, meskipun aku menyukai Zoya, aku tidak pernah berpikir untuk memaksa dirinya agar menikah denganku dan hidup bersamaku," laki-laki itu jelas saja menolaknya.
Hati kecilnya memang berkata dia mengharapkan Zoya, tapi dia jelas masih lah seorang Ford yang memiliki sifat manusiawi nya, menikahi Zoya tanpa ada perasaan cinta di hati gadis tersebut sama saja dengan membunuh dan memusnahkan masa depan nya. Dia ingin gadis tersebut menikmati masa muda nya, jatuh cinta dengan laki-laki impian nya dan menikah dengan laki-laki yang diharapakan nya. Ford cukup tahu diri, di usia nya yang tidak muda lagi, mana mungkin gadis muda belia mencintai nya, perbedaan usia belasan tahun yang hampir 13 tahun dibawah nya itu jelas menjadi penghambat terbesar, ditambah lagi Zoya bahkan memanggil nya paman, menandakan jika sejak awal gadis itu mungkin menganggap nya seperti orang tua nya sendiri.
"Aku tidak bilang kau harus memaksanya untuk menikahimu," Ashley secepat kilat menjawab.
Ford mengernyitkan keningnya.
"jangan khawatir soal apapun, tetap lah memperlakukan nya seperti Ford yang hangat dan apa adanya, sisanya serahkan kepada ku." dan Ashley kembali melanjutkan ucapannya, menyakinkan diri Ford jika semua pasti akan berjalan sesuai keinginan nya.
"Aku akan memastikan kalian akan menikah dalam waktu dekat." lanjut Ashley lagi kemudian.
Ford jelas aja bingung mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan di sampingnya itu, dia ingin bicara dan menjawab namun dia terpaksa menghentikan kalimatnya saat tiba-tiba saja Khan bicara dan mendekati mereka.
"Kalian terlihat sangat serius sekali." Khan bicara dengan cepat ke arah istrinya dan juga Ford, membawa 12 minuman kemudian menyerahkannya kepada Ashley dan Ford.
"Sepertinya membicarakan sesuatu yang sangat penting?," lanjut lagi tersebut sembari menaikan ujung alisnya, menetap agak curiga di antara dua orang yang ada di hadapannya itu.
Ashley tanpa mengganggukan kepalanya kemudian perempuan itu mencoba untuk mengiringi ke arah di mana Zoya saat ini berada, seperti nya gadis tersebut mengantuk parah, bisa dilihat gadis itu telah berbaring dan mulai memejamkan matanya di atas kursi santai di mana posisinya menghadap langsung ke arah jutaan bintang-bintang di atas langit, meringkuk dingin karena hanya menggunakan jaket tipis saja saat ini.
Mendengar kata kekasih kecil, membuat Khan menaikkan ujung alisnya.
"Kekasih kecil?," tanya laki-laki tersebut kemudian.
Alih-alih menjawab pertanyaan bingung dari suaminya, perempuan itu kemudian berkata kepada Ford.
"Aku pikir kamu bisa langsung membawanya ke kamar, Zoya pasti mengantuk berat dan dia sepertinya kedinginan." Ashley bicara dengan cepat antara laki-laki yang ada di hadapannya tersebut sembari dia kembali melirik ke arah Zoya yang kini telah memejamkan matanya dengan rapat.
Ford ikut melirik ke arah Zoya, seperti kata Ashley, gadis muda itu benar-benar telah terlelap di atas kursi santai. Dia hanya mengganggukan kepalanya kemudian menaikkan ujung bibirnya sedikit ke arah Khan lantas dia bergerak mendekati Zoya, dan secara perlahan laki-laki itu mengangkat tubuh Zoya dengan gerakan yang begitu hati-hati.
Zoya sedikit terkejut, dia pikir siapa yang mengangkat tubuhnya, namun saat menyadari siapa yang mengangkat yang saat ini seketika membuat gadis itu mengembangkan senyumannya, dia mengalungkan tangannya ke leher Ford dan menenggelamkan diri nya ke dalam pelukan laki-laki tersebut, memejamkan kembali bola matanya yang terasa begitu berat, membiarkan dirinya masuk kedalam dekapan leher laki-laki tersebut.
"Terimakasih, paman." suara halus nya terdengar sayu, membuat Ford sedikit gelisah atas ucapan lembut yang dimana deru nafas Zoya mengenai bagian lehernya, terkadang hal itu juga membuat laki-laki tersebut meremang tidak menentu dibuatnya.
"Tidurlah, aku akan membawamu ke kamar kita hmmm." bisik laki-laki tersebut lagi kemudian.
Zoya tidak bergeming, mengabaikan pendengaran nya, dia terlalu asik tenggelam dalam tidur nya, mengencang kan pelukan nya pada leher laki-laki tersebut.
Khan yang melihat bagaimana cara Ford memperlakukan Zoya langsung menoleh kearah istrinya.
''Dia memperlakukan Zoya seperti seorang kekasih? aku sudah bilang Ford itu aneh." Khan jadi bertanya khawatir.
'He em biarkan saja, aku pikir Zoya juga tanpa sadar akan terus bergantung pada Ford, dia mulai nyaman pada perasaan nya tapi bisa jadi masih mendustai nya." Ashley pada akhirnya menjawab ucapan suaminya secara perlahan, dia mengembangkan senyumannya kepada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.