King Khan's Shackles

King Khan's Shackles
Bermain dan mengubah segalanya



Kembali ke sisi Ashley.


Perempuan tersebut menatap layar monitor yang ada dihadapan nya untuk beberapa waktu, dimana telinga nya mendengar kan percakapan antara Khan dan Laura di seberang sana.


Cukup lama hingga akhirnya ujung bibir perempuan tersebut melengkung dengan sempurna, dan tidak lama kemudian bisa dia dengar panggilan dimatikan.


"Rencana berikut nya berjalan, Ash." Ucap seseorang di balik handphone Ashley.


"Kita masuk ke konflik sebenarnya, Ran." Ucap Ashley sambil masih menatap ke arah layar monitor yang ada di hadapannya tersebut.


Kemudian tidak terdengar lagi suara di antara mereka, di mana Ashley terlihat mulai menggerakkan jemari-jemarinya ke bagian keyboard layar yang ada di hadapannya tersebut, dia berusaha untuk melacak keberadaan seseorang di tempat lainnya, mencoba untuk mencari tahu tentang sesuatu.


"Sebelum masuk pada konflik persolan nya aku yakin saat ini Laura sedang membuat sebuah rencana." Yang dipanggil Ran kembali bicara, suara nya seolah-olah mengingatkan Ashley tentang sesuatu


"Aku pikir Laura pasti akan melancarkan aksinya lagi seperti di masa lalu, Ash." Kembali suara di seberang sana terdengar.


"cuma kali ini ceritanya sedikit berbeda, jika dulu kamu yang bodoh dan terjebak pada permainannya, maka kali ini kamu harus mampu memutarbalikkan semuanya agar kejadian di masa lalu tidak terulang kembali." Lanjut suara di seberang sana lagi.


Ashley terlihat masih membiarkan jemari-jemarinya terus menari-nari di atas keyboard ⌨️ yang ada dihadapan nya, sembari dia terus mendengarkan apa yang di ucapkan seseorang diseberang sana.


"Biarkan dia bermain dengan permainannya satu kali ini Mari lihat bagaimana caraku untuk mengeksekusi semuanya, aku yakin ceritanya sekali ini pasti akan jadi sangat menarik." Dan tiba-tiba saja Ashley mengeluarkan suaranya dan dia menghentikan gerakan jemari-jemari tangannya untuk beberapa waktu.


"Jika dulu dia menghancurkanku dan membuat Khan jadi begitu membenciku karena jebakan nya, maka kali ini aku akan pastikan akan ada cerita menarik yang luar biasa yang tidak akan terduga." Lanjut perempuan itu lagi kemudian lantas Ashley terdengar terkekeh kecil.


"Aku menunggu kamu memainkan peranan nya, Ash." Suara di seberang sana kembali terdengar.


"Mari menikmati drama panggung musikal paling menggelegar tahu ini." Bola mata Ashley terlihat menatap lurus dan tajam kearah depan, masih berbalut kacamata di hadapannya, dia menampilkan raut wajah yang menyeringai kejam di balik wajah cantik nya.


"Mungkin ini akan cukup membuat dia marah besar saat tahu jika keadaan tidak sesuai ekspektasi dan keinginan nya." Ran terdengar tertawa kecil.


"bukankah cukup setimpal dengan apa yang dia lakukan pada ku dimasa lalu?, aku tidak terlalu kejam membuat nya harus merasakan hinaan yang sama, tapi dia harus tahu bagaimana rasanya malu dan dipandang tidak berharga." Kini Ashley yang berkata, seolah-olah dikepala nya terdengar berbagai macam suara yang mencemooh diiringi dengan ingatan atas rasa sakit dan merasa terhina nya di masa itu.


Ashley bicara seperti itu karena dia seolah-olah tahu kemana cerita semua orang akan berlabuh selanjutnya.


