King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Laki-laki yang begitu khawatir



Disisi yang berbeda,


Mansion utama Ford,


kamar tidur utama.


Zoya terlihat gelisah saat penata rias mencoba menyulap penampilan nya sebaik mungkin untuk menghilang kan sisa memar dan luka di wajah nya.


"Apakah mereka bisa menghilang?," Zoya bertanya gelisah, dia harus menghadiri pesta perayaan ulang tahun perusahaan khan dan Ashley, tahu jika Laura akan melakukan hal yang buruk pada Ashley dan Nyx Zaighum malam ini.


"Dengan magic, semua bisa di atur dengan sempurna." penata rias menjawab dengan cepat, mengoleskan make up secara perlahan pada wajah cantik Zoya yang masih menyisakan warna biru di beberapa tempat seperti di sudut bibir dan rahang pipi.


"Dia benar-benar ba_jingan membuat gadis secantik anda harus mengalami hal buruk seperti ini." Seorang laki-laki gemulai bicara dengan cepat, sejak tadi bergerak gelisah melihat kearah Zoya.


Sangat sedih ketika harus melihat wajah cantik tersebut memiliki sedikit luka dan juga memar di wajahnya, jika di bagian anggota tubuh bisa ditutupi dengan pakaian tapi di wajah harus ekstra hati-hati untuk menutupinya karena takut orang-orang akan tahu ada luka lecet dan memar di sana, jika bukan make up profesional, dia tahu nomor seperti itu tidak akan pintar untuk ditutupi.


Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki lemah gemulai tersebut membuat sang penata rias langsung mengganggukan kepalanya.


"Dia benar-benar tidak punya hati, bagaimana bisa menganiaya gadis kecil seperti ini bahkan ingin memperkosa nya, oh ya Tuhan mereka dia pantas diberi hukuman seperti itu oleh tuan."


Dan saat penata rias berkata seperti itu seketika Zoya baru ingat bagaimana kabar orang-orang yang ingin menodainya malam itu.


"Apakah dia dipenjara?," pada akhirnya dia bertanya penasaran dan ingin tahu, penasaran apa yang terjadi pada penjahat itu.


"Tuan menyelesaikan nya dengan baik, anda tenang saja sayang." laki-laki dimulai tersebut menjawab dengan cepat, meminta Zoya jangan khawatirkan soal apapun.


Zoya mencoba untuk menerka-nerka apa hukuman sebenarnya yang diberikan Ford pada laki-laki tersebut.


Dan percayalah ucapan yang dilontarkan oleh laki-laki gemulai tersebut seketika membuat Zoya langsung mengernyitkan keningnya. Zoya ingin kembali bertanya, tiba-tiba saja pintu depan terbuka, membuat gadis tersebut langsung menoleh kearah cermin, dimana bisa dia lihat Ford bergerak masuk ke dalam kamar nya.


Laki-laki tersebut baru pulang seperti nya, agak terlambat karena dia berkata ada yang harus dia kerjakan sejenak sebelum mereka pergi ke pesta perayaan ulang tahun perusahaan Hillatop.


"Apa dia baik-baik saja?," raut wajah khawatir terlihat dibalik wajah Ford.


"Tentu saja, hanya saja kamu belum bisa membuat nya banyak berjalan saat di pesta nanti." Laki-laki gemulai menjawab dengan cepat pertanyaan dari tuannya.


Ford langsung melirik kearah Zoya.


"Kursi roda atau bahkan gendongan ala bridal style akan menjadi pilihan yang paling tepat." dan dia bicara sembari menggoda ke arah Ford dan juga Zoya.


Mendengar godaan tersebut membuat Zoya sedikit malu, dia mencoba membuang pandangannya. sebenarnya dia tidak ingin pergi, tapi kondisi memaksa nya untuk pergi dan mengeksekusi perbuatan Laura sendiri. ini kesempatan nya untuk membuat Laura mengakhiri permainan menjijikkan nya.


"Aku khawatir kamu tidak kuat terlalu lama disana, apa tidak sebaiknya aku saja yang pergi?," Ford bergerak mendekati Zoya, berdiri di belakang Zoya dan menatap nya untuk beberapa waktu.


"Aku tidak bilang ini buruk tapi hubungan kamu dan kak Khan tidak baik-baik saja bukan?, membiarkan kamu masuk sendiri bukan pilihan yang baik, paman." Zoya pada akhirnya bicara, menatap laki-laki tersebut dari arah balik kaca.


"Aku tahu hanya saja aku cukup khawatir dengan keadaan mu." Ford bicara pelan, membiarkan dirinya terus menatap dalam wajah gadis tersebut.


jika bukan karena Zoya dan undangan Ashley, dia juga tidak ingin menghadiri acara tersebut, keadaan seolah-olah menarik nya untuk semakin mendekat dengan musuh bebuyutan nya selama bertahun-tahun ini.


Dia benar-benar mengkhawatirkan Zoya dan juga khawatir dengan Ashley yang mulai dia tahu siapa dia sebenarnya.