
Nyx menatap kagum kearah sosok yang ada di ujung sana, seorang gadis cantik dengan balutan gaun yang begitu sempurna membuat perasaan nya berdebar-debar tidak menentu sebab sejak tadi dia menunggu kehadiran gadis itu di mana dia meminta salah satu pelayan kepercayaan nya untuk menjemput gadis yang berdiri di ujung sana saat ini.
Laki-laki tersebut tidak pernah mengembangkan senyumannya pada sembarang gadis tapi yang ini terlihat begitu istimewa, seketika dia menaikkan ujung bibirnya dan bergerak cepat ke arah pintu depan di mana dia melihat sosok seorang gadis berdiri dengan bingung menatap ke arah ruangan besar tersebut, tampak lautan manusia berkumpul menjadi satu di sana sehingga membuat gadis yang ada di depan pintu terlihat sedikit kebingungan untuk mencari seseorang di antara semuanya.
Bisa dilihat Nyx bergerak melangkah mendekati gadis tersebut dengan perasaan berdebar-debar, dan begitu jarak mereka semakin dekat, gadis itu menatap ke arah yang bergerak mendekati dirinya. bola mata indah gadis tersebut sejenak tidak berkedip menatap kearah laki-laki dihadapan nya tersebut.
"Aku pikir kamu akan menolak datang dan bersikeras untuk tidak hadir di sini, Egalita." Ucap Nyx kemudian pada gadis cantik yang ada di hadapannya tersebut.
Yang dipanggil Egalita terlihat menaikkan ujung bibirnya kemudian dia menjawab.
"Apa aku terlihat bisa menolak?." Egalita terlihat mencibir dia memulihkan bibirnya kemudian berusaha untuk membuang pandangannya dari Nyx.
Alih-alih peduli atau tersinggung dengan ekspresi dari gadis cantik yang ada di hadapannya laki-laki tersebut menjawab.
"Kamu bisa jika kamu menginginkannya, tapi aku tahu kamu tidak akan menolaknya karena ada satu bagian yang dimiliki oleh diri ku yang memang adalah milik mu." Dan Nyx selalu saja begitu penuh percaya diri ketika bicara dengan gadis yang ada disampingnya.
"Dan kamu menyukainya." Nyx tertawa renyah kali inj laki-laki tersebut buru-buru menaikkan tangannya kanan nya ke pinggang, menunggu Egalita meraih lengannya dan memasuki tangan gadis itu kesana.
"Aku menunggu." Pada akhirnya Nyx berbisik pelan.
Egalita yang mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika diam dan dia melirik ke arah Nyx, di detik berikutnya gadis tersebut menatap ke arah lengan laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, membiarkan dirinya bergelayut dalam pemikirannya sejenak.
"Selamat datang di dunia kami Egalita," Nyx kemudian bicara di mana bola mata laki-laki itu dan Egalita saling bertemu antara satu dengan yang lainnya.
"Saat kamu melangkahkan kakimu bersamaku ke dalam sana maka itu artinya kamu akan meninggalkan kehidupan lamamu dan mulai malam ini kamu akan menjadi bagian dari kehidupanku dan juga putraku, kau tidak akan pernah bisa mundur lagi karena begitu kamu melangkahkan kakimu ke dalam sana, orang-orang akan mengenalmu sebagai nyonya Nyx Zaighum Hillatop dan ibu dari putra ku juga generasi berikutnya dari Zaighum Hillatop." Mantap laki-laki tersebut bicara, tidak membiarkan bola matanya lepas memandangi gadis cantik di sampingnya itu.
Bicara dengan penuh keyakinannya begitu tinggi yang menyatakan jika gadis tersebut melangkahkan kakinya malam ini bersamanya kedalam sana, maka seluruh kehidupan Egalita akan menjadi miliknya.
Egalita terlihat diam, membiarkan netra nya terus menatap ke arah Nyx Zaighum dengan seksama, mencoba menelusuri bagian terdalam netra laki-laki tersebut, memastikan diri kemana pilihan yang akan diambil saat ini, apakah terus melangkah maju bersama laki-laki tersebut atau mengurungkan niatnya dan mundur untuk kembali pulang.