Hingga akhirnya Ashley tidak lagi melanjutkan ucapannya, diiringi suara di seberang sana juga ikut tidak terdengar lagi. Ashley memilih untuk langsung mematikan layar monitor yang ada di hadapannya dan juga menutup laptop juga melepaskan kacamata nya. Ashley kemudian langsung mematikan panggilan nya dengan cepat.


******


Ada yang bilang kok jadi ingat kisah Ozvit Del Piero dan Hazel?. Yang baru baca atau pendatang baru bingung tanya siapa mereka Mak?!.


mungkin konsep nya sama, tapi jelas alur nya berbeda total Mak, dan yang penasaran bisa cuz kemari.


Yah udah diri ku kenalkan kisah mereka di sini Mak, cari sesuai koper eh co'ver wkwkwkwkkw.


...SUAMI KEJAM YANG TERLAHIR KEMBALI...



Ditengah kegelapan malam dan angin kencang yang menerjang, langit terlihat enggan menampakkan cahaya bulan dan bintang, bisa dipastikan sebentar lagi hujan dahsyat akan mengguyur bumi tanpa ampun.


Seorang laki-laki tampak membeku ketika dia baru saja naik ke atas tangga ruang tengah mansion Mewah miliknya tersebut.


Seketika bola mata Ozvit membulat saat sadar seseorang berdiri dihadapan nya memegang sebuah pistol sambil tersenyum hambar menatap dirinya.


Sepersekian detik kemudian laki-laki dihadapan nya itu menarik pelatuk pistol tersebut tanpa basa-basi


Dorrrrr


Suara senjata yang menggelegar memecah kesunyian malam, Bola mata laki-laki itu terbelalak kaget saat dia sadar dengan sebuah kenyataan, seorang laki-laki yang sangat dia Kenal bahkan dia anggap seperti keluarga nya sendiri barusan saja menembak diri nya tanpa ampun.


Seketika Ozvit berguling dan terjatuh dari arah tangga, dia terdiam sejenak sambil menatap bagian perut nya, peluru dari pistol itu menembus perutnya tanpa ampun, darah segar berjalan lembut melewati pori-pori kulit nya, menembus pakaian yang dia gunakan kemudian berjalan lembut membasahi seluruh bagian tubuh nya secara perlahan.


Seketika laki-laki itu terhenyak, terduduk untuk beberapa waktu.


Ozvit fikir adakah yang telah dia lewati tanpa dia ketahui soal laki-laki dihadapan nya itu selama 3 tahun terakhir?.


Apakah laki-laki itu sedang melakukan pemberontakan atau ini malah sebuah pengkhianatan dibelakang nya Tanpa dia ketahui.


"Ada apa ini Danish?"


Ozvit bicara dengan tenaga yang mulai menghilang, darah segar masih Terus mengalir dari balik perut kanan nya, rasa sakit akibat tertembus peluru jelas begitu mendominasi.


Alih-alih menjawab, yang dipanggil Danish terlihat meraih rokok yang ada disaku celana nya, mengambil sebatang rokok lantas meletakkan nya di balik bibirnya, meraih pamatik dan mulai menyulut rokoknya.


"Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"


Ozvit kembali bertanya dengan sisa tenaganya.


Nafasnya mulai tersengal-sengal, jika tadi dia terduduk, kali ini tubuhnya tiba-tiba jatuh kebelakang, dia tergeletak nyaris tak berdaya.


"Biarkan aku yang menjawab nya"


Tiba-tiba terdengar suara yang sangat tidak asing dari atas anak tangga, bola mata ozvit langsung menoleh kearah asal suara, lagi-lagi bola mata nya tampak terbelalak ketika dia melihat seorang perempuan berjalan dengan anggunnya menuruni satu persatu anak tangga.


"Kau...?'


Yah perempuan itu, perempuan yang begitu dia cintai sejak dulu hingga kini tengah memandangnya dengan tatapan jijik sambil mengejak ke arah dirinya, berjalan perlahan menuruni anak tangga lantas mendekati Denish lantas memeluknya dengan begitu erat.


"Apa maksud semua ini, Anushka?"


Ozvit mulai mengerutkan keningnya, dia mencoba menepis pemikiran-pemikiran buruk soal perempuan itu saat ini.


Yang di panggil Anushka terkekeh pelan.


"Kau masih tidak juga paham, Ozvit?"


Tanya perempuan itu sambil membelokkan tubuh nya, menatap tajam wajah Ozvit dengan pandangan tidak suka.


Ozvit tampak terkekeh pelan.


"Apa kamu sedang bercanda dengan ku?"


Tanya Ozvit masih terus berusaha mengerutkan keningnya.


Anushka mendengus sambil tertawa.


Cihhhh hahaha


"Oh god,Kamu masih tidak mengerti juga rupanya, Ozvit?"


Ucap perempuan itu lagi, lantas perempuan itu membuang pandangannya, dia mendekati Danish kemudian meraih wajah laki-laki itu dengan gerakan perlahan, sepersekian detik kemudian tanpa rasa malu mereka memperlihatkan adegan paling menjijikkan dihadapan wajah Ozvit.


Seketika Ozvit sadar, dia telah mengkhianati diri nya mentah-mentah.


"Kau mengkhianati ku?"


Seketika kerongkongan Ozvit mengering, kemarahan, rasa benci dan jijik seketika bercampur aduk menjadi satu didalam dirinya saat ini.


*****


Apa yang paling menyakitkan di dunia ini? di khianati dan berkhianat, Dan Ozvit telah melakukan nya selama 3 tahun terakhir ini.


Ozvit masih bisa melihat dengan baik meskipun tenaga nya sudah mulai menghilang secara perlahan, Hazel sang istri, perempuan yang telah dia sia-siakan lebih dari 3 tahun ini demi Anushka kekasihnya itu tengah berusaha mengangkat tubuh nya dan membawanya pergi menjauh dari tempat itu.


Seketika air mata Ozvit tumpah saat dia ingat bagaimana perlakuan nya pada Hazel selama 3 tahun terakhir ini.


Dia benar-benar menyiksa perempuan ini secara lahir dan batin, tidak pernah mempedulikan pembelaan sang istri demi sang kekasih, demi sang selingkuhannya, demi perempuan yang dia agung-agungkan Anushka.


Sekarang Ozvit seolah-olah di ajak membuka mata, jangan-jangan selama ini yang menyusun rencana untuk diri nya membenci hazel adalah Anushka, kebencian nya di mulai dari malam menjijikkan dimana Ozvit menyakiti hazel naik ke atas kasurnya dengan cara meletakkan obat afrodisiak.


"Berani-beraninya kau menjebak ku untuk bisa tidur dan menikah dengan ku?"


Api amarah 3 tahun yang lalu begitu menggebu di balik wajah tampan Ozvit, bola mata indah itu bahkan menjadi memerah karena amarah, dan rahang nya semakin mengeras saat Anushka masuk ke kamar nya, menemukan mereka tidur berdua dan tanpa sengaja menerjang satu botol Afrodisiak yang tergeletak di lantai kamar yang mendominasi berwarna cream tersebut.


Tidak dia hiraukan lagi sisa darah yang belum sepenuhnya mengering di atas kasur dimana itu adalah pertama kalinya hazel melakukan malam pertama bersama nya, otak Ozvit kala itu telah terlalu percaya dengan mulut manis dari Anushka.


Bahkan Ozvit berfikir tangisan hazel yang pecah pagi itu hanya air mata dari sang buaya betina.


"Aku tidak pernah melakukan nya, maafkan aku, maafkan aku kak, aku tidak pernah melakukan nya,bukan aku"


Realita nya siapa yang tidak ingin naik ke atas kasurnya, menikmati harta kekayaan Del Piero yang di miliki oleh nya, terlalu banyak orang yang rela menjual tubuh mereka untuk bisa menikah dengan Ozvit tapi bagi Ozvit tidak ada yang berani selancang hazel dengan menjebak nya bahkan menggunakan nenek tua Piero untuk bisa merangkak naik menjadi istri sah nya.


Ozvit ingin sekali tertawa terbahak-bahak saat ingat malam pertama mereka, bahkan dia tidak enggan membiarkan Anushka yang memberikan peringatan pada hazel agar jangan berharap terlalu banyak soal pernikahan mereka, sebab realita nya pada akhirnya nanti Anushka lah yang akan berdiri menjadi nyonya dari Ozvit Del Piero.


Dan hari ini, setelah Anushka naik menjadi istri Ozvit dan hazel tinggal menunggu surat perceraian nya di tandatangani di pengadilan, semua tiba-tiba berubah begitu mengerikan, Anushka benar-benar menampakkan belang serta kelicikan nya.


Perempuan itu naik menjadi istri nya hanya demi kekayaan Del Piero bersama laki-laki itu yang Ozvit masih belum paham kemana sambungan teka-teki nya.


Kenapa laki-laki itu mau ikut menghancurkan dirinya bersama Anushka?!.


"Bertahanlah, aku mohon bertahanlah, berjanjilah pada ku kamu akan baik-baik saja, jika kamu selamat dari semua nya, selamat dari mereka aku bersumpah akan pergi dari kehidupan kami selama-lamanya"


Suara hazel memecah kesunyian malam, perempuan itu terus menangis sambil bola matanya terus mengintip dari kaca spion mobil, Hazal jelas takut jika mereka ketahuan dan dikejar oleh Denish dan Anushka.


"Kenapa? Kenapa kamu masih ingin membantu ku setelah apa yang aku lakukan selama 3 tahun ini pada mu, Hazal?"


Tanya Ozvit dengan jutaan penyesalan nya.


Dia benar-benar menyakiti sang istri demi perempuan yang dia cintai, menyia-nyiakan Hazal bahkan mengabaikan nya, membiarkan Anushka berlaku seenaknya pada Hazal bahkan sekarang Ozvit yakin, jangan-jangan malam itu bukan Hazal yang menjebak dia dalam malam panas yang panjang hingga membuat mereka terpaksa menikah tanpa cinta dan membuat Ozvit menjalani pernikahan tanpa cinta pada Hazal, memendam kebencian mendalam pada perempuan itu bahkan selalu menaruh kemarahan pada tragedi malam menjijikkan baginya itu.


Dia fikir jangan-jangan ada yang salah di kejadian malam itu yang terlewatkan oleh nya tanpa dia sadari sebelum hingga hari ini.


"Karena aku masih istri kamu, karena seorang istri tidak pernah punya alasan untuk menyelamatkan harkat dan martabat seorang suami bahkan meskipun nyawa nya pun yang harus menjadi taruhannya"


Barisan kata-kata hazel benar-benar menghancurkan relung hati nya yang paling dalam.


Inikah perempuan yang telah dia sia-siakan selama 3 tahun ini?.


Bagaimana bisa dia Tidak menyadari nya!.


*****


Hazel terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Ozvit fikir hazel mungkin mencoba mengejar waktu, membawa mereka melewati hutan Pinus, menembus jalanan berbukit menuju ke arah kota, bisa dia lihat hazel tengah berjuang untuk membuat diri nya Selamat dan hidup seperti yang perempuan itu inginkan.


Tapi kadang harapan tidak berjalan sesuaikan keinginan, dikala perempuan itu mencoba melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, tiba-tiba dari arah sebuah mobil menghantam mobil mereka.


ciittttttt


Brakkkkk


Sebuah hantaman keras menyeret mobil mereka hingga ke tepian jurang yang gelap dan curam, Ozvit tahu itu adalah perbuatan Anushka dan Danish, mereka benar-benar ingin mengirim dirinya ke neraka.


Ozvit ingin sekali menghancurkan dua manusia itu tapi apalah daya Ozvit jelas tidak punya kemampuan seperti Ozvit selama ini, Anushka benar-benar telah melumpuhkan Ozvit dengan bisa cinta mematikan nya bahkan membuat nya sekarat dalam kelengahan nya.


Kali ini Mereka berada di antara hidup dan mati saat ini, dimana mobil itu ada di atas jalanan berliku-liku dan penuh bebukitan, mobil mereka berada di antara pinggiran aspal dan udara, menggelayut menunggu jatuh terhempas kebawah.


"Bergeser lah, aku akan menahan nya dari sini"


Hazal bicara dalam posisi bersandar di atas kursi nya, sabuk pengaman masih terpasang dengan baik ditubuhnya, dia meminta Ozvit menggeser posisi ke sisi keluar dari pintu agar bisa menyelamatkan diri nya sendiri, Hazal memperkirakan ketika Ozvit turun maka laki-laki itu pasti akan selamat, dan dia bersama mobil itu akan terjun bebas.


"Biasa nya akan ada mobil yang lewat di jam segini, mintalah bantuan pada orang-orang untuk membàwa mu kerumah sakit"


Ucap perempuan itu sambil tersenyum, dia menahan sakit sambil menatap dalam bola mata Ozvit dengan penuh cinta, Hazal benar-benar mencintai laki-laki itu segenap hati nya, seburuk apapun Ozvit memperlakukan dirinya, dia tidak pernah menangis ataupun mengeluh sedikitpun.


"Kenapa?"


Ozvit jelas bertanya dengan jutaan penyesalan.


"Kenapa kamu masih begitu baik pada ku setelah apa yang aku lakukan pada mu?"


Tanya Ozvit sambil meneteskan air mata nya, ini kali pertama dia menangis karena Seorang perempuan.


"Kenapa kamu begitu baik pada ku? Masih bersikap lembut dan patuh pada ku setelah apa yang aku lakukan pada mu? Kenapa masih juga ingin menyelamatkan Ku?"


Ozvit menatap bola mata itu dengan ribuan penyesalan yang mendalam.


Hazal tampak tersenyum


"Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda?"


{Innallaaha yuhibbul mar`atal maliqatal bazighata ma`a zaujihaa, al-hashshaana `an ghairihi}


“Sesungguhnya Allah mencintai seorang istri yang pembujuk, elok (halus perangai) terhadap suaminya, dan menjaga diri dari selain (suami)nya. “


"Sebab Aku sedang mengejar surga ku"


Kletakkkk


Tiba-tiba Hazal mengeluarkan sebuah pistol dari samping duduknya, dia mengarahkan pistol itu kepalanya sendiri.


"Pergilah, aku mohon"


Ozvit jelas menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.


"No… please…"


"Mobil kita akan jatuh tidak lama lagi, pergi lah aku mohon, hiduplah dengan baik tanpa aku seperti apa yang kamu harapkan"


"Tidak...tidak…"


Ozvit jelas panik, tidak...dia fikir andai saja...andai saja dia bisa mengulang waktu dia ingin memperbaiki semuanya, dia tidak akan menyakiti perasaan sang istri, dia bersumpah akan memperbaiki semuanya tanpa terkecuali.


Dibalik rasa sesal yang mendalam dan harapan seandainya saja dia bisa mengulang waktu, tiba-tiba saja mobil mereka mulai bergerak dan bergeser secara perlahan.


"Aku mohon"


Hazal kembali bicara.


Ozvit menggelengkan kepalanya, dengan cepat menyambar tubuh Hazal, mobil mereka bergerak lebih cepat dan mulai akan terperosok ke bawah jurang.


"Maafkan aku, tapi kali ini aku bersumpah tidak akan melepas kan genggaman Ku dari mu"


Seiring kata-kata nya meluncur, mobil uang mereka naiki mulai merosot jatuh bagaikan gerakan roket yang meluncur dengan cepat dan kasar menembus gelap nya langit malam